Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 100 part 3


"Baik Tuan muda dan sekali lagi terima kasih atas pertolongan anda" ucap pangeran Hinjo dengan sangat hormat lalu menelan Pil Penyembuh tingkat pencipta dan Pil Mutiara dewa itu.


Pangeran Hinjo merasakan jika kedua pil yang diberikan oleh Long Tian itu benar benar memberikan kesembuhan untuknya, semua luka nya menghilang dan tubuhnya kembali prima bahkan sangat prima dibandingkan dengan sebelum dia terkena racun.


Pangeran Hinjo kemudian berlari ke halaman rumah itu lalu memuntahkan seteguk darah hitam pekat demikian juga dengan yang lainnya ikut memuntahkan darah hitam pekat yang merupakan racun yang selama ini bersarang di tubuh mereka.


"Kalian berdua segera Minum teh herbal ini" ucap Long Tian kepada pangeran Hinjo dan Jenderal Po yang sudah duduk kembali di kursi mereka.


"Baik Tuan muda" ucap keduanya kompak dan sangat hormat lalu meminum sampai habis teh herbal buatan Long Tian itu.


"Tuan muda ini sangat istimewa, saya benar benar beruntung bisa bertemu dengan anda dan mendapatkan pertolongan dari anda" ucap pangeran Hinjo dengan sangat hormat seakan akan Jika Long Tian adalah atasannya dan terlihat jika Jenderal Po mengangguk pertanda dia setuju dengan ucapan pangeran Hinjo.


"Bisakah saya mengetahui kenapa pangeran kedua ingin membunuhmu dan semua pengawal mu ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil kemudian meminum teh herbal nya.


"Tuan muda, mungkin anda belum mengetahui jika ayahanda Raja sudah tiada seminggu yang lalu dan saat ini tahta Raja kosong, oleh karena itu saya lah yang harusnya naik menjadi Raja benua ini namun hal ini mendapatkan penolakan dari pangeran kedua yang merupakan anak bawaan dari selir ayahanda bahkan semua pejabat istana juga mendukung mereka" ucap pangeran Hinjo dengan hormat dan terlihat menarik nafas dalam dalam.


"Dan mungkin anda juga belum mengetahui jika ibunda saya meninggal dunia saat melahirkan saya, hal ini juga yang membuat mereka semakin berani menentang saya selama ini, itulah sebabnya ayahanda membuat sebuah istana untuk saya jauh dari istana utama" ucap Pangeran Hinjo itu dengan hormat dan terlihat kesedihan yang mendalam dari ucapannya.


"Sampaikan kepada ku kenapa kau ingin menjadi Raja benua ini" ucap Long Tian kembali dengan ramah dan santai.


"Tuan muda, saya tidak ingin rakyat menderita karena sikap kasar dan semena mena dari anak angkat itu, saat ayahanda masih ada saja mereka berani bertingkah dengan banyak memeras rakyat dan juga saya mendengar jika ada banyak wanita yang sudah menjadi korban kebuasannya, hal inilah yang membuat saya dan yang lainnya tidak rela jika dia menjadi pemimpin benua ini" ucap pangeran Hinjo dengan hormat dan Long Tian bisa melihat kejujuran baik dari matanya maupun ucapannya.


"Baiklah jika demikian, lalu apa rencanamu kedepannya, sepertinya kekuatan kalian juga sangat minim untuk mengambil alih istana utama" ucap Long Tian dengan santai sambil melihat sekelilingnya.


"Saya berencana untuk menggalang kekuatan dari para penduduk benua ini dan juga akan menggalang kekuatan dengan sekte sekte aliran putih, karena saya tahu penduduk benua ini tidak ingin dipimpin oleh sosok seperti anak angkat itu" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat dan dia sangat menghargai Long Tian meskipun Long Tian baru dikenalnya sebentar saja.


"Baiklah jadi dimana kalian akan bermarkas karena aku yakin jika mereka sudah mengetahui lokasi desa ini" ucap Long Tian kembali sambil menuangkan Poci Teh ke gelas gelas giok itu yang memang semuanya sudah kosong.


