
"Tuan Muda saya tidak tahu harus berkata apa, saya senang anak ini berhasil ditemukan, namun perkara ini sudah membuat semua warga panik, namun saya juga tidak berani dengan pihak hutan terlarang" ucap kepala desa itu sambil menggaruk kepalanya.
"Nenek, kenapa anda hanya diam saja" ucap Long Tian
"Ampun Tuan Naga, saya bersalah rasa sayang saya kepada cucu saya satu satunya ini membuat saya jadi berpikiran sempit, mohon lepaskan cucu saya, saya siap menanggung akibat perbuatan saya ini" ucap wanita Tua itu sambil berlutut dan menunduk di depan Long Tian.
"Nenek, anda bangunlah dan duduk kembali, tapi eenapa Nenek memanggil saya tuan naga" ucap Long Tian pelan dan ramah
"Penguasa maaf hamba salah" ucap wanita tua itu sambil bersujud dan suara tampak ketakutan.
"Tuan mohon ampuni nenek saya" ucap anak perempuan itu sambil bersujud di depan Long Tian
"Jawab pertanyaan saya kenapa anda memanggil saya tuan Naga dan Penguasa" ucap Long Tian dengan tetap ramah.
"Hamba jelmaan siluman serigala, dan sudah hidup jutaan tahun dan aura naga emas anda meski tidak anda keluarkan tetap menekan saya dan saya memanggil anda penguasa karena anda adalah Naga Emas" ucap wanita tua jelmaan siluman serigala itu.
"Deg deg deg" detak jantung kepala desa berdetak cepat" mendengar hal ini dan langsung melihat Long Tian dan mengingat semua yang dilakukannya sejak muncul di desanya.
"Saya minta kalian berdua duduk, jika saya ingin menghukum kalian bukankah kalian berdua sudah tidak akan ada disini" ucap Long Tian dengan tegas namun ramah.
Mereka berdua duduk kembali di tempatnya semua dan tampak kepala desa yang jadi gelisah.
"Tuan Muda maaf siapakah nama anda" ucap kepala desa dengan nada yang ragu takut menyinggung perasaan Long Tian.
"Nama saya Long Tian, dan saya benar dari Ras Naga Emas" ucapnya dengan ramah.
Mereka bertiga berlutut dengan mata berlinang air mata.
"Tuan apakah anda Penguasa 100 Galaksi yang selalu ada dalam doa saya, yang selalu saya harapkan kehadiran anda" ucap anak perempuan itu sambil berlutut dan menangis.
Long Tian Kemudian berdiri dan menggunakan kekuatan 100 galaksi nya.
Mereka bertiga bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian dan tetap bersujud.
" Hormat kalian aku terima, kalian bertiga duduklah lagi, bukankah lebih duduk" ucap Long Tian sambil duduk dengan sikap lotus melayang di atas lingkaran cahaya nya.
"Terima kasih Penguasa" ucap mereka bertiga kompak dan duduk kembali di tempat mereka namun mereka semua menunduk.
"Nenek siapa pemimpin kalian di hutan terlarang dan kenapa hutan terlarang tidak boleh dimasuki manusia" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa hamba pemimpin di hutan terlarang, karena hamba yang tertua disana, kami tidak pernah melarang manusia datang, tapi manusia sendiri yang menjaga jarak dengan kami semua" ucap wanita tua itu.
"Nak, kembalikan koin emas itu kepada kepala desa" ucap Long Tian dengan ramah
"Baik Penguasa….. kepala desa ini koin emasnya masih utuh" ucap anak perempuan itu sambil memberikan sebuah kantong penyimpanan kepada kepala desa.
"Nek, kultivasi mu sudah di Dao Galaksi tahap akhir dan bisakah kalian dari hutan terlarang mengajarkan anak ini kultivasi di desanya saja" ucap Long Tian dengan ramah.
" Saya bersedia, dan jika warga desa berkenan juga saya akan mengajarkan mereka semua jika diperlukan maka bawahan saya akan membantu dan hutan terlarang juga bisa untuk mereka berlatih" ucap wanita tua itu dengan ramah.
" Kepala desa, bagaimana menurutmu" ucap Long Tian dengan ramah
"Penguasa saya bersedia dan saya akan menjelaskan kepada semuanya dan meminta mereka untuk berkultivasi" ucap kepala desa dengan ramah
Mereka semua melihat cahaya terang dan menyilaukan dan tiba tiba cahaya terang itu menghilang dan mereka semua sudah berada di halaman depan rumah kepala desa itu di teleportasikan oleh Long Tian.
"Hari ini memang sudah larut malam namun sepertinya penduduk desa mu ini masih terbangun, jadi panggillah mereka semua kesini." Ucap Long Tian dengan ramah dan masih dengan sikap duduk Lotus di atas lingkaran cahaya dan melayang satu meter di atas tanah.
