Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 58 part 12


Sepuluh menit berlalu dan kini Long Tian melihat jika kepala desa itu sudah kembali bersama dengan seorang wanita sepuh seusia nya.


"Tuan muda maaf menunggu lama, ini istri saya ingin bertemu anda" ucap kepala desa itu dengan ramah sambil duduk di depan Long Tian bersebelahan dengan istrinya dan langsung mengeluarkan poci teh Long Tian yang tertinggal di teras rumah nya berikut gelasnya.


"Tuan muda Terima kasih berkat Pil Penyembuh tingkat dewa dari anda luka luka di tubuh saya sudah menghilang dan berkat teh herbal buatan anda saya kini merasa seperti anak muda lagi, namun kini semua wanita di desa menjadi iri dengan ku" ucap istri kepala desa itu dengan ramah dan di balas senyuman oleh Long Tian karena dia sedang bertelepati.


"Leiji, bariskan lima juta pasukan wanita dan sisanya masukan ke kapal perang layangkan seratus meter di atas pasukanmu" ucap Long Tian melalui telepati.


"Baik suamiku sebentar ya sayangku" jawab Leiji dengan suara merdunya melalui telepati.


"Tuan kepala desa, saya akan menyelesaikan masalah tentang sekte wanita iblis dan saya ada sedikit untuk anda, bisa anda berikan kepada warga desa masing masing satu gelas saja dan sisanya anda simpan saja, lalu anda simpan saja pil penyembuh tingkat dewa dan hanya di berikan jika benar benar ada yang membutuhkan, lalu berikan mereka semua modal usaha secara merata" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi lima drum kayu besar Teh Herbal buatannya, seribu pil penyembuh tingkat dewa dan satu juta keping koin emas.


"Tuan muda ini sangat berlebihan untuk di berikan kepada kami" ucap kepala desa itu sambil berusaha mengembalikan.


"Suami kami siap" ucap Leiji melalui telepati.


"Terima saja, dan saya pinjam lapangan ini sebentar saja" ucap Long Tian sambil berdiri dan menghadap ke arah lapangan luas itu.


"Silahkan Tuan muda" ucap kepala desa itu sambil tersenyum dan memperlihatkan isi cincin dimensi itu ke istri nya, nampak jika istri kepala desa sangat bahagia.


Long Tian kemudian menarik lima juta pasukan wanita berikut Leiji sebagai pemimpinnya dan lima ratus kapal perang yang melayang di atas pasukan wanita itu.


Lima juta pasukan wanita itu kini berdiri rapi di depan Long Tian dengan memakai jubah perang demikian juga lima ratus kapal perang yang melayang di atasnya.


"Hormat kepada Penguasa 100 galaksi" ucap mereka semua kompak sambil berlutut di depan Long Tian dan di pimpin oleh Leiji.


Dan hal ini membuat kepala desa dan istrinya sampai terdiam dan menahan nafas mereka karena perubahan situasi yang sangat cepat, tiba tiba muncul jutaan wanita cantik yang berpakaian layaknya prajurit perang.


"Di hutan itu banyak wanita yang merupakan anggota sekte wanita iblis, aku tidak tahu apakah mereka baik atau buruk, jika mereka baik, maka tawarkan kepada mereka untuk menjadi bagian kalian tapi jika mereka jahat maka hapus mereka, aku masih ada yang harus dikerjakan jadi kalian lakukan dengan sebaik mungkin, ingat keselamatan kalian semua adalah prioritas ku" ucap Long Tian dengan tegas dan mendominasi menggunakan Qi mendalamnya agar terdengar oleh semuanya dan menunjuk ke arah satu gunung yang diketahui merupakan lokasi dari sekte wanita iblis.


"Siap Penguasa kami akan segera berangkat" ucap Leiji dengan suara merdunya dan tersenyum mesra ke Long Tian.


"Hormat kepada suami" ucap semuanya kompak sambil berlutut lalu melesat mengikuti Leiji yang melesat lebih dulu ke arah gunung yang menjadi markas sekte wanita iblis.


"Suami apa rasanya ya jika kau memiliki lima juta istri" ucap Leiji melalui telepati sambil terus terbang di ikuti oleh semua prajurit wanita nya dan di atasnya lima ratus kapal perangnya membuat formasi perlindungan dan penyerangan.


"Leiji kau itu ada ada saja, namun aku akui kekompakan kalian sangat baik dan aku menyukainya" ucap Long Tian dengan ramah melalui telepati.


"Tuan kepala desa saya mohon diri, dan segera temua Lan Ji, sampaikan salam ku untuk dia dan warga lainnya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mulai melayang.


"Tuan muda apakah anda penguasa 100 galaksi" ucap kepala desa itu dengan hormat.


"Benar" ucap Long Tian singkat sambil tersenyum hangat dan mengaktifkan kekuatan 100 galaksi lalu melesat ke atas awan.


Kepala desa dan istrinya langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan Long Tian.


"Suamiku, doa kita dikabulkan" ucap istri kepala desa itu.


"Kau benar istriku, benar benar sesuai cerita jika penguasa 100 galaksi masih sangat muda, dan kita diberkahi karena bisa berjumpa dengannya" ucap kepala desa itu sambil berlutut dan melihat ke atas langit namun Long Tian sudah tidak terlihat.


"Suami apakah semuanya adalah istri penguasa" ucap istri kepala desa itu sambil kembali duduk di kursi nya.


"Istriku itu mungkin saja namun jangan kau ceritakan ke siapapun mengenai jutaan istri penguasa itu, biarkanlah itu jadi rahasia kita berdua sampai kita mati nanti" ucap kepala desa itu sambil kembali duduk di kursinya.


"Iya suamiku, penguasa pasti sangat kuat jadi kau sering sering minum teh ini" ucap istri kepala desa itu sambil menunjuk poci teh milik Long Tian yang tertinggal.


"Penguasa jadi sebenarnya sengaja meninggalkan poci ini dan dia tadi sedang berkomunikasi dengan semua istrinya" ucap kepala desa itu sambil memainkan janggut nya.


…..


Sementara itu Long Tian sudah berada di atas awan bukan untuk mengawasi Leiji ataupun pasukan wanitanya melainkan mencari sumber mata air sungai besar di belakang desa yang memang mengering.


"Awan ikuti sungai itu" ucap Long Tian pelan.


Awan mengikuti keinginan Long Tian dan bergerak di atas sungai itu dengan sangat cepat dengan Long Tian yang berdiri di atasnya.


"Sungai ini sangat panjang dan memutari hutan ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan terus melihat ke arah sungai itu bahkan sudah melewati gunung yang menjadi medan perang pasukan wanitanya.


Gunung yang sangat besar itu kini sudah sepenuhnya dilintasi oleh Long Tian dan kini dia memasuki gunung kedua yang lebih besar dan lebih tinggi dari gunung pertama yang menjadi medan pertempuran.


Hutan yang sangat lebat dengan pepohonan pepohonan besar terlihat jelas oleh Long Tian.


"Hutan kedua ini benar benar asri dan sepertinya tidak ada kerusakan akibat manusia di dunia ini namun entahlah di bagian lain gunung ini" ucap Long Tian yang berbicara sendiri sambil terus melihat bawahnya.