Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 28 part 9


Long Tian hanya tersenyum dan meminta Leiji untuk terbang ke atas dengan perlahan, dan setelah jarak mereka sudah melewati 20 meter dari tanah Long Tian mengaktifkan kekuatan 100 Galaksi dan Leiji terlihat lebih bersemangat dengan mengepak ngepakan sayap nya sambil tetap melesat perlahan ke arah awan.


Kepala desa dan pria sepuh pemilik rumah makan itu yang melihat Long Tian dengan kekuatan 100 Galaksi langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan Long Tian lalu mereka semua kembali berdiri dan duduk di kursi yang ada di dekatnya.


"Kepala desa, ternyata tuan muda itu Penguasa 100 galaksi" ucap pria sepuh pemilik perkebunan herbal itu.


"Berkah langit, ini berkah langit, penguasa tidak hanya membantu semua penduduk tapi dia juga mengabulkan doa kita berdua, setelah sekian lama kita tidak menjual dagangan kita berdua penguasa malah datang malah membeli dalam jumlah banyak" ucap kepala desa itu.


"Penguasa tidak mau menyinggung kita dengan hanya memberikan kita uang, tapi dia sengaja membeli dari kita untuk menghargai kita berdua" ucap pria sepuh pemilik perkebunan.


"Kau benar akan hal itu" ucap kepala desa itu sambil memainkan janggut putih nya.


Long Tian saat ini sudah berada di atas awan dan masih menaiki Leiji.


"Leiji apakah kau bisa berjalan dan berdiri di atas awan ini" ucap Long Tian


"Bisa penguasa, waktu kecil saya memang terbiasa bermain di atas awan." Jawab Leiji melalui telepati sambil menginjak awan itu.


Long Tian kemudian turun dari Leiji dan membuat singgasana awan lalu mendudukinya.


"Awan bergeraklah, dekati ujung kubah cahaya itu" ucap Long Tian sambil menunjuk arah depannya.


Awan yang menjadi dasar atau lantai singgasana awannya itu bergerak dan Leiji memilih merebahkan badannya di samping singgasana awan Long Tian.


Awan berhenti tepat di dekat batasan kubah cahaya di tempat satu satunya jalan yang akan dilintasi pihak militer nantinya.


"Sejak aku membuat kubah cahaya untuk desa dan kota tidak ada lagi yang meminta kehadiranku di dunia ini, tapi sebaiknya aku menunggu malam saja sambil menunggu apakah para prajurit itu bener benar datang dan jika mereka berhasil melintasi kubah cahaya berarti hanya para jenderal dan pihak istana saja yang jahat" ucap Long Tian sambil menyandarkan punggungnya di singgasananya.


Waktu berlalu dan terlihat ada lima puluh prajurit yang berjalan mendekati kubah cahaya.


"Akhirnya mereka datang juga" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Penguasa apakah saya perlu menghabisi mereka semua" ucap Leiji melalui telepati.


"Tidak perlu, kita lihat saja dulu mereka bisa melintasi kubah cahaya atau tidak, Leiji apakah kau bisa bertarung." Jawab Long Tian sambil mengawasi para prajurit itu.


"Penguasa, tentu saja saya bisa bertarung jika hanya melawan mereka saja itu cukup mudah" ucap Leiji melalui telepati.


Satu persatu prajurit itu melintasi kubah cahaya itu dan mereka berubah menjadi abu namun sebelum nya ribuan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman melesat keluar dari tubuh mereka semua.


"Bahkan yang seharusnya berjiwa baik di dunia ini mereka tidak baik" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk ke arah tanah.


Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat ke arah tanah itu dan melapisi semua tanah dan lantai bangunan di dunia kedua ini.


"Siap Penguasa" ucap Long Yu melalui cincin komunikasi.


"Leiji apakah kau bisa terbang di angkasa untuk berpindah dunia" ucap Long Tian sambil berdiri.


"Penguasa tentu saja saya bisa" jawab Leiji sambil berdiri dan memperlihatkan tingkat kultivasi nya yang sudah di tingkat Pencipta semesta tahap akhir yang sebelumnya disembunyikan, dan hal itu adalah merupakan salah satu kelebihan nya.


"Leiji selain kau bisa bicara normal dan memiliki tingkat kultivasi pencipta semesta tahap akhir apalagi yang kau sembunyikan dariku" ucap Long Tian sambil melihat tajam ke Leiji.


"Penguasa maaf kan hamba, tapi sebenarnya kami semua kuda terbang bisa berbicara dan memiliki kultivasi selain itu kami juga…" ucap Leiji dengan hormat sambil bertransformasi menjadi manusia lebih tepatnya menjadi seorang wanita muda namun tidak sehelai benang pun dia gunakan.


"Maafkan saya penguasa, sebenarnya saya wanita tapi saya menggunakan salah satu kemampuan saya untuk berbicara seperti Pria" ucap Leizi dengan hormat sambil menunduk.


"Leiji berubahlah menjadi kuda terbang lagi, kau itu tidak memakai pakaian" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat tingkah laku Leiji.


Leiji pun mengikuti keinginan Long Tian dan langsung berubah kembali menjadi kuda terbang.


"Maaf Penguasa, ini pertama kalinya saya merubah bentuk menjadi manusia di depan manusia biasanya kami di kandang jika malam sepi berubah nya dan kami semuanya wanita" ucap Leiji dengan suara seorang wanita yang merdu.


Long Tian menepuk jidatnya sendiri sambil menarik semua kuda terbang ke hadapannya atau tepatnya ke belakangnya.


Semua kuda terbang miliknya kini berdiri kebingungan di belakang Leiji karena tiba tiba ada di atas awan dan semuanya sudah berubah bentuk menjadi manusia dengan tidak menggunakan sehelai benang pun karena Long Yu sebelumnya memasukan semua kuda terbang ke kandang tersendiri.


"Kalian semuanya berubah dulu menjadi kuda terbang lagi sampai aku membelikan kalian pakaian" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat sembilan puluh sembilan wanita muda yang tanpa sehelai benang pun di tubuhnya dengan berbagai pose seperti saat mereka di teleportasikan oleh Long Tian.


Semuanya langsung berdiri dan berubah kembali menjadi kuda terbang.


"Apakah ada manusia disana yang sempat melihat kalian menjadi manusia" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tidak ada penguasa, kami sore tadi dimasukan ke dalam kandang jadi tidak ada yang melihat kami selain penguasa saja" ucap satu kuda putih yang tanduk nya masih kecil tidak seperti Leiji.


Long Tian kemudian mengeluarkan kuil naga emas dan melemparkannya ke area kosong di awan itu.


Kuil naga emas itu langsung membesar ke ukuran aslinya yang sangat besar dan luas.


"Ayo ikuti aku biar kalian semua bisa istirahat, malam ini kita disini saja dulu" ucap Long Tian sambil melangkah memasuki kuil naga emas.


Long Tian yang sudah duduk di salah satu kursi Kemudian menggunakan kekuatan mata emasnya mencari toko pakaian yang masih buka namun karena hari sudah malam tidak menemukan satupun toko pakaian yang masih buka di dunia itu.


Semua kuda terbang termasuk Leiji juga tampak duduk di lantai kuil naga emas.