"Baik Penguasa, sebentar saya panggilkan mereka semua" ucap kepala desa itu sambil berlari ke rumahnya dan memukul lonceng yang ada di teras rumahnya.
Teng
Teng
Teng
Terdengar suara lonceng besar yang ada di teras rumah kepala desa itu.
Satu persatu warga desa itu yang memang masih terjaga semuanya langsung berlari ke rumah kepala desa dan saat mereka melihat Long Tian mereka langsung bersujud di hadapan Long Tian.
Setengah jam berlalu dan tampak sudah ratusan orang disana semuanya duduk di tanah dengan berlutut dan tidak ada satupun yang berani berdiri termasuk istri kepala desa dan anaknya.
" Kepala desa apakah sudah semua warga mu ada disini" ucap Long Tian dengan ramah.
" Sudah semua Penguasa" ucap kepala desa dengan sopan.
" Siapa ibu anak perempuan ini" ucap Long Tian sambil menunjuk ke anak perempuan yang sempat hilang itu.
" Hamba penguasa" ucap seorang perempuan yang berada di sebelah kiri istrinya kepala desa sambil mengangkat tangan kanannya.
" Apa kau tau siapa wanita tua di sebelah anakmu" ucap Long Tian dengan ramah
"Hamba tau, beliau ibu dari almarhum suami hamba, nenek dari anak hamba" ucap perempuan itu.
"Kalian semua dengarkan baik baik….
Pertama aku sudah memasang segel perlindungan untuk desa kalian ini dan hanya orang yang berhati dan berjiwa baik yang bisa keluar masuk segel perlindungan itu.
Kedua kasus penculikan ini sudah aku nyatakan selesai dan tidak ada lagi yang boleh membahasnya.
Ketiga nenek ini akan mengajarkan cucunya berkultivasi dan kalian yang ingin juga boleh ikut belajar.
Keempat hutan terlarang bisa jadi tempat kalian berlatih tapi bukan tempat kalian berburu
Apakah kalian semua mengerti apa yang aku bicarakan ini" ucap Long Tian dengan ramah namun mendominasi.
" Kami mengerti penguasa" ucap mereka semua kompak.
" Karena saya sudah ada disini apa yang kalian inginkan dari kehadiran saya" ucap Long Tian dengan ramah.
Semua penduduk tidak ada yang menjawabnya namun menengok kanan dan kirinya.
"Nak, apa yang kau inginkan dariku" ucap Long Tian kepada anak perempuan itu dengan ramah.
" Hamba hanya ingin bisa berkumpul bersama nenek dan ibu saja" ucap anak perempuan itu sambil menangis.
" Apakah kalian berdua bisa mengabulkan keinginan nya dan melupakan egoisme kalian" ucap Long Tian
"Kami siap Penguasa"ucap wanita tua dan ibu anak perempuan itu dengan kompak.
" Kepala desa, nenek berdiri dan mendekatlah" ucap Long Tian dengan ramah.
Mereka berdua berdiri dan mendekati Long Tian yang masih melayang satu meter di atas tanah di atas lingkaran cahaya nya.
" Kepala desa ada berapa keluarga wargamu" ucap Long Tian dengan santai.
" Penguasa di desa kami semuanya ada 400 keluarga" ucap kepala desa
" Penguasa di hutan terlarang ada 2000 keluarga" ucap wanita tua jelmaan siluman serigala itu.
" Tuan kepala desa bagikan ini kepada semua keluarga dengan rata dan simpan Pil Penyembuh ada di dalamnya olehmu, hanya berikan jika ada warga sakit atau terluka parah" ucap Long Tian sambil memberikan satu cincin dimensi yang berisi empat ratus ribu koin emas dan seribu pil penyembuh.
"Nek bagikan ini kepada semua keluarga di hutan terlarang secara merata, dan simpan juga Pil Penyembuh olehmu, hanya berikan kepada warga mu yang sakit atau terluka parah" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi Dua juta koin emas dan dua ribu pil penyembuh tingkat dewa.
" Saya akan melanjutkan perjalanan saya dan kalian semua tetaplah menjadi orang baik meskipun saya tahu itu tidak mudah, tetap semangat dan terima kasih atas kepercayaan kalian semua kepadaku" ucap Long Tian sambil melayang ke atas secara perlahan dengan tetap di posisi duduk lotus di atas lingkaran cahaya.
Semua warga berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long dan mendoakan Long Tian.
"Semuanya dengarkan baik baik penguasa memberikan masing masing keluarga 1000 koin emas jadi setelah ini perwakilan keluarga agar datang kepadaku sedangkan yang lain silahkan pulang" ucap kepala desa dengan lantang.
Para penduduk berlutut dan bersujud berterima kasih kepada Long Tian dan mendoakan Long Tian.