Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 100 part 10


Long Tian hanya tersenyum ramah saja dan kemudian dia turun dari atas batu besar itu lalu melangkah menuju pinggir sungai di ikuti oleh pangeran Hinjo.


"Ini adalah perbatasan benua sekaligus kerajaan, sungai ini hanya sedalam lima meter dengan lebar sungai mencapai lima puluh meter, jadi sangat mudah untuk menyeberangi nya, tapi kenapa tidak ada perahu di sungai ini?" Ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat ke arah sungai itu.


"Tuan muda Tian, ada perjanjian antara tiga benua, jika menyeberang sungai tanpa melalui jembatan kerajaan maka akan ada perang jadi tidak ada yang berani untuk menyeberangi sungai ini" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat sambil kemudian duduk di pinggir sungai dan di ikuti oleh Long Tian.


"Lihatlah yang berwarna hijau di dasar sungai itu, itu adalah rumput jiwa yang sudah berumur sepuluh juta tahun, sangat bagus untuk kalian semua berkultivasi, kalian bisa mengkonsumsinya langsung atau bisa mengolahnya menjadi teh herbal jika mau." Ucap Long Tian lagi sambil menunjuk ke dasar sungai itu.


Para prajurit terlihat berusaha keras untuk menyelam ke dasar sungai yang sangat dingin dan sebagian sibuk menangkap ikan ikan yang ada di sana.


"Tuan muda Tian, jika kita mengikuti aliran sungai ini paling lama tiga minggu kita akan sampai namun jika kita melewati dalam hutan yang sana maka satu minggu saja kita sampainya" ucap Pangeran Hinjo kembali sambil menunjuk ke arah hutan yang sangat lebat di sebelah kanannya.


"Jika begitu maka kita lewat dalam hutan saja, tidak masalah untuk tunggangan kita melewati nya, tapi bukankah kita bisa terbang saja jadi lebih cepat" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda Tian, pihak gunung terlarang melarang kami semua untuk terbang ke sana, jika ada yang berani terbang maka tidak akan di perbolehkan untuk masuk, lihatlah disana, itulah gunung terlarang tujuan kita" ucap Pangeran Hinjo sambil menunjuk ke sebuah gunung yang sangat besar dan berjarak hampir tiga ratus kilometer namun masih terlihat jelas.


"Jadi begitu, baiklah aku akan mengikuti cara mu saja, aku akan beristirahat dahulu di tenda ku jika demikian" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Pangeran Hinjo.


"Silahkan Tuan muda Tian anda beristirahat dulu, nanti saya akan mengabari anda jika makanan sudah siap" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat sambil melihat Long Tian yang berdiri dan berjalan ke arah tendanya.


Di Dalam tenda Long Tian tidak tidur memainkan hanya duduk di kursinya saja dan memejamkan matanya.


Dia berusaha berkomunikasi dengan dunia itu mencari tahu ada apa gerangan yang terjadi dengan manusia manusia di dunia itu.


"Jadi pasukan pembunuh sudah mulai mengejar dan mereka menggunakan rute yang sama dengan rombongan ku ini sebaiknya aku membuat kubah perlindungan saja agar mereka semua bisa aku habisi tanpa di ketahui oleh Hinjo dan juga para pengawalnya" ucap Long Tian sambil membuka matanya dan berteleportasi ke atas awan.


"Kalian bahkan membuat tenda di bekas perkemahanku" ucap Long Tian yang sudah berada di atas awan dan melihat jika pasukan pembunuh sudah membuat kemah di tanah lapang tempat mereka sebelumnya berkemah.


"Baiklah sebaiknya aku mengurung kalian saja dahulu disini" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah perkemahan itu dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman langsung melesat ke luar dari jari telunjuknya lalu membentuk kubah yang menutup perkemahan itu saja dengan tinggi hanya lima meter saja dari atas tanah.


Semua orang yang ada di perkemahan itu terlihat sangat panik karena tiba tiba mereka terkurung dalam kubah cahaya berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman dan kubah itu sangat pendek sehingga mereka tidak bisa bergerak dengan bebas.


"Kalian kenapa panik begitu, bukankah kalian hendak membunuh pangeran Hinjo" ucap Long Tian dengan lantang yang kini sudah melayang dengan tenang persis satu meter di atas kubah tersebut.


"Kau hilangkan kubah ini dan bertarunglah dengan kami secara jantan" ucap salah seorang pemuda yang ada di dalam kubah perlindungan itu sambil mengacungkan pedangnya ke arah Long Tian.


"Oh apakah kau cukup jantan" ucap Long Tian sambil menggunakan ilmu pengendalian senjata miliknya dan mengambil alih pengendalian pedang yang sedang di pegang oleh pemuda tersebut.


Pedang itu terlepas dari pegangan tangan pemuda itu dan melayang persis lima sentimeter dari bagian atas kubah perlindungan tepat lurus dengan kaki Long Tian.


"Potong kedua telinganya untukku" ucap Long Tian sambil tersenyum ke pemuda yang ada dibawahnya itu


Pedang milik pemuda itu langsung bereaksi dan langsung terbang ke arah pemuda itu lalu dengan cepat dan meskipun pemuda itu berusaha menghindar tetap saja kedua telinganya kini terputus.


Pedang itu kembali ke atas dan terlihat jika pemuda itu berlutut sambil menangis dan menahan rasa sakit yang sangat terasa akibat kehilangan kedua telinga nya.


Semua orang yang ada di sana terlihat bekerja extra untuk menenangkan pemuda itu namun darah terus menerus mengalir dan tidak lama kemudian pemuda itu pun tidak sadarkan diri.


Semua yang ada di dalam kubah terlihat sangat marah dan semuanya langsung melancarkan serangan jarak jauh ke Long Tian namun yang tidak mereka sadari jika kubah perlindungan itu akan mementalkan kembali serangan mereka itu.


Booooooooooom


Booooooooooom


Booooooooooom


Ledakan demi ledakan terus terdengar dengan sangat kencang saat serangan qi jarak jauh mereka kembali kepada mereka semua dan bodohnya mereka menyerang Long Tian dengan hampir bersamaan sehingga kerugian sangat besar terjadi di pihak mereka itu.


"Kalian semua benar benar bodoh, hanya bisa mengandalkan otot tanpa otak" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat perkemahan itu yang sudah hancur dan ratusan orang itu kini terbaring sakit akibat berbaliknya serangan serangan mereka sendiri ataupun akibat terkena serangan teman mereka.


Tenda tenda juga sudah tidai terlihat satu pun bahkan banyak kuda yang juga menjadi korban atas tindakan bodoh mereka itu.


"Sebenarnya aku masih ingin bermain namun aku juga tidak tega melihat kalian menderita seperti ini" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya dan terlihat jika kubah perlindungan yang mengurung semua orang itu perlahan mulai mengecil sedikit demi sedikit dan semua yang di lintasi nya berubah menjadi abu karena Long Tian mengaturnya seperti itu agar semua yang ada di dalam kubah perlindungan itu menjadi abu tanpa menyisakan apapun.


"Semoga dengan cara ini dan menghilang nya jejak kalian bisa menghapus sepenuhnya pasukan pembunuh bayaran seperti kalian ini" ucap Long Tian sambil melihat jika kini semuanya sudah bersih menjadi abu dan kubah buatannya juga sudah menghilang.