
"Penduduk desa ingat perjanjian lima ratus tahun lalu dan jangan kalian lupakan.
Berikan persembahan untuk kami kaum wanita iblis.
Berikan kami sepuluh anak perempuan sesuai kesepakatan yang kalian buat dengan kami.
Suruh sepuluh anak perempuan itu untuk menuju mata air, ikuti aliran sungai di belakang desa kalian.
Jika kalian tidak menuruti perjanjian lama kita maka bukan hanya air sungai yang hilang melainkan juga seluruh anak perempuan di desa kalian akan kami ambil seperti lima ratus tahun yang lalu.
Waktu kalian hanya sampai bulan purnama.
Ingatlah jika hanya kehancuran yang akan kalian terima jika kalian ingkar.
Sekte wanita iblis."
Long Tian yang membaca tulisan kuno ini mengerutkan keningnya karena dia tidak pernah mengetahui jika ada pasukan wanita dari ras iblis darah.
"Tuan kepala desa, bisakah anda menjelaskan kepada saya lebih jauh mengenai sekte wanita iblis ini" ucap Long Tian dengan serius.
"Tuan muda, berdasarkan cerita turun temurun dari para leluhur bahwa dahulu ada banyak wanita yang dibuang ke hutan oleh suami mereka, dan saat itu mereka membuat perkumpulan yang mereka beri nama sebagai sekte wanita iblis, sekte ini bukanlah kelompok iblis darah namun merupakan wanita wanita yang di buang, mereka memiliki kultivasi di atas kami semua bahkan menurut catatan sejarah jika mereka semua sudah di tingkat pencipta langit tahap akhir lima ratus tahun yang lalu.
Mereka semua membuat kekacauan dengan menyerang desa juga kota di sekitar hutan itu, dan membawa banyak perempuan bersama mereka, lalu para leluhur membuat kesepakatan dengan mereka dan itulah kesepakatannya karena para leluhur berpikir jika mereka semua bisa dibasmi atau punah di hutan" ucap kepala desa itu dengan sangat serius namun tetap sopan sambil menunjuk ke arah hutan yang terlihat dari teras desa itu.
"Apa kesalahan mereka semua sampai mereka dibuang seperti itu" ucap Long Tian dengan santai sambil kemudian meminum sedikit teh di gelasnya.
"Tuan muda, saya tidak mengetahui hal itu, namun yang saya ketahui jika mereka semua memiliki jutaan pasukan dan semuanya adalah wanita" ucap kepala desa itu dengan sangat sopan.
Long Tian tampak merenung dan dia kemudian berdiri melihat ke arah gunung yang di tunjuk oleh kepala desa itu.
"Lan Ji apakah kau tau tentang sekte wanita iblis" ucap Long Tian melalui telepati ke Lan Ji.
"Penguasa ada catatan sejarah mengenai hal itu, namun saya belum bisa memastikan kebenarannya karena yang kami miliki hanya catatan kuno saja beserta perjanjian kuno" jawab Lan Ji dengan ramah melalui telepati.
"Aku minta kau jalin kerjasama yang baik dengan desa embun, lakukan transaksi bisnis dengan mereka agar mereka bisa berkembang dengan baik" ucap Long Tian melalui telepati kembali.
"Siap Penguasa akan saya laksanakan, sementara saya menghilangkan dahulu tarif masuk kota sampai warga kota kembali bisa berbisnis dengan normal" jawab Lan Ji melalui telepati.
"Lanjutkan" ucap Long Tian melalui telepati.
"Terima kasih Penguasa, hamba mohon diri" Jawab Lan Ji melalui telepati kembali.
Long Tian yang sambil mengawasi hutan itu dengan mata emasnya melihat jika ada jutaan wanita di hutan itu, bahkan ada beberapa yang memiliki kultivasi tingkat pencipta surgawi tahap menengah.
"Kepala desa, Apakah ada tanah kosong yang luas di desa ini" ucap Long Tian dengan serius.
