
Long Tian berjalan menelusuri jalanan ibu kota itu dan benar dia menemukan keanehan yang dikatakan oleh pemilik toko pakaian itu.
"Seperti nya kedai teh ini cocok" ucap Long Tian sambil berjalan memasuki sebuah kedai teh kecil yang sangat sederhana.
Kedai teh ini memiliki kursi di teras jadi dia memilih duduk di salah satu kursi di teras kedai itu.
"Tuan muda apakah anda ingin mencoba teh terbaik kedai saya" ucap seorang pria sepuh mendatangi Long Tian.
"Tuan, bisakah saya memesan teh terbaik yang anda katakan itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum.
"Tunggu sebentar Tuan muda, tapi sebaiknya anda duduk di dalam saja" ucap Pria sepuh tersebut dengan ramah dan seperti merahasiakan sesuatu.
Long Tian tersenyum dan kemudian berdiri melangkah dan duduk di bagian dalam kios itu namun masih dapat melihat jalanan
"Terima kasih tuan muda mau pindah ke dalam, sebentar saya siapkan teh racikan saya" ucap pria sepuh itu.
"Dao elemen tahap akhir jadi penjual teh, tapi jiwanya baik dan sama sekali tidak ada keburukan" ucap Long Tian dalam hatinya sambil mengawasi jalanan.
"Di depan itu kedai makan seharusnya jam segini ramai, namun tetap sepi juga meskipun banyak orang di jalanan, benar benar aneh ibukota ini" ucap Long Tian dalam hatinya.
"Tuan Muda silahkan di coba teh racikan saya ini" ucap pria sepuh yang sudah kembali datang dan menyuguhkan sebuah poci teh ukuran sedang dengan sebuah gelas giok putih.
"Tuan bisakah anda menemani saya minum" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Baik Tuan Muda" ucap Pria sepuh itu dan kemudian dia duduk di depan Long Tian dengan sopan.
Long Tian tersenyum kemudian dia menuang isi Poci teh itu ke gelasnya dan mencium aromanya dan langsung meminumnya sedikit.
"Tuan, Teh ini mengandung rumput jiwa es berusia 1000 tahun dan teratai salju berusia 1000 tahun, anda sungguh pandai dalam memilih bahan" ucap Long Tian sambil menghabiskan isi Gelasnya.
"Tuan muda anda benar, dan saya juga tahu anda baru hari ini ke ibukota ini" ucap Pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan Benar ini pertama kalinya saya ke ibukota ini dan bolehkah saya tahu kenapa anda meminta saya masuk dan duduk di bagian dalam ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, saya tahu anda ingin mengawasi mereka yang berlalu lalang di jalanan ibukota ini, tuan muda tentukan saja satu dan dalam 10 menit pasti orang itu akan lewat lagi" ucap pria Sepuh itu dengan ramah.
"Tuan, anda seorang alkemis dan bukan penjual Teh dan kultivasi anda juga sudah di Dao elemen tahap akhir" ucap Long Tian dengan tersenyum ramah.
"Akhirnya setelah tiga bulan saya membuka kedai teh ini ada juga yang bisa mengetahui jika saya adalah seorang alkemis dan itu adalah tamu pertama saya" ucap Pria sepuh itu sambil tertawa pelan.
"Sebentar Tuan muda saya tutup dulu kedai ini baru saya akan jelaskan kepada anda" ucap pria sepuh itu sambil berdiri dan menutup semua jendela dan pintu kedai itu.
"Tuan muda mari ikuti saya" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan mengajak Long Tian ke bagian dalam kedainya.
Long Tian mengikuti pria sepuh itu karena dia yakin bahwa niat pria sepuh itu baik berdasarkan pengecekan jiwa nya.
"Tuan muda duduklah" ucap pria sepuh itu dengan ramah mempersilahkan Long Tian untuk duduk di kursi yang ada di depannya.
Long Tian hanya tersenyum dan duduk didepan pria sepuh tersebut.
"Tuan muda mohon maaf jika saya berhati hati dan membawa anda ke sini, saya tahu Tuan Muda memiliki kemampuan di atas saya tapi biarkan saya bercerita sedikit tentang saya dan ibukota ini." Ucap Pria sepuh itu dengan hormat.
"Tuan muda saya memang seorang alkemis namun bukan dari ibukota ini, saya berasal dari benua Es, saya datang kesini tiga bulan lalu karena saat itu terjadi peperangan di benua Es dan peperangan itu dimenangkan mutlak oleh aliansi sekte aliran putih dan pihak militer kekaisaran.
Karena pihak aliansi aliran hitam tidak pernah sampai ke benua es sehingga peperangan itu tidak pernah terjadi.
Namun saat mereka semua hendak meninggalkan benua es semua pihak aliansi dan pihak militer istana keracunan.
Dan Tubuh mereka perlahan mengering dan menjadi hitam, dalam waktu satu Minggu mereka semua meninggal dunia dan juga tidak ada satupun yang selamat" ucap pria sepuh tersebut sambil menarik nafas panjang.
"Tuan muda saya akhirnya meminta raja benua es untuk menutup benua es dan meminta izin menyelidiki ke ibukota ini namun yang saya dapatkan hanya keanehan saja" ucapnya kemudian sambil tersenyum.
"Tuan kenapa anda menceritakan hal ini kepada saya" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda selain alkemis saya juga pembaca jiwa seperti anda, karena saya mengetahui anda orang baik meski tangan anda sudah membunuh jutaan orang" ucap Pria sepuh tersebut dengan tetap ramah.
"Tuan anda sudah tiga bulan di sini apa pendapat anda" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda jika menurut saya semua yang memenuhi jalanan ibukota adalah aliran hitam, begitu juga dengan militer istana dan ibukota" ucap pria sepuh itu
"Hal itu mungkin saja tapi saya sudah mengecek jika prajurit di gerbang kota adalah orang yang berjiwa baik" ucap Long Tian.
"Tuan muda benar, karena yang di gerbang Kota adalah pasukan yang baru ditarik dari desa desa yang sudah punah, mereka semua baru satu Minggu disini" ucap pria sepuh itu.
"Tuan lalu apa rencana anda" ucap Long Tian dengan ramah
"Saya tidak memiliki rencana karena saya hanya seorang diri, meskipun raja benua es mengirimkan pasukan ke ibukota ini tetap akan kalah jumlah dan tingkat kultivasi" ucap pria sepuh itu sambil menunduk.
"Apa anda tau jika malam apa yang mereka semua lakukan" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Tuan muda mereka semua menghilang dari ibukota ini dan kami semua tidak mengetahui kemana mereka yang kami tahu mereka hanya meninggalkan ibukota dan berjalan ke arah hutan, saya pernah mencoba mengikuti tapi saya gagal" ucap Pria sepuh ituÂ
"Terimakasih atas informasi anda, saya mohon diri dahulu karena saya ingin menunggu mereka meninggalkan ibukota ini" ucap Long Tian dengan tersenyum ramah.
"Tuan muda berhati hatilah" ucap Pria sepuh itu dengan ramah.
Long Tian tersenyum dan langsung berteleportasi ke atas awan ingin melihat dari atas kondisi ibukota itu dan sekitarnya.
"Ternyata Tuan Muda juga ahli hukum ruang dan waktu" ucap Pria sepuh yang melihat Long Tian menghilang sambil menggelengkan kepalanya.