
"Ruangan tersembunyi" ucap Long Tian sambil memandangi dinding Goa dengan mata emasnya dan dia langsung berteleportasi ke ruangan tersembunyi itu.
"Tuas ini harusnya membuka dinding Goa ini ke tempat tadi" ucap Long Tian sambil berjalan mendekati sebuah batu yang memanjang di dinding Goa menyerupai sebuah tombak kecil.
Long Tian mencoba menekan batu tersebut ke bawah dan batu tersebut ternyata benar bisa bergerak ke bawah, dinding Goa itu semuanya bergetar.
Satu persatu dinding Goa mulai turun ke bawah dan terlihat jika di depannya adalah ruangan pertama yang dia masuki yaitu ruangan yang penuh bangkai kelelawar darah raksasa.
Long Tian memutar badannya dan melihat tiga ruangan lain yang sudah terbuka ternyata yang satu adalah ruangan adalah ruangan harta yang berisi koin, tael emas dan perhiasan perhiasan.
"Kaya juga kau bisa memiliki sebanyak ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memasukkan semuanya ke sebuah cincin dimensi.
Long Tian Kemudian pindah ke ruangan satunya dan menemukan ribuan tabung giok yang berisi jantung dari kelelawar darah raksasa dan satu tabung giok yang berisi darah segar
"Jadi begini kau ambil jantung mereka dan kau berikan darahmu dan sedikit jiwamu, sayang rencanamu gagal" ucap Long Tian sambil tersenyum.
"Api lava suci abadi bakar semuanya" ucap Long Tian sambil mendorong telapa tangannya ke depan dadanya, api lava suci abadi menyembur keluar dari telapak tangan Long Tian dan membakar semua tebung giok beserta isinya menjadi abu seluruhnya.
Long Tian menghilangkan api lava suci abadi di tangannya dan dia kemudian berpindah ke ruangan yang terakhir.
"Ruangan ini hanya tempat altar darah dan penyimpanan artefak saja" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengambil satu satunya menara iblis yang ada di dekat altar.
"Dunia kecil di menara iblis ini sudah kosong" ucapnya sambil memasukkan menara iblis itu ke dalam cincin dimensinya dan semua yang ada di ruangan itu kecuali altar darah.
"Altar darah ini masih memiliki banyak darah coba kita lihat pemilik darah ini masih ada apa tidak" ucap Long Tian yang memperhatikan banyak nya darah menggenang di bawah altar.
"Kutukan darah penghapus jiwa" ucap Long Tian pelan sambil menunjuk ke genangan darah itu.
Satu bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman melesat ke genangan darah itu dan jutaan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman melesat keluar dari genangan darah itu dengan sangat cepat meninggalkan Goa itu.
*Ternyata masih jutaan ada di luar, genangan darah ini adalah darah ras iblis darah jadi mereka memang menyiapkan pasukan cadangan dari kelelawar darah raksasa" ucap Long Tian sambil mempelajari altar darah.
"Api lava suci abadi bakarlah" ucap Long Tian sambil kembali mendorong telapak tangannya kedepannya dan kembali menyembur keluar api lava suci abadi yang langsung membakar altar darah dan genangan darah yang ada di depan Long Tian.
Long Tian langsung menghentikan api lava suci abadi dan kembali mengaktifkan mata emasnya memeriksa sekelilingnya namun tidak ada lagi yang dia temukan baik yang berharga maupun yang bernyawa, bahkan cacing tanah pun dia tidak menemukannya.
Long Tian berteleportasi ke luar Goa dan muncul persis lima meter di depan mulut Goa.
"Pengendalian Alam, tanah telan Goa ini" ucap Long Tian sambil menghentakkan kakinya pelan.
Tanah bergetar dengan keras dan terlihat jika Goa itu kini perlahan mulai tertelan oleh tanah bahkan gunung yang ada diatasnya kini mengalami perubahan ketinggian.
"Ras iblis darah ini tidak pernah habis, semoga di galaksi berikutnya mereka belum sempat membuat pasukan kelelawar darah raksasa." Ucap Long Tian sambil mencoba berteleportasi secara acak namun dia tidak dipindahkan kemanapun.
"Jadi aku sudah tidak lagi diperlukan didunia ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berteleportasi ke halaman belakang istana merah, karena Hao Ling dan Long Chen ada disana.
"Maaf ling-er, gege lupa ayo kita sama sama ke kamar kita, Zan Lie saya nitip Chen-er ya, malam ini biar dia tidur bersama mu saja dulu" ucap Long Tian yang melihat jika Zan Lie baru datang.
"Baik Penguasa" ucapnya sambil mendekati Hao Ling dan mengambil Long Chen.
"Gege tidak pernah sabar, selalu saja terburu buru" bisik Hao Ling di telinga Long Tian.
"Zan Lie tolong sampaikan ke semuanya mohon jangan ganggu kami sebelum kami keluar kamar kami" ucap Long Tian sambil berjalan mengikuti Hao Ling yang sudah berjalan menuju kamarnya.
"Baik Penguasaaaaa, nikmatilah masa kebersamaan kalian" ucap Zan Lie sambil tertawa ringan dan menggendong Long Chen di pangkuannya.
Didalam kamar.
"Gege mandi lah dulu, ling-er tunggu disini" ucap Hao Ling yang sudah berbaring di atas tempat tidurnya.
"Ling-er ayo kita berendam bersama" ucap Long Tian sambil membuka semua pakaiannya dan dia langsung menggendong Hao Ling di pangkuannya dan berjalan memasuki kamar mandi dengan membawa Hao Ling di gendongan nya.
"Gege oh Gege, kalau sudah ada mau nya saja mesra" ucap Hao Ling di gendongan Long Tian sambil mengecup pelan leher Long Tian dan menghisap leher suaminya itu.
"Ling-errrrr" ucap Long Tian sambil membuka pakaian Hao Ling .
……..
……..
……..
Waktu berlalu sudah 3 hari mereka berdua didalam kamar mereka, dan tidak ada yang tau apa yang terjadi di kamar mereka karena hanya suara rintihan keindahan saja yang selalu terdengar saat para pelayan melewati depan kamar mereka.
Long Tian menghabiskan satu bulan di istana merah bersama dengan keluarga kecilnya dan setiap malam Zan Lie lah yang menemani Long Chen untuk tidur.
"Ling-er gege akan melanjutkan perjalanan ke galaksi ke dua puluh dua" ucap Long Tian yang masih tiduran di pelukan Hao Ling tanpa sehelai benang pun.
"Gege bisakah siang saja Gege perginya, kasian dia ini" ucap Hao Ling sambil naik ke atas Long Tian dan langsung bergerak maju mundur.
"Lingeeeeeeer" ucap Long Tian merintih dengan enaknya, yang terdengar sampai ke luar kamarnya dan membuat para pelayan yang semuanya wanita itu menggelengkan kepalanya.
"Penguasa kuat sekali sampai pagi ini saja sudah olah raga lagi sama permaisuri, seandainya suamiku bisa begitu" ucap salah satu pelayan yang mendengar.
"Iya, seharusnya kita bertanya sama permaisuri kenapa penguasa bisa sekuat itu" ucap pelayan satunya.
"Iya mereka mulai sekarang bisa selesai paling cepat tiga jam lagi, kita tidak usah bereskan kamar mereka dulu"