Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 83 part 25


"Tuan muda tidak ada alasan khusus saya dulu juga anak yatim piatu, dan demikian pula dengan istri saya jadi membantu mereka semua adalah kewajiban saya saja, saya benar benar berterima kasih kepada anda yang rela memberikan lima juta keping koin emas ini dan saya berjanji akan menggunakan uang ini sebaik mungkin untuk keperluan anak anak angkat saya itu" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat ke Long Tian.


"Baiklah jika demikian bisakah saya menerima bukti pembelian saya untuk lima juta stel pakaian itu, karena hari sudah sangat malam dan saya sudah ingin beristirahat" ucap Long Tian dengan ramah.


Pria sepuh itu langsung merespon dengan cepat membuat bukti pemesanan Long Tian dan membubuhkan segel toko nya sebagai bukti ke keabsahannya.


"Tuan muda ini bukti pemesanan anda dan jika anda mau saya bisa mengantarkannya ke tempat yang anda inginkan" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil memberikan selembar kertas.


"Sudah tidak perlu untuk itu, nanti biar orang saya saja yang mengambilnya, saya mohon diri dahulu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke pria sepuh itu dan menerima lalu menyimpan bukti pemesanannya.


Pria sepuh itu kemudian mengantarkan Long Tian sampai keluar dari tokonya dengan perasaan sangat berbahagia karena malam ini dia mendapatkan pertolongan dari Long Tian.


"Tuan muda ini laksana dewa, datang membantu ku tanpa merendahkan ku sama sekali, saya hanya bisa berdoa agar sang pencipta selalu menjaga anda saja" ucap pria sepuh itu sambil melihat punggung Long Tian yang semakin menjauh dari pandangannya.


Long Tian terus berjalan karena hari memang sudah sangat gelap dan semua toko juga sudah tutup, hanya sedikit saja yang masih berjalan di jalanan ibukota kekaisaran itu.


"Beda siang beda malam, siang sungguh ramai sedangkan malam sungguh sangat sunyi" ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus berjalan ke arah penginapan yang di tunjukkan oleh pria sepuh pemiilik toko pakaian.


"Semoga saja pilihanku menjadikan Fibu sebagai master sekte pilar naga emas di dunia ini bisa membawa perubahan untuk semuanya dan sepertinya penginapan ini cukup mewah" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melangkah memasuki sebuah penginapan dan disambut baik oleh seorang wanita muda.


"Selamat malam Tuan muda, selamat datang di penginapan rembulan, apakah anda hendak menginap di penginapan kami atau hendak ke rumah makan kami" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian.


"Nona saya ingin menginap di sini apakah kamar terbaik anda masih kosong" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda, kebetulan kamar terbaik kami masih ada satu yang kosong di lantai tiga dan biaya permalam nya seratus lima puluh keping koin emas saja sudah termasuk dengan sarapan anda besok pagi bahkan jika anda mau makan malam ini juga gratis untuk anda" ucap wanita muda itu dengan ramah.


"Baiklah bisakah anda mengantarkan saya ke kamar itu saya benar benar membutuhkan istirahat" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan dua ratus keping koin emas.


"Tuan muda ini kelebihan" ucap wanita muda itu sambil memberikan kembali lima puluh Keping koin emas ke Long Tian.


"Sudah untuk mu saja nona" ucap Long Tian dengan ramah.


"Mari Tuan muda saya antarkan kebetulan kuncinya saya pegang" ucap wanita muda itu dengan gembira sambil melangkah menuju tangga ke lantai tiga.


Long Tian pun mengikuti wanita muda itu dan sambil memeriksa semua pengunjung penginapan tersebut.


"Tuan muda ini kamar anda, dan besok pagi apakah anda ingin sarapan disini atau hendak ke rumah makan di bawah" ucap wanita muda itu sambil membuka pintu kamar yang terkunci.


"Nona saya akan ke bawah saja" ucap Long Tian sambil memasuki kamar itu.


"Baik Tuan muda, saya permisi dan terima kasih atas hadiah anda" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil menutup pintu kamar itu.


Long Tian langsung mengunci kamar tersebut dan dia kemudian membuat segel perlindungan di kamar itu lalu bergegas menuju kamar tidurnya.


Dia kemudian membuka pakaiannya dan melihat dadanya terlihat jika luka yang dia terima saat bertempur dengan raja iblis darah bertanduk empat itu timbul kembali padahal dia sudah meminum dua butir pil penyembuh tingkat pencipta dan menggunakan cahaya emas regenerasi miliknya.


"Luka ini masih belum sembuh juga, dan sebaiknya aku merubah waktu di kamar ini dahulu" ucap Long Tian sambil melihat dadanya yang semakin menghitam.


Dia membuat perubahan waktu 10 tahun karena sesuai dengan perkiraan nya cukup untuk dia menyembuhkan dirinya sampai besok pagi.


Long Tian yang sudah selesai membuat perubahan waktu kemudian membuka semua pakaiannya dan terlentang di tempat tidur itu.


Cahaya emas regenerasi mulai keluar dari pori pori tubuhnya dan menutup tubuh Long Tian seutuhnya lalu mengangkat tubuhnya lima puluh sentimeter dari atas tempat tidur itu.


Long Tian terlarut dalam proses penyembuhannya dan dia tidak memperdulikan lagi cincin dimensinya yang bersinar terang.


Luka dalam yang di terima oleh Long Tian kali ini memang sangat berat dan sebenarnya dia dari tadi menahan rasa sakit namun tidak ingin membuat siapapun mengetahuinya.


Waktu berlalu dan matahari pagi sudah bersinar kembali, Long Tian juga sudah duduk di kursi yang ada di ruang tamu kamarnya itu sambil menikmati Teh Herbal buatannya dan juga apel emas.


Perubahan waktu dan segel perlindungan yang semalam dia buat juga sudah dia hilangkan.


"Akhirnya aku bisa sembuh total, dan ini menjadi pelajaran berharga untukku, bahkan jubah naga ku bisa hancur oleh raja iblis bertanduk empat itu padahal tingkat kultivasi nya jauh di bawahku" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil kemudian mengunyah apel emasnya sampai habis dan sudah lima apel emas dia konsumsi.


"Cincin komunikasi ini dari semalam menyala terus, ada apa gerangan yang terjadi" ucap Long Tian sambil memberikan sedikit Qi nya ke dalam cincin komunikasi itu.


"Penguasa, maafkan hamba menghubungi anda malam malam namun kami benar benar merasa bersalah karena dua juta prajurit wanita dan dua juta lima ratus prajurit laki laki telah meninggal dunia di dimensi ke tujuh puluh tujuh tapi kami kini sudah berhasil mengambil alih dunia itu, kami mohon pengampunan dari Penguasa" terdengar suara Leiji melalui cincin komunikasi itu dan terdengar sambil menangis.


"Penguasa hamba sepertinya harus harus merubah tehnik peperangan kami tidak bisa lagi menjadi pasukan cadangan untuk pasukan wanita, kami mohon ijin untuk bersatu dengan pasukan wanita agar bisa meminimalisir dampak peperangan" terdengar suara jenderal Mo Fei melalui cincin komunikasi itu.