Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Petir emas


"Semoga kalian semua bisa hidup lebih baik lagi, terima kasih atas doa kalian untukku, inilah takdir langit sesungguhnya dari sang pencipta untuk kalian semua" ucap Long Tian dengan kekuatan semesta terdengar jelas di desa itu namun mereka semua tidak ada yang bisa melihat Long Tian hanya mendengar suaranya seakan Long Tian ada di dekat mereka.


Long Tian belum meninggalkan desa itu sebenarnya dia masih berada di atas awan melihat sekeliling desa itu dan dia melakukan ini karena ingin mengetahui apakah ada bahaya untuk warga desa itu namun sejauh 200 kilometer tidak menemukan bahaya apapun.


Long Tian yang sudah mengetahui lokasi pulau yang di maksud oleh kepala desa langsung berteleportasi ke atas awan pulau itu dan ia melihat sebuah pulau besar dengan dikelilingi oleh ratusan pulau kecil.


"Benar dugaan ku, kasus ini sama dengan meracuni sungai yang pernah ku tangani dan kini ternyata mereka melakukan hal yang sama dengan membuang jutaan drum racun ke laut" ucapnya sambil melihat jutaan drum drum kayu yang mengeluarkan racun berwarna hitam pekat di pantai pantai pulau pulau kecil yang mengelilingi pulau besar itu.


"Aku terlalu malas untuk menyapa kalian semua" ucap Long Tian sambil membuat gerakan tangan dan kemudian menunjuk ke arah pulau besar di bawahnya.


Jutaan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman keluar dari jarinya dan melesat menuju pulau besar itu.


Long Tian kembali menggunakan kutukan darah karena inilah ilmu yang dia kuasai untuk menghapus semua garis darah dari musuhnya agar benar benar bisa menghapus sampai akarnya.


Bola bola cahaya kecil berterbangan melesat dari pulau itu melesat ke seluruh penjuru dunia itu.


Long Tian melayang turun ke pulau itu dan dia kini berdiri di sebuah bangunan besar yang ada disana dan memasuki nya, ruangan ini adalah ruangan harta milik mereka yang sebelumnya ada di pulau ini dan dia kembali menemukan banyak harta didalamnya yang langsung dipindahkan ke ruang harta dunia jiwanya.


Long tian keluar dari bagunan itu dan kembali melesat ke atas langit dan melayang 500 meter di angkasa.


"Lava suci abadi bakar semuanya buatan manusia di pulau ini" ucap Long Tian sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahunya dengan telapak tangan menghadap ke bawah.


Cahaya merah keluar dari tangannya dan menyebar ke seluruh pulau itu bahkan ke semua pulau pulau kecil dan membakar semuanya yang ada di pulau pulau itu, semua buatan tangan manusia kini menjadi abu.


"Laut bersihkan pulau ini" ucapnya sambil menggerakkan tangannya yang sejajar dengan bahunya kedepan dadanya secara perlahan.


Air laut bergejolak dan ombak ombak besar dan tinggi menyapu pulau itu berkali kali sampai benar benar bersih dan hanya menyisakan sebuah pulau yang seakan belum pernah di injak manusia.


"Baiklah tinggal menolong lautan ini" ucap Long Tian sambil melayang ke tengah lautan.


"Hukum penciptaan, regenerasi"ucap Long Tian sambil kembali mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahunya dengan telapak tangan menghadap kebawah.


Cahaya emas pekat kini terlihat jelas keluar dari kedua telapak tangannya dan langsung menyebar ke seluruh lautan membuat lautan itu benar benar tenang dan tidak ada ombak sama sekali, perlahan terlihat jika air laut itu kini perlahan mulai bening sebening air embun.


Tidak berhenti di sana kini di lautan yang menjadi bening itu mulai terlihat ikan ikan mulai berenang kembali dan bukan hanya satu dua melainkan jutaan ikan yang berenang karena mereka kini beregenerasi dengan cepat sehingga melahirkan banyak ikan baru dan di regenerasi untuk cepat besar dan proses regenerasi lautan itu bukan hanya sebentar, sudah lima Jam Long Tian melakukan hal ini dan kini terlihat dia mulai menurunkan tangannya.


Air laut kembali bergerak dan membuat ombak ombak kecil di pantai pantai.


"Ayah lihatlah pasti ini bantuan dari penguasa, kini banyak sekali pepohonan di bibir pantai kita dan ikan juga sudah banyak kembali" ucap anak kepala desa yang memang berdiri di pantai sejak ada fenomena cahaya emas menyebar di lautan dan membuat air lautan menjadi bening.


"Betul Nak, tugas kita adalah merawat laut dan pantai pantai lainnya serta hanya mengambil ikan sesuai kebutuhan kita saja" ucap Kepala desa sambil tersenyum.


Long Tian masih melayang di atas lautan dan kini dia kembali ke pulau itu dan berdiri di tengah pulau itu dia melihat sekelilingnya sekarang sudah memiliki banyak pohon yang berdaun lebat.


"Terima kasih Sang Pencipta telah banyak membantu hambamu ini, hamba tau jalan ini tidak mudah dan hamba juga tahu tangan hamba ini penuh darah namun berikanlah selalu kemudahan untuk manusia manusia yang berhati baik, hamba juga titipkan orang tua dan semua keluarga hamba padamu" ucap Long Tian sambil berlutut dan melihat langit.


Terlihat petir berwarna emas beberapa kali di langit semua dunia dia 100 galaksi dan bahkan di galaksi surgawi dan galaksi terkutuk milik ras iblis darah.


Tidak ada yang mengetahui apapun yang terjadi karena ini pertama kalinya ada fenomena petir emas yang terlihat dan saling menyambar di atas langit.


Fenomena alam ini banyak membuat orang bahagia karena mereka jika dewa penolong akan menolong mereka semua namun tidak demikian dengan ras iblis darah di galaksi terkutuk mereka semua mengutuk fenomena alam ini karena mereka meyakini akan adanya bahaya untuk mereka di masa depan.


Sedangkan di galaksi surgawi fenomena ini menjadi mereka lebih waspada karena fenomena ini mereka kira adalah fenomena ada yang mendapatkan berkah langit.


Satu jam sudah fenomena itu terjadi sementara itu sinar cahaya emas tampak melesat ke arah Long Tian dan ini mirip dengan cahaya emas regenerasi miliknya.


Long Tian sendiri saat ini sedang duduk dengan sikap lotus dan menggunakan kekuatan 100 galaksi..


Cahaya emas itu mengenai Long Tian dan hanya rasa nyaman yang dirasakannya.


"Apakah ini yang dirasakan oleh mereka yang aku obati dengan hukum penciptaan regenerasi, tapi kenapa jubah cahaya ku kini mendapatkan lapisan cahaya emas" ucap Long Tian dalam hatinya.


Sementara itu banyak warga desa dan penduduk lainnya yang melihat cahaya emas memanjang dari langit ke arah pulau terlarang, mereka semua hanya berdiri di pinggir pantai mereka dan melihat betapa indahnya cahaya emas itu yang diiringi sambaran sambaran petir emas di atas langit pulau terlarang namun tidak ada seorang pun yang berani untuk mendekati pulau terlarang.