
Memerlukan waktu dua puluh menit untuk kapal dunia naga melintasi ruang hampa dan kini Kapal Dunia Naga sudah melayang di angkasa dekat dengan poros langit kedua puluh dua.
"Jenderal Mo Fei kenapa kau kembali" ucap Long Tian yang melihat jika Jenderal Mo Fei mendatanginya.
"Kakak, aku tadi itu mau meminta kapal perang dan jubah perang namun aku lupa karena kakak malah membuat pengaturan untuk kami" jawab Jenderal Mo Fei sambil duduk di depan Long Tian dan tersenyum ramah.
"Mo Fei mau sampai kapan kau dengam wujud iblis mu itu, bukankah kau dan pasukanmu bisa berwujud manusia" ucap Long Tian sambil mengeluarkan satu cincin dimensi.
Jenderal Mo Fei langsung bertransformasi menjadi wujub manusianya dan terlihat jika dia kini laksana seorang pangeran muda yang seusia Long Tian yang masih *20 tahunan*
"Kakak kenapa jubah ini berwarna Putih dengan corak emas begini" ucap Jenderal Mo Fei sambil mengeluarkan satu jubah perang yang terpisah dari tumpukan jubah perang lainnya dan memakainya.
"Mo Fei apa kau sudah tidak suka dengan warna putih dan corak emas itu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Kakak, biasanya kau membuat apa apa dengan polos tanpa corak apapun." Ucap Jenderal Mo Fei.
"Mo Fei dulu aku belum punya anak jadi hidupku kurang berwarna, makanya kau nikah sana, kau dan Long Bo sama saja jangan jangan kalian saling suka" ucap Long Tian sambil tertawa terbahak bahak.
"Kakak sebelum aku kembali ke dunia ku di galaksi surgawi dan memastikan jika istriku sudah tidak ada maka aku tidak akan menikah lagi, demikian juga Long Bo" ucap Jenderal Mo Fei sambil melihat angkasa.
"Mo Fei bagaimana jiksa istrimu sudah nikah lagi setelah kau pergi ratusan juta tahun" ucap Long Tian ketus.
"Jika dia sudah nikah lagi dengan sesama iblis putih atau dengan manusia maka aku akan restui mereka dan akan aku tinggalkan baik baik, namun jika ternyata menikah dengan iblis darah maka aku akan membuat mereka jadi abu" jawab Jenderal Mo Fei sambil tersenyum dan tetap melihat angkasa.
"Jalani saja kehidupan ini apapun yang terjadi, di galaksi ini hanya ada dua semesta jadi sampaikan kepada Long Bo untuk ke semesta kedua dan kau hapus dan bersihkan semesta ini, perasaan ku mengatakan ada banyak kawan lama mu disini, jadi aku akan tetap di semesta ini bersamamu" ucap Long Tian sambil tersenyum.
"Baik kakak, saya pamit prajurit saya sudah menunggu di lapangan militer dunia naga" ucap Jenderal Mo Fei sambil berdiri dan melangkah pergi namun kembali lagi.
"Mo Fei apalagi" ucap Long Tian
"Kakak kenapa disini tidak ada yang lainnya hanya kapal perang dan jubah perang saja" ucap Jenderal Mo Fei sambil menunjukan cincin dimensi yang di berikan oleh Long Tian sebelumnya.
"Bukankah itu yang tadi kau minta" ucap Long Tian sambil memberikan satu cincin dimensi yang berisi sama dengan yang diberikan kepada Jenderal Long Bo namun tanpa kapal dan jubah perang.
"Kakak oh kakak, kau selalu saja bercanda, aku pergi" ucap Jenderal Mo Fei sambil mengambil cincin dimensi yang di tangan Long Tian dan melangkah kembali ke dunia naga dengan memasuki pintu dimensi yang ada di dek kapal dunia naga.
"Satu lagi yang akan membuat kepalaku pusing" ucap Long Tian sambil berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta.
Long Tian muncul di sebuah kota tepatnya di sebuah gang kecil yang sepi.
"Ada apa dengan kota ini dan sepertinya ada peperangan di luar kota ini" ucap Long Tian sambil melangkah meninggalkan gang kecil tersebut.
"Rumah makan ini sangat ramai dan seperti nya cocok untuk aku mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi" ucap Long Tian sambil memasuki rumah makan itu.
Semua meja di lantai bawah itu terlihat penuh oleh prajurit prajurit yang berpakaian perang tidak terlihat satu pun penduduk dan kursi kosong.
"Tuan muda maaf, lantai ini sudah penuh jika tuan muda berkenan bisa di lantai dua saja masih ada satu meja kosong, atau anda bisa menggunakan menggunakan lantai tiga dengan ruangan sendiri namun kedua lantai itu ada biaya tambahan untuk lantai dua senilai lima koin emas dan lantai tiga 10 koin emas" ucap seorang wanita muda yang berpakaian layaknya seorang pelayan.
"Nona lantai dua saja dan apakah saya harus membayar sekarang" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Tuan muda nanti saja tidak apa apa jika anda sudah selesai" ucap wanita muda tersebut dengan detak jantung yang lebih cepat dan terlihat jika yang menonjol besar di dadanya naik turun akibat senyuman ramah Long Tian.
"Nona kita ke lantai tiga saja jika demikian" ucap Long Tian dengan senyum yang mengetarkan hati para wanita.
"Tuan muda mari ikuti saya" ucap wanita muda tersebut sambil berjalan menuju tangga dan terlihat jika tonjolan di dadanya semakin naik turun karena detak jantung nya yang semakin cepat.
"Depan dan belakang sama sama besar, di tambah pakaiannya juga sangat minim namun dengan bahan berkualitas bagus, wanita muda ini bukan hanya pelayan saja" ucap Long Tian dalam hatinya sambil mengikuti wanita muda itu dan pandangannya fokus dengan bagian belakang wanita muda yang dia akui sangat besar dan bergerak naik turun bahkan ke kiri dan ke kanan.
"Tuan muda silahkan masuk, ini ruangan anda dan hanya anda yang akan menempati ruangan ini" ucap wanita muda tersebut dengan suara yang tertahan dan bisa menggetarkan laki laki saat mereka memasuki sebuah ruangan besar dengan meja yang pendek tanpa adanya kursi disana namun ada banyak bantal lantai disana sebagai pengganti kursi.
"Nona bisakah anda menemani saya sebentar ada yang ingin saya tanyakan kepada anda" ucap Long Tian sambil duduk di salah satu bantal lantai itu.
Wanita muda itu kemudian menuang Teh ke gelas di depan Long Tian dengan sedikit membungkuk dan pemandangan yang sangat asri terlihat oleh Long Tian yaitu dua lembah gunung giok putih yang seakan akan jatuh.
"Tuan muda maaf saya hanya bisa melayani tuan untuk makan dan minum saja tidak bisa untuk hal itu" ucap wanita muda tersebut sambil duduk dan melipat kakinya dan terlihat jelas sampai pangkal pahanya karena pakaian yang di gunakan memiliki belahan yang sampai pinggang.
"Wanita muda ini bahkan membuatku tidak fokus bahkan ini ku sampai terbangun" ucap Long Tian dalam hatinya dan meminum teh yang disajikan untuknya sampai habis.