
Long Tian kemudian menggerakkan tangannya dan menghapus segel kuno di mulut Goa itu dan menggantinya dengan segel cakram langit.
Dia melangkah masuk kedalam Goa itu dan merasakan aura naga emas yang sangat kuat mencoba menekannya tapi sama sekali tidak membuat dia tertekan.
Di melanjutkan perjalanan nya didalam Goa itu dan semakin masuk jauh kedalam dan yang dilihat hanyalah sebuah danau darah Naga yang tersegel oleh segel kuno.
"Danau ini tercipta karena kematian naga emas, dan sebelum naga emas ini wafat dia menyegel danau ini agar tidak membuat darah naga emas ini tidak menguap atau menghilangkan dan hanya bisa dimasuki yang memiliki darah naga emas dan itu adalah hanya olehku seorang" ucap Long Tian sambil berjongkok dan tangan kanannya menyentuh tanah.
"Danau ini memiliki kedalaman sampai 200 meter dan tulang naga emas ini masih utuh, tapi kemana inti dewa atau inti naga nya kenapa di danau ini tidak ada" ucap Long Tian yang masih berjongkok dan menyentuh tanah.
" Nanti saja aku cari lebih baik menyimpan danau ini di halaman belakang Istana dunia jiwa saja dulu baru nanti yang lainnya" ucap Long Tian berbicara sendiri lagi
Tanah mulai bergetar tiba tiba danau darah naga itu menghilang akibat di Teleportasikan oleh Long Tian ke halaman belakang istana Dunia Jiwa, dan hanya menyisakan kawah seluas 500 meters dan sedalam 200 meter lebih.
Long Tian kemudian menggunakan ilmu mata emasnya dan dia melihat ada sebuah ruangan tepat di atas danau itu, dia langsung berteleportasi ke ruangan tersebut dan melihat sebuah kotak Giok besar dan di atasnya terlihat satu kotak giok kecil dan sebuah kitab.
Long Tian tidak menemukan bahaya apapun di ruangan itu jadi dia pun mendekati kotak giok tersebut.
Long Tian membuka kotak giok kecil dan melihat inti naga emas ada didalam kotak giok kecil itu dan ada tiga inti naga emas disana, Long Tian menyimpan nya di ruang harta istana Dunia Jiwa, dia kemudian mengangkat kita kuno tersebut dan membaca bagian depannya.
"Kitab Surgawi Naga Emas" ucap Long Tian
"Kitab yang sudah lama hilang ini berhasil aku temukan" ucap Long Tian sambil menyimpannya di atas meja ruang kerjanya di dunia jiwa.
"Kotak Giok ini sangat kuno tapi bahkan tidak di segel" ucap Long Tian sambil membuka penutup kotak giok besar itu yang merupakan barak terakhir di ruangan itu.
"Aku sangat beruntung ternyata kotak ini Kotak dimensi" Ucap Long Tian yang melihat isinya berupa gunungan emas, permata, berlian, inti dewa dan lain lain juga tumpukan senjata dan artefak sampai kitab dan gulungan kuno menggunung.
Long tian menutup kembali kotak giok besar itu dan menyimpannya di ruang harta dunia jiwa dan dia sendiri ikut ke dalam ruang harta dunia jiwa.
Di Ruang Harta tersebut di kemudian melihat sekeliling nya dan menggelengkan kepalanya, "dimana bisa ku simpan dan ku hitung harta baruku ini jika disini aku mau berjalan ada susah, oh hartaku kenapa ka tidak habis habis" ucap Long Tian.
Long Tian yang merupakan pemilik dunia jiwa ini kini berjalan ke salah satu dinding ruangan dan menyentuh dinding itu.
"Pengendalian Tanah, ruang tercipta lah" ucap nya sambil menekan dinding itu dan tiba tiba dinding itu bergerak mundur dan mundur sampai sejauh 800 meter membuat ruangan harta istana dunia jiwa itu semakin lebar, long Tian terus melakukan ini ke tiga dinding lainnya dan membuat ruangan ini menjadi sangat luas.
"Nah kini sudah bisa aku keluarkan isi kotak giok dimensi itu" ucap Long Tian yang menggunakan kekuatan aura naga untuk mengangkat kotak giok besar itu ke tengah area baru yang masih kosong itu.
"Kenapa ruang baru ini juga masih jadi sempit begini, belum tumpukan harta yang dari dunia dalam liontin" ucap Long Tian sambil menggelengkan kepalanya melihat ruang harta nya benar benar penuh sampai susah untuk dia berjalan.
Long Tian kemudian keluar dari ruang harta dunia jiwa dan kembali ke ruangan di dalam Goa itu dan langsung berteleportasi ke keluar dari Goa itu kini dia melihat ada burung burung yang terbang di atasnya.
"Jadi danau darah naga itu yang menindas semua hewan di hutan ini, itu berarti semua hewan di dunia jiwa dan penduduk kota juga akan merasakan hal yang sama" ucap Long Tian yang menepuk jidatnya sendiri karena melewatkan hal ini, dia langsung berteleportasi ke halaman belakang istana dan melihat danau darah naga yang sudah menyatu dengan halaman belakang istana itu.
Long Tian menggunakan kekuatan kontrak dunianya dan menemukan bahwa semua penduduk dan hewan disana sedang berlari dan terbang menjauh.
"Gara gara kelalaian ku hampir semua jadi korban" ucap nya sambil membuat segel cakram langit dan segel kuno untuk menjaga agar tidak ada aura naga yang keluar dari dalam danau.
Setelah selesai dia langsung melesat ke atas istananya dan melayang di atas istananya. .
"Maafkan aku gara gara kelalaian ku kalian jadi tertindas, kalian Kembalilah sekarang sudah aman" ucapnya menggunakan kekuatan semesta agar semua bisa mendengarnya.
Long Tian kemudian keluar dari dunia jiwa dan kembali ke depan Goa, kini dia bisa merasakan sudah ada hewan hewan kecil di hutan ini.
Long Tian kembali melangkahkan kakinya dan kembali menelusuri hutan, dia benar benar menikmati jalan jalan di hutan ini.
…..
Sementara itu pasukan perang yang dipimpin oleh Jenderal Long Pang sedang berusaha untuk menghapus satu sekte aliran hitam yang ada di pinggir hutan tempat Long Tian berwisata.
"Tetap bertahan dan serang bersamaan" ucap Jenderal Long Pang terdengar.
Saat ini tanpa mereka duga ternyata sekte aliran hitam itu memiliki kekuatan di atas mereka.
5000 prajurit perang yang bersama Jenderal Long Pang terkepung oleh jutaan anggota sekte aliran hitam dengan kultivasi terendah di Dao Elemen tahap akhir dan lebih dari satu juga di tingkat dao bumi tahap akhir, dan inilah yang membuat dia dan pasukan nya terkepung.
"Jenderal Shi Ju dapatkan anda kesini membantu kami" ucap Jenderal Long Pang bertelepati.
"Maaf Jenderal Long Pang, kami sedang di kepung pasukan sekte aliran hitam jumlah mereka jutaan di tempat kami, bertahanlah dahulu kami akan kesana setelah semua disini menjadi abu" jawab Shi Ju.
" Baik Jenderal mohon agak cepat" ucap Jenderal Long Pang.
" Jenderal Long Pang kita hanya bisa bertahan karena jubah perang ini saja dan tidak tahu sampai berapa lama kita bisa bertahan" ucap salah satu Jenderal muda yang ada disana