
"Ling-er nanti jika sudah selesai gege akan pulang ke istana merah ya" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi itu.
"Baik Gege, berhati hatilah" jawab Hao Ling melalui cincin komunikasi dan terdengar suara mesranya.
Long Tian kemudian menutup jendela kamarnya dan memasang segel perlindungan di kamarnya itu lalu melangkah menuju tempat tidurnya dan langsung tiduran di kasur nya.
Long Tian memeriksa dunia merah dan dia mengetahui jika Hao Ling tidur sendiri disana tanpa Long Chen anaknya.
"Sebentar lagi aku akan menyelesaikan pembersihan 100 galaksi ku ini dan pengambilalihan dunia bulan di galaksi surgawi akan segera terjadi, semoga saja pasukan wanita benar benar kuat dan tidak ada halangan" ucap Long Tian sambil tersenyum sendiri.
Long Tian kemudian mulai tertidur dengan pulasnya karena seharian ini memang banyak yang dikerjakan olehnya.
Matahari pagi sudah bersinar terang dan Long Tian sudah selesai membersihkan dirinya, dia kini duduk di samping jendela kamarnya sambil menikmati Teh Herbal buatannya dan juga apel emasnya.
"Ternyata apa yang terlihat malam hari dan pagi hari jauh berbeda, bangunan itu sungguh megah dan mewah, pantas saja harganya lumayan mahal untuk kota seperti ini" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat bangunan besar itu.
Dia juga melihat jika wanita muda itu bersama sembilan orang lain nya sedang membersihkan bagian luar bangunan itu.
"Aku suka semangat kalian yang pagi pagi seperti ini sudah bangun dan membersihkan rumah baru kalian itu" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat.
"Ternyata nenek penjual bakpao itu juga sudah berjualan, baiklah waktunya aku kesana membeli semua bakpao itu" ucap Long Tian sambil berdiri dan menyimpan kembali poci teh dan gelas gioknya ke dalam cincin dimensi miliknya.
Long Tian keluar dari kamar penginapan itu dan langsung menuju ke arah paviliun Beringin yang hanya berjarak lima ratus meter dari tempatnya menginap dan dia tidak bertemu wanita muda itu saat dia keluar dari penginapan.
"Nenek, apakah pesanan saya sudah siap" ucap Long Tian dengan ramah saat sampai di gerobak bakpao milik wanita sepuh itu.
"Tuan muda, akhirnya anda datang, terima kasih atas kebaikan anda kepada saya dan cucu cucu angkat saya" ucap wanita sepuh itu sambil berlutut di depan Long Tian.
"Nek, bangunlah saya kesini hendak membeli bakpao anda" ucap Long Tian sambil tersenyum dan membantu wanita sepuh itu untuk berdiri dan tanpa dia sadari jika wanita pemilik paviliun Beringin itu sudah ada di samping kanannya.
"Tuan muda kita berjumpa lagi" ucap wanita pemilik paviliun Beringin itu dengan ramah.
"Nona, apakah anda hendak membeli bakpao juga" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke wanita itu.
"Tidak tuan muda, saya kesini hanya ingin menanyakan nama anda saja, oh iya namaku Zi" ucap wanita pemilik paviliun Beringin itu dengan ramah.
"Nama saya Long Tian, senang mengenalmu nona Zi" ucap Long Tian dengan ramah.
"Senang juga bisa mengenal anda Tuan Tian, oh iya jika anda masih lama di kota kami ini bagaimana jika siang nanti kita makan bersama, kebetulan siang ini saya senggang" ucap Nona Zi dengan ramah.
"Baiklah jika demikian aku tidak akan memaksa anda jika lain kali anda mampir lagi kesini anda mampirlah ke tempat ku ini lagi" ucap Nona Zi sambil tersenyum dan dibalas senyuman oleh Long Tian dia kemudian meninggalkan Long Tian dan melangkah memasuki paviliun Beringin.
"Tuan muda nama anda Long Tian apakah saya tidak salah dengar" ucap wanita sepuh penjual bakpao itu sambil memasukkan semua bakpao nya ke sebuah kantong penyimpanan.
"Benar Nek, jadi semuanya berapa saya harus membayarnya" ucap Long Tian dengan ramah.
"Anda tidak perlu anda membayar ini bukankah anda sudah memberikan banyak kepada saya dan cucu saya" ucap wanita sepuh penjual bakpao itu dengan ramah sambil memberikan kantong penyimpanan yang berisi semua bakpao nya.
"Nek jual beli tetap jual beli, ini terimalah, dan semoga rumah baru kalian membawa banyak manfaat untuk kalian, nenek nanti berjualan di sana saja dibantu oleh cucu cucu angkat nenek, saya permisi ya nek" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu tael emas lalu berteleportasi kembali ke singgasana awannya.
Nenek penjual bakpao itu sangat terkejut karena tiba tiba Long Tian menghilang bahkan Nona Zi sampai berlari keluar dari paviliun Beringin karena memang dia mengawasi Long Tian dari dalam Paviliun Beringin.
"Nek, kemana tuan muda Tian" ucap Nona Zi saat sampai di samping nenek penjual bakpao itu.
"Nona Zi aku tidak tahu, barusan dia membayar semua bakpao ku dengan ini dan langsung menghilang dari hadapanku" ucap wanita sepuh penjual bakpao itu sambil memperlihatkan sebuah tael emas.
"Apakah Tuan muda itu adalah Dewa Naga Emas karena nama mereka sama dan tindakannya juga di luar nalar manusia, dia dengan mudahnya memberikan anda sebuah bangunan terbesar di kota kita ini bahkan dia sampai memberikan anda satu tael emas semalam dia memberikan juga satu juta keping koin emas untuk mengisi toko dan rumah baru anda" ucap Nona Zi sambil melihat sekelilingnya.
Nenek penjual bakpao itu berlutut lalu bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian dan di sujud terakhirnya dia berkata.
"Dewa naga emas Long Tian sang penguasa abadi 100 galaksi terima kasih sudah mengabulkan doa saya untuk bisa memiliki rumah yang nyaman untuk saya dan cucu cucu angkat saya" ucapnya sambil berlinang air mata dan didengar oleh nona Zi.
Sementara itu Long Tian yang duduk di singgasana awannya hanya tersenyum melihat wanita sepuh penjual bakpao yang bersujud itu.
"Semoga bermanfaat untuk kalian semua, maaf saya tidak bisa lama karena masih banyak yang membutuhkan kehadiran saya, kalian berdua orang baik dan tetaplah berbuat kebaikan meskipun berbuat baik belum tentu berhasil baik" ucap Long Tian menggunakan kekuatan semesta yang terdengar hanya oleh wanita sepuh penjual bakpao itu dan juga Nona Zi.
Mereka berdua langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan Long Tian hal ini tentu saja mengejutkan semua orang yang ada di sekitarnya.
Long Tian kemudian memberikan kubah perlindungan dengan radius dua puluh lima kilometer dari gerbang kota itu untuk perlindungan kota itu.
"Namaku Long Tian dan aku suka dengan kalian semua di kota ini jadi aku berikan hadiah untuk kalian semua berupa sebuah kubah perlindungan yang akan selamanya melindungi kota kalian ini, radius dua puluh lima kilometer dari kota kalian saat ini sudah aman untuk kalian semua" ucap Long Tian dengan menggunakan kekuatan semesta dan kali ini terdengar oleh semua penduduk kota itu dengan sangat mendominasi seolah olah Long Tian ada di atas mereka semua.
Semuanya langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian karena mereka tahu tidak ada kekuatan besar yang mampu mengeluarkan suara seperti itu dengan sangat mendominasi.
"Baiklah kita lihat apa tugasku selanjutnya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta.