Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 83 part 7


"Nona hidangkan semua masakan terbaik anda disini dan juga teh terbaik anda karena saya tidak meminum arak" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke wanita itu karena dia mencium bau arak dari meja meja lainnya di rumah makan itu.


"Baik Tuan muda mohon tunggu sebentar disini saya akan segera menghidangkan pesanan anda" ucap wanita itu dengan ramah dan tersenyum hangat ke Long Tian lalu meninggalkan Long Tian.


"Tuan muda ini sangat tampan sekali, meskipun pakaiannya terlihat biasa namun bahan dan kualitas nya seperti yang di gunakan kaum bangsawan cocok sekali dengan wajah tampannya" ucap wanita itu dalam hatinya sambil berjalan ke arah dapur rumah makan.


"Tuan Kota dan keluarga nya berubah menjadi abu demikian juga dengan semua anggota klan nya lalu apakah kita akan segera memilih tuan Kota yang baru" ucap seorang pria sepuh yang memiliki kultivasi tingkat pencipta semesta tahap akhir yang duduk di meja dekat Long Tian ke pria sepuh lainnya dan mereka semua menempati meja besar dengan ada sepuluh orang disana.


"Kita harus segera memilih tuan Kota yang baru tapi apakah kita akan meminta baginda raja yang menunjuk lagi atau kita memilih sendiri tuan kota ini" ucap pria sepuh lainnya.