Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 81 part 2


"Kalian para pemburu maka bayaran yang aku terima adalah tangkap kan satu ekor kelinci untukku, bagaimana apakah kalian setuju" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda benarkah anda akan menukar satu rumah dengan satu ekor rusa" ucap ayah anak itu dengan sangat sopan dan seakan akan tidak mempercayai perkataan Long Tian.


"Sudah, sekarang kau kumpulan semua orang, kita akan akan kembali ke desa lama kalian, seberapa jauh desa kalian itu" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan mulai berdiri.


"Desa kami hanya tiga hari perjalan berjalan kaki namun jika menembus hutan di belakang ini dua hari bisa sampai tapi kami tidak berani karena banyak anak kecil" ucap ayah anak itu dengan sangat sopan sambil ikut berdiri.


"Nyonya simpanlah poci teh itu untuk mu, dan bereskan semua barang kalian kita akan segera berangkat ke desa lama kalian" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkah keluar dari rumah itu lalu duduk di tangga masuk ke rumah kecil itu.


Ayah anak perempuan itu kemudian menemui Long Tian yang duduk di tangga masuk rumah nya lalu berpamitan untuk memanggil semua tetangganya itu.


Lima belas menit berlalu dan kini terlihat jika banyak warga desa yang memenuhi lorong sempit di depan rumah anak perempuan itu.


"Kalian semua dengarkan baik baik, aku akan membantu kalian membangun ulang desa kalian dengan mendirikan masing masing satu rumah baru, kalian tidak perlu memikirkan pembayaran apapun kepadaku karena aku membantu kalian atas dasar kemanusiaan saja" ucap Long Tian dengan ramah dan menggunakan Qi mendalamnya agar terdengar oleh semuanya.


"Tuan muda benarkah anda akan membantu kami membangun ulang rumah kami di desa kami itu" ucap seorang pria sepuh dengan sangat sopan.


"Tuan, saya tidak bercanda dan saya memang mampu untuk membuatkan kalian semua masing masing satu rumah yang lebih baik daripada rumah rumah disini" ucap Long Tian dengan ramah dan menggunakan Qi mendalamnya sehingga terdengar oleh semuanya.


Mereka semua berlutut, dan bersujud satu kali untuk menghormati Long Tian karena selama ini baru Long Tian saja yang menolong mereka semua.


"Kalian bersiaplah, kita akan segera berangkat kesana" ucap Long Tian dengan ramah sambil duduk kembali di tangga masuk rumah anak perempuan itu.


Mereka semua membubarkan diri dan ayah anak perempuan itu duduk di samping Long Tian.


"Tuan muda, anda sangat dermawan, meskipun pakaian anda seperti kami tapi kulit dan wajah anda jauh dari kami, saya sangat yakin jika anda seorang bangsawan yang menyamar" ucap ayah anak itu dengan ramah.


"Sudahlah jangan dibahas, sekarang ikuti aku" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berdiri lalu terbang perlahan ke atas diikuti oleh ayah anak perempuan itu.


Mereka berdua kini melayang satu kilometer diatas tanah desa itu.


"Sebelah mana desa kalian itu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Disana Tuan muda" ucap ayah anak perempuan itu sambil menunjuk sebuah lereng gunung yang memang datar dan dengan mata emasnya Long Tian dapat melihat jika yang ditunjuk adalah sebuah desa yang sebagian besar bangunan disana hangus terbakar.


"Baiklah, ayo kita turun lagi" ucap Long Tian sambil melayang ke sebuah tanah lapang di desa itu diikuti oleh ayah anak perempuan itu.


Mereka berdua mendarat di depan desa itu dan memang hanya itu tanah kosong disana karena desa ini memang berada di dalam hutan bukan di lereng hutan seperti lainnya.


"Bantulah istrimu membereskan barang barang yang akan kalian bawa, aku akan menunggu di sini" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan duduk di sebuah batu besar yang datar bagian atasnya.


Setengah jam berlalu dan satu persatu sudah terlihat mendatangi Long Tian dengan membawa barang barang yang menurut mereka berharga itu dengan menggunakan bungkusan kain.


"Tuan muda maaf membuat anda menunggu lama" ucap seorang pria sepuh dengan hormat dan memiliki kultivasi tingkat pencipta langit tahap akhir.


"Tuan, apakah sudah semua, dan apakah kalian semua tidak memiliki cincin dimensi" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda, kami tidak mampu untuk membeli cincin dimensi yang berharga termurah sampai seribu keping koin emas itu, dan kami semua sudah disini siap berangkat" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


Long Tian melihat jika ada dua ratus lima orang dewasa dan ada lima puluh orang anak anak di depannya.


"Tuan tolong bagikan ini" ucap Long Tian sambil memberikan satu cincin dimensi yang berisikan dua ratus empat puluh sembilan cincin dimensi kosong dengan dimensi seluas lima ratus meter persegi.


"Tuan muda ini sangat berharga, kami tidak pantas menerima cincin dimensi ini" ucap pria sepuh itu sambil berusaha memberikan kembali cincin dimensi itu.


"Tuan, saya masih memiliki banyak, sudah gunakan saya kan saya sudah sampaikan jika saya tidak menerima penolakan apapun dari kalian semua" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.


"Tuan muda terima kasih atas kebaikan anda, anda sungguh dermawan" ucap pria sepuh itu sambil membungkukkan badannya untuk menghormati Long Tian diikuti oleh semuanya termasuk anak anak kecil yang ada disana.


Pria sepuh itu kemudian membagikan semua cincin cincin dimensi itu dan di diterima dengan sangat senang oleh semuanya.


"Ternyata di dunia ini sampai cincin dimensi saja sangat berharga" ucap Long Tian dalam hatinya sambil tersenyum gembira melihat mereka yang kini berbahagia meski hanya menerima cincin yang kosong saja.


"Baiklah jika sudah semuanya kita akan berangkat ke desa kalian yang sebelumnya" ucap Long Tian dengan ramah sambil membawa mereka semua berteleportasi ke desa mereka yang sudah Long Tian ketahui sebelumnya saat melihat dari langit.


Mereka semua terkejut karena dalam hitungan detik mereka sudah berada di desa mereka sebelumnya.


"Apakah benar ini desa kalian" ucap Long Tian membuyarkan semua keterkejutan mereka semua.


"Benar tuan muda ini tanah kelahiran kami semua" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.


Long Tian kemudian mengeluarkan seratus tenda besar yang memang sudah terpasang dari dalam cincin dimensinya dan mendirikannya di tanah yang kosong yang ada di dekatnya, tepat di depan mereka semua.


"Kalian semua sementara tinggal di tenda ini dahulu sampai kediaman kalian semua jadi" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melangkah menuju tenda miliknya.


"Terima kasih tuan muda" ucap mereka semua dengan kompak dan berbahagia sambil membungkukkan badan mereka semua.


Semua penduduk desa itu langsung memasuki tenda yang mereka pilih tanpa ada keributan apapun, semua berjalan dengan lancar dan tertib.


"Semoga hidup kalian ke depan penuh kebahagiaan" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil tersenyum dari dalam tendanya melihat mereka semua yang meski sebuah tenda tapi tenda itu jauh lebih besar dan bagus dari rumah kumuh mereka sebelumnya.