"Terima kasih Tuan muda, Kami semua tidak bisa kembali ke istana dan kami berencana untuk ke Gunung terlarang saja, semoga saja pihak gunung terlarang mengijinkan kami semua untuk tinggal sementara di sana" ucap Pangeran Hinjo.


"Bisakah anda menjelaskan mengenai gunung terlarang itu dan orang orang yang ada di sana" ucap Long Tian kembali dengan penuh rasa ingin tahu.


"Lalu kenapa mereka di sana tidak membantu menjaga perdamaian dunia ini, jika memang mereka sangat kuat" ucap Long Tian kembali dan mulai bisa membaca situasi yang terjadi serta lokasi dari gunung terlarang itu.


Lima ratus juta tahun lalu dia membuat sebuah istana di sebuah gunung yang menyatukan tiga benua dan inilah yang saat ini disebut oleh pangeran Hinjo sebagai gunung terlarang.


"Jika saya tidak salah mereka hanya akan bergerak jika ada masalah yang disebabkan oleh Ras iblis darah atau jika sampai ada benua yang menyerang benua lain saja, hal ini pun saya ketahui dari ayahanda sebelum wafat, ayahanda juga menyerahkan medali ini ke saya untuk bisa memasuki gunung terlarang itu" ucap pangeran Hinjo sambil mengeluarkan satu buah medali dan menyerahkannya ke Long Tian untuk dilihat oleh Long Tian.


"Medali Naga ini masih saja ada, sudah lima ratus juta tahun namun masih saja terawat" ucap Long Tian dalam hatinya sambil memegang dan memeriksa medali yang diberikan oleh pangeran Hinjo kepadanya.


"Jadi ini medali untuk memasuki gunung terlarang, dan seberapa jauh gunung terlarang itu, apakah perjalanan kesana aman" ucap Long Tian kembali sambil memberikan kembali medali naga itu ke pangeran Hinjo.


"Tuan muda maafkan saya tapi bisakah saya mengetahui nama anda sebelumnya, anda sudah menyelamatkan nyawa kami semua tapi kami bahkan tidak mengetahui nama anda" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat.


"Anda bisa memanggil saya dengan Tian" jawab Long Tian yang hanya menyebutkan nama nya tidak dengan marganya.


"Tuan muda Tian, untuk ke Gunung terlarang memerlukan waktu satu bulan dan perjalanan kesana juga tidak mudah, namun kami akan tetap menuju kesana, kami berencana berangkat siang ini juga" ucap pangeran Hinjo dengan tetap hormat.


"Baiklah bisakah saya bergabung dengan kalian, saya kebetulan sedang tidak memiliki banyak urusan jadi bisa menemani dan sekaligus menjaga mu" ucap Long Tian dengan ramah sambil menggunakan ilmu pengendalian hewannya memanggil semua kuda yang sebelumnya milik dari para pembunuh.


"Tuan muda Tian, saya sangat senang jika anda mau bergabung dengan kami anda bisa bersama saya di kereta kuda" ucap pangeran Hinjo dengan hormat dan terlihat bahagia karena keamanan nyawanya kini semakin terjaga berkat Long Tian yang akan bergabung dengan mereka.


"Lupakan soal kereta kuda, karena itu akan menghambat perjalanan kita ke gunung terlarang, semua yang berangkat kesana cukup menunggang kuda saja apa anda tidak bisa menunggang kuda?" Ucap Long Tian sambil tertawa ringan.


"Tuan muda Tian jika boleh saya tahu kenapa pangeran Hinjo tidak boleh menaiki kereta kuda nya" ucap Jenderal Po dengan hormat


"Jenderal Po, lihatlah kereta kuda itu, ditarik oleh dua kuda dan terlihat sangat mewah karena memang merupakan kereta kuda istana, bukankah ini akan menarik perhatian semua pihak?" Ucap Long Tian sambil melihat kereta kuda yang terparkir di halaman rumah itu.


"Anda benar Tuan muda Tian, saya terlalu bodoh dan tidak memikirkan sejauh itu, pantas saja saat kami keluar dari dalam istana bisa di ketahui oleh pasukan pembunuh bayaran" ucap pangeran Hinjo dengan tetap hormat dan menyadari kesalahannya, jenderal Po juga terlihat berpikir hal yang sama.