Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Desa Longshen part 1


Satu jam berlalu dan kini kapal dunia naga sudah melayang di dekat poros langit semesta pertama galaksi ke dua puluh lima dan ada dua semesta di galaksi ini dengan masing masing ada satu dunia.


"Kita lihat siapa yang kali ini membutuhkan kehadiran ku" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta ini.


"Dan aku kembali muncul di depan sebuah desa di lereng gunung, baiklah kita lihat ada apa di desa ini" ucap Long Tian sambil melangkah memasuki desa di depannya.


"Desa yang nyaman sepertinya tidak ada masalah di desa ini" ucap Long Tian dalam hanya sambil memasuki gerbang desa.


"Tuan muda seperti nya anda tersesat sampai masuk ke desa ini" ucap seorang pemuda yang melihat Long Tian memasuki gerbang desa dan berjalan ke arahnya.


"Tuan anda benar, jika saya boleh tau kemanakah jalan menuju ibukota" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda, ke ibukota sangat jauh jarak kesana kurang lebih tiga bulan perjalanan jika dari desa kami ini, apakah anda dari ibukota" ucap pemuda itu dengan ramah.


"Benar Tuan, saya dari ibukota dan saya kebetulan sedang mencari pengalaman serta Tanaman herbal untuk saya pelajari" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda mari mampir dulu ke rumahku, sangat jarang ada tamu ke desa ini apalagi dari ibukota baru anda seorang, kami disini semuanya tidak pernah ke ibukota karena sangat jauh" ucap pemuda itu dengan ramah dan meminta Long Tian mengikuti nya.


Long Tian mengikuti pemuda itu dan mereka berjalan ke dalam desa itu.


"Pemuda ini bahkan sudah di tingkat dao surgawi tahap akhir" ucap Long Tian dalam hatinya.


Mereka memasuki rumah terbesar yang berada di tengah tengah desa itu bahkan hampir mirip kediaman bangsawan dan memang desa ini sangat mirip sebuah kota kecil.


Pemuda itu duduk di kursi yang ada di teras rumah itu dan demikian juga dengan Long Tian yang duduk di depannya.


"Tuan kediaman anda sangat besar bahkan sebesar kediaman bangsawan di ibukota bahkan arsitektur bangunan ini sangat bagus" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melihat sekelilingnya.


"Tuan muda terima kasih, ini rumah peninggalan kedua orang tuaku, dan mereka memang dari ibukota, namun aku sendiri belum pernah kesana" ucap pemuda itu dengan ramah.


"Tuan, desa ini sangat ramai, masyarakat disini juga sangat banyak sudah mirip sebuah kota" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda desa ini sudah berdiri ratusan juta tahun dan disini tidak ada yang meninggalkan desa ini setelah dewasa, jika kita bisa hidup abadi mungkin kami sudah seluas dunia ini" ucap pemuda itu sambil tertawa ringan.


"Maaf apakah anda kepala desa disini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda di desa ini tidak ada kepala desa, kami disini menggunakan sistem kebersamaan, jadi semua keputusan diambil hasil rapat semua kepala keluarga atau yang mewakili nya" ucap pemuda itu menjelaskan.


Long Tian tidak menjawabnya namun dia menganggukan kepalanya sebagai tanda dia memahaminya.


"Tuan muda kota terdekat dari sini harus ditempuh dua bulan jika lewat darat dan jika anda melewati sungai anda bisa sampai dalam satu bulan saja, namun baru dua hari lagi ada perahunya" ucap pemuda itu dengan sopan.


"Tuan apakah saya nyasar sejauh ini" ucap Long Tian berpura pura kebingungan.


"Tuan muda malam ini anda menginap disini saja, karena nanti malam adalah malam bulan purnama dan jika malam bulan purnama di hutan yang tadi anda lewati itu banyak sekali ras iblis darah berkeliaran, dan mereka semua juga berkultivasi di tingkat dao surgawi tahap akhir, maaf tapi anda sepertinya tidak berkultivasi atau anda di tingkat di atas saya" ucap pemuda itu dengan ramah.


"Tuan, apakah ras iblis darah di sekitar sini sangat berbahaya, dan apakah warga desa tidak terancam oleh mereka" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda, di desa ini ada artefak peninggalan leluhur yang akan berbunyi sangat kencang jika dalam radius lima kilometer dari pagar dan gerbang desa ada ras iblis darah jadi kami bisa bersiap untuk melawan mereka, namun ayah dan ibuku menjadi korban ras iblis darah yang memiliki tiga tanduk di kepalanya sebulan yang lalu" ucap pemuda itu dengan sedih dan air mata yang menetes pelan.


Duuuuuuuuuuung


Duuuuuuuuuuung


Duuuuuuuuuuung


Terdengar suara yang sangat keras dari atas rumah pemuda itu.


"Tuan muda anda tunggu disini saja lebih aman untuk anda, sepertinya Ras iblis darah itu datang lagi" ucap pemuda itu sambil terbang melesat ke arah gerbang kota dan meninggalkan Long Tian.


Booooooooooom


Terdengar ledakan keras dari arah gerbang desa.


Booooooooooom


Terdengar lagi ledakan dari bagian belakang desa


Ledakan bersahut sahutan itu semakin sering terdengar oleh Long Tian.


Long Tian kemudian menteleportasikan Li Lian dan Li Mei ke depannya dan mereka berdua nyaris terjatuh di depan Long Tian namun berhasil ditahan oleh Long Tian.


"Gege ada apa, kenapa mendadak kau menarik kami kesini untuk kami berpakaian rapi" ucap Li Mei.


"Kalian berdua ke arah belakang desa sebelah sana, bantu penduduk desa ini dari serangan ras iblis darah hati hati ada dua Jenderal iblis di tingkat pencipta bumi tahap akhir disana dan Gege akan melawan mereka yang di depan gerbang desa dia memiliki kultivasi tingkat pencipta semesta tahap menengah" ucap Long Tian sambil menunjuk arah peperangan di belakang desa.


"Baik Gege, anggap saja sudah selesai" ucap Li Mei sambil menarik Li Lian yang hendak berpamitan dengan Long Tian.


Mereka berdua terbang melesat ke arah belakang desa dan Long Tian terbang melesat ke arah gerbang desa.


"Jadi ada raja iblis darah di sini" ucap Long Tian yang melayang di atas gerbang desa dan melihat para penduduk termasuk pemuda yang ramah kepadanya sedang membuat formasi bertahan,


*Tinju cahaya" ucap Long tian sambil meninju ke arah raja iblis darah dan ribuan Qi cahaya berbentuk kepalan tangan mengarah ke raja iblis darah beserta pasukannya.


Booooom


Booooooom


Booooom


Ledakan demi ledakan terus terdengar saat ribuan Qi cahaya berbentuk kepalan tangan itu mengenai raja iblis darah dan tidak memberikan kesempatan raja iblis darah itu untuk melawan.


Pemuda itu melihat ke atas dan melihat Long Tian dengan kagum.


Long Tian melesat turun ke atas tanah sambil terus mengirim tinju cahaya ke raja iblis darah itu dan kemudian dia mengeluarkan pedang naga emas dan menyabetkan pedangnya dari kanan ke kiri dan siluet pedang berwarna merah kehitaman keluar dari ujung pedangnya mengenai semua yang ada di depannya dan merubah pasukan ras iblis darah itu menjadi abu namun sebelum menjadi abu masing masing tubuh ras iblis itu mengeluarkan ratusan bahkan ribuan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman yang menyebar bahkan banyak yang mengenai pasukan raja iblis darah itu dan kembali keluar bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman dan menjadi abu.