
"Apakah kalian sanggup berlatih keras mengejar ketinggalan kultivasi kalian ini" ucap Long Tian lagi dengan ramah kesemuanya.
"Penguasa kami siap untuk itu, kami siap memberikan nyawa kami untuk anda" ucap Jenderal Jee mewakili yang lainnya dan di angguki kepala oleh semua pria sepuh itu.
Long Tian kemudian memberikan kontrak jiwa kepada mereka semua karena memang membutuhkan mereka untuk mengurus dunia itu, mereka semua langsung bersujud di hadapan Long Tian sambil kembali berlutut sesudahnya.
"Kalian semua berdirilah dan kembali duduklah" ucap Long Tian dengan santai dan mengeluarkan sepuluh cincin dimensi yang sudah disiapkan untuk semua bawahannya tanpa ada perbedaan apapun.
Semua pria sepuh itu kemudian duduk kembali di kursi mereka yang langsung mendapatkan satu cincin dimensi itu dari Long Tian.
"Kalian semua nanti baca kitab yang sudah aku tulis di dalam cincin dimensi itu dan sekarang kalian kembalilah lalu khusus Jenderal Jee dan Kyung antarkan aku ke klan kosong itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri karena hari sudah cukup malam.
"Baik Penguasa" ucap semuanya kompak dan delapan pria sepuh itu lalu memberikan penghormatan kepada Long Tian lalu meninggalkan ruangan itu.
Long Tian kemudian memanggil anak perempuan Jenderal Jee yang kebetulan sudah datang dan ada di depan pintu ruangan rumah makan dan memberikan lima ratus keping koin emas untuk membayar semua hidangan itu dan di terima dengan gembira oleh anak perempuan Jenderal Jee lalu mereka bertiga meninggalkan rumah makan itu bersama sama menuju ke klan yang sudah kosong.
Mereka berjalan di dalam kota yang masih cukup ramai dan semua penduduk kota yang memang sudah mengenal Long Tian selalu menyapanya saat berpapasan, bahkan pamor Long Tian mengalahkan Jenderal Jee dan juga Tuan Kota Kyung.
Setengah jam mereka berjalan dan kini sudah sampai di depan sebuah klan yang sangat besar bahkan seperempat dari kota itu merupakan bagian dari klan itu sendiri dengan halaman belakang yang merupakan sebuah Gunung yang cukup besar.
"Penguasa ini tempatnya, apakah anda akan beristirahat sendiri disini" ucap Jenderal Jee dengan sangat hormat.
"Kalian kembalilah dan besok pagi kesini lagi temui aku" ucap Long Tian dengan ramah dan masih berada di luar pintu gerbang klan itu.
"Baik Penguasa kami berdua mohon diri" ucap Jenderal Jee dengan sangat hormat sambil membungkuk untuk menghormati Long Tian demikian juga dengan tuan kota Kyung.
Mereka berdua meninggalkan Long Tian sendirian di depan pintu gerbang klan nya tertutup rapat itu.
Long Tian kemudian membuka pintu gerbang besar itu dan memasuki halaman klan lalu menutup kembali pintu gerbang besar tersebut.
"Sebaiknya aku membuat segel perlindungan dahulu di klan ini" ucap Long Tian sambil tetap memegang pegangan pintu gerbang itu.
Tidak hanya berhenti disitu cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman itu juga menutup seluruh tanah yang ada ada di dalam klan dan semua bagian bangunan yang ada didalamnya.
"Baiklah kini sudah aman dan seandainya masih ada yang tersisa akan punah seutuhnya" ucap Long Tian sambil berbalik dan melihat semua area bangunan klan itu dengan ilmu mata emasnya.
Jutaan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari dalam klan itu dan hal ini dikarenakan Long Tian melihat ada ratusan ras iblis darah serigala yang bersembunyi di ruang bawah tanah salah satu bangunan terbesar di dalam klan itu.
Long Tian kemudian berjalan ke bagian belakang klan dengan melewati banyak bangunan yang semuanya sudah kosong dan dia melihat jika masih banyak ruang ruang bawah tanah yang menyimpan banyak harta disana.
Membutuhkan sepuluh menit untuk Long Tian sampai ke sebuah lapangan yang sangat luas di bagian belakang klan dan dia langsung mengeluarkan kuil naga emas nya.
Kuil naga emas melayang tepat di depan Long Tian dengan hanya setengah meter dari permukaan tanah lapangan itu dan langsung dimasuki oleh Long Tian yang duduk di kursi yang biasa dia duduki.
Tangan kanannya terangkat lurus ke arah luar dan cahaya emas penariknya melesat dengan cepat keluar dari telapak tangannya itu menyebar ke seluruh bagian klan dan juga ada jutaan cahaya emasnya yang melesat keluar dari klan menyebar ke seluruh bagian dunia itu.
"Ternyata masih banyak harta yang di tinggalkan, baiklah sebaiknya aku menyimpan dahulu harta harta peninggalan mereka yang sudah menjadi abu itu" ucap Long Tian sambil kemudian melangkah menuju ke kamar nya yang ada di kuil naga emas buatannya itu.
Long Tian memasuki kamar mandinya dan langsung membersihkan dirinya sambil menunggu semua cahaya emas penariknya kembali kepadanya dan sudah dia arahkan agar menyimpan semua harta yang di bawa agar menumpuk di bagian lapangan yang kosong.
Tiga puluh menit berlalu dan kini dia sudah keluar dari dalam kamar mandinya dengan menggunakan pakaian yang baru lagi yang biasa dia gunakan yaitu pakaian khas dunia naga dengan jubah berwarna putih dan gambar naga emas di bagian depan dan belakangnya, dia pun langsung melangkah keluar dari kuil naga emas mendekati gunungan harta yang sudah di bawa oleh cahaya emas penariknya itu.
Semua harta itu kembali dia simpan di dalam halaman istana naga emas di dunia jiwanya untuk dia bereskan nantinya sekalian dengan semua harta yang sebelumnya dia dapatkan.
"Ternyata sangat banyak harta yang di tinggalkan oleh mereka semua, setidaknya harta ini bisa aku bagikan kepada para penduduk dunia lainnya seperti yang selama ini aku lakukan" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melangkah kembali ke dalam kamarnya di kuil naga emas.
Dia memilih untuk beristirahat dan langsung menaiki kasur empuknya itu untuk tidur namun cincin komunikasi nya menyala terang dan langsung dia berikan sedikit Qi olehnya.
"Gege, ada sedikit masalah yang harus aku sampaikan, pasukan Leiji mengalami kendala tadi siang dan ada lima ribu orang pasukan wanita yang terbunuh di galaksi ke tujuh puluh lima, namun sekarang ling-er mendapatkan informasi jika dunia itu sudah berhasil diambil alih oleh mereka semua" ucap Hao Ling melalui cincin komunikasi itu dengan suara yang terdengar berat.
"Ling-er, semua yang terjadi tidak bisa kita lawan, pertarungan seperti ini memang harus mereka alami jika ingin bertarung untuk mengambil alih dunia bulan di galaksi surgawi nanti" ucap Long Tian dengan bijaksana sambil kemudian duduk di tempat tidur itu melalui cincin komunikasi nya.