Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Pelelangan Anggrek Part 3


" Dua ratus lima puluh ribu keping koin emas oleh kamar VIP nomor tiga apakah ada lagi yang hendak menawar lebih tinggi" ucap pembawa lelang dengan lantang namun tidak ada yang merespon nya sedangkan pria sepuh di kamar VIP nomor tiga terlihat sangat kesal karena dia yang berniat hanya untuk menaikkan harga namun terjebak dengan permainannya sendiri.


"Satu …. Dua …. Tiga …. Sah terjual seharga dua ratus lima puluh ribu keping koin emas kepada kamar VIP nomor tiga dan mohon anda menyiapkan uang anda karena barang akan segera kami antarkan ke ruangan anda" ucap pembawa lelang itu dengan lantang.


Long Tian melihat dengan mata emasnya jika pria sepuh di kamar VIP nomor empat memasuki kamar VIP nomor tiga dan memberikan sebuah cincin dimensi.


"Jadi kamar VIP nomor empat itu otak semua ini, kita lihat apakah yang akan kalian lakukan jika nanti cincin dimensi yang kau pakai menghilang" ucap Long Tian sambil terus mengawasi pria sepuh itu yang kini kembali ke kamarnya.


Yang Long Tian fokuskan adalah cincin dimensi milik pria sepuh itu karena dia berencana menukar cincin dimensi itu dengan cincin yang kosong.


"Dan aku pun memiliki cincin dimensi yang sama persis dengan milik kalian" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil tersenyum usil.


"Baiklah pelelangan kita lanjutkan kembali untuk kali ini kami akan melelang Pil mutiara dewa tingkat dewa yang kan kami buka dengan seratus ribu keping koin emas, Pil ini akan membantu kalian semua tingkat dao yang mengalami hambatan dalam kultivasi untuk mencapai tingkat pencipta" ucap pembawa lelang dengan lantang dan hal ini sangat menarik minat semua yang ada di pelelangan itu.


"Baiklah kita lihat sejauh mana kalian mau bermain" ucap Long Tian yang kembali berbicara sendiri dengan pelan.


"Seratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap seorang pria sepuh yang duduk di kursi umum.


"Seratus enam puluh ribu keping koin emas" ucap pria sepuh lainnya


Semuanya terus menawar namun belum ada dari ruangan vip maupun VVIP yang menawar pil mutiara dewa tingkat dewa ini.


"Dua ratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap Long Tian memulai penawaran tinggi.


"Dua ratus enam puluh ribu keping koin emas" ucap ruang VVIP Nomor dua.


"Dua ratus tujuh puluh ribu keping koin emas" ucap kamar VIP satu yang mengetahui niatan Long Tian.


"Tiga ratus ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor dua


"Tiga ratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor tiga


"Tiga ratus enam puluh ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor empat.


"Empat ratus ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor tiga kembali dan kini suasana menjadi hening tidak ada lagi yang berani menawar harga lebih tinggi.


Long Tian kemudian berdiri dan menjentikkan jarinya, waktu langsung berhenti dan semuanya kini diam pada posisi sebelum Long Tian menghentikan waktu.


"Sekali kali aku gunakan ilmu pengendalian waktu untuk menghentikan waktu, baiklah kita lihat sejauh mana kalian semua akan membuat kehebohan di pelelangan anggrek ini" ucap Long Tian sambil duduk kembali dan melihat sekelilingnya.


Tidak ada satupun orang orang itu yang mengetahui jika cincin dimensi mereka sudah di tukar oleh Long Tian dengan cincin dimensi yang kosong.


"Baiklah empat ratus ribu keping koin emas oleh kamar VIP nomor tiga apakah ada yang hendak menawar lebih tinggi" ucap pembawa lelang dengan lantang.


Tidak ada satupun yang bereaksi karena kini long Tian menggunakan kekuatan aura naga miliknya untuk mengunci mulut orang orang di ruang VIP satu dan dua serta ruang VVIP Nomor dua itu.


"Maaf jika aku sedikit usil" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil menunggu pembawa lelang berbicara lagi.


"Satu …. Dua …. Tiga …. Baiklah sah terjual seharga empat ratus ribu keping koin emas kepada kamar VIP nomor tiga, mohon siapkan uang anda dan barang akan kami antar sekarang juga" ucap pembawa lelang itu dengan lantang.


Long Tian langsung menghilangkan aura naganya yang dia pakai untuk mengunci suara orang orang itu dan kini dia bersiap melihat kehebohan akibat tidak sanggup nya kamar VIP nomor tiga untuk membayarnya.


"Kamar nomor empat ini lebih panik ternyata" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat dengan mata emasnya dan dia melihat jika pria sepuh yang ada di kamar nomor empat kedua nya tampak kebingungan karena isi cincin dimensi mereka kini sudah kosong demikian juga dengan semua kelompok mereka.


"Tuan maaf anda tidak bisa membatalkan pembelian anda, bukankah anda sudah tahu aturan pelelangan anggrek ini" ucap wanita muda yang mendatangi kamar VIP nomor tiga.


"Panggil manager pelelangan anggrek kesini, ada pencuri yang mengambil semua harta kami jadi bagaimana kami bisa membayarnya" ucap pria sepuh di kamar VIP nomor tiga dengan suara yang keras sehingga terdengar oleh semua orang yang ada di pelelangan anggrek termasuk oleh Long Tian.


Pembawa lelang langsung turun dari atas panggung dan berlari menuju kamar VIP nomor tiga dengan membawa lima orang pria sepuh tingkat pencipta abadi tahap akhir.


"Anda tidak dapat membatalkan pembelian anda jika anda masih bersikeras maka kami akan menyita semua harta bahkan sampai kediaman anda untuk membayar pembelian anda ini, jangan pernah anda bermain main dengan pelelangan anggrek kami" ucap pembawa lelang dengan sangat marah ke pria sepuh di kamar VIP nomor tiga dan pria sepuh di kamar VIP nomor empat serta lima langsung melarikan diri demikian juga dengan orang orang yang ada di kursi umum.


"Kalian jangan kurang ajar, jelas jelas ada pencuri yang mengambil isi cincin dimensi kami ini jadi bagaimana kami bisa membayarnya" ucap pria sepuh itu sambil membentak pembawa lelang yang memiliki kultivasi tingkat pencipta abadi tahap akhir juga sedangkan pria sepuh itu hanya memiliki kultivasi tingkat pencipta semesta tahap akhir saja.


"Kalian tangkap dua orang ini dan lumpuhkan kultivasi mereka semua, lalu seret kedua nya ke aula kehakiman kota" ucap pembawa lelang itu dengan sangat marah dan mengunci kedua pria sepuh itu dengan aura kematian nya yang sangat pekat.


Kedua orang itu tidak dapat melawan karena perbedaan tingkat kultivasi yang sangat jauh itu sehingga hanya bisa pasrah saja saat kelima orang penjaga pelelangan anggrek menangkap mereka dan membawa mereka ke atas panggung lalu menghilangkan kultivasi keduanya.


Boom


Boom


Dua ledakan kecil terdengar saat kultivasi keduanya di hilangkan secara paksa oleh para penjaga pelelangan anggrek.