"Tuan muda satu satunya lapangan desa ada di belakang rumah saya, mari kita ke belakang" ucap kepala desa itu dengan ramah sambil mengajak Long Tian untuk ke lapangan belakang rumah nya melalui jalanan kecil yang ada di halaman rumahnya itu.
Long Tian mengikuti kepala desa itu dengan santai sambil bertelepati.
"Li Lian dan Li Mei apakah pasukan wanita mau berlatih" ucap Long Tian bertelepati kepada kedua istrinya itu.
"Suamiku kami semua ingin berlatih namun keputusan tetap sama Leiji karena dia yang memimpin kami tapi ingatlah istrimu sudah tiga jangan kau jadikan seratus tiga" ucap Li Mei melalui telepati.
"Kau itu ada ada saja, kenapa tidak seribu istri saja sekalian dari pada hanya seratus" jawab Long Tian melalui telepati.
"Suami lihat saja kalau kau berani menambah lagi maka aku akan mengikatmu di tempat tidur kita" ucap Li Mei melalui telepati namun Long Tian tidak membalasnya.
"Suamiku, bisakah kau tanyakan ke Leiji, karena dia pemimpin kami sekarang, oh iya Leiji sudah mencapai tahap semi abadi meski baru tingkat menengah loh, apakah suami tidak mengucapkan selamat ke Leiji" ucap Li Lian melalui telepati dan tidak mendapatkan balasan dari Long Tian
"Leiji, apakah pasukanmu mau berlatih" ucap Long Tian melalui telepati.
"Suami tentu saja mereka harus berlatih apalagi jika bisa ikut berperang hidup dan mati" ucap Leiji melalui telepati.
"Leiji kita belum menikah berhenti memanggilku suami" balas Long Tian melalui telepati sambil terus berjalan mengikuti kepala desa itu.
"Suami kakak Ling-er, kakak Lian-er dan kakak mei-er sudah setuju kok kenapa suami tidak setuju saja, apakah kau takut sampai tidak bisa jalan ya setelah bersama kami semua, apa kau takut jika aku dan adik adikku meminta bersamaan ya jangan khawatir, kami siap bergiliran kok" ucap Leiji melalui telepati.
"Leiji sejak kapan kau jadi begini, baru beberapa hari sudah mulai berani ya" jawab Long Tian melalui telepati mencandai Leiji.
"Suamiku oh suamiku jika saja kita berdua lagi di dalam kamar aku pastikan selama seminggu kau tidak bisa keluar kamar" jawab Leiji melalui telepati.
"Tuan muda apakah lapangan ini cukup, mari kita duduk" ucap kepala desa sambil tersenyum dan mengajak Long Tian untuk duduk di kursi yang melingkari sebuah meja hexagonal.
"Kepala desa, poci teh saya ketinggalan di teras anda, bisakah anda menyuruh pelayan anda mengambilkannya" ucap Long Tian dengan ramah
"Leiji bersiaplah aku akan menarik kalian semua kesini, kalian akan melawan jutaan wanita tingkat pencinta disini' ucap Long Tian melalui telepati.
"Tuan muda saya sendiri yang akan mengambilnya, mohon tunggu sebentar" ucap kepala desa itu sambil berdiri dan berlari ke teras rumahnya.
"Suami kami semua saat ini sedang berlatih di dunia merah jadi kami siap kapanpun kau tarik apalagi jika kau tarik kami semua ke tempat tidur bersama mu maka kami lebih senang" jawab Leiji melalui telepati.
"Anak ini benar benar berubah setelah mengenal ketiga istriku" ucap Long Tian dalam hatinya sambil berkomunikasi dengan dunia merah untuk mengetahui posisi Leiji dan pasukan wanitanya.
"Lapangan ini sepertinya cukup untuk lima juta orang" ucap Long Tian dalam hatinya sambil memperkirakan jumlah prajurit wanita yang bisa ditarik ke dunia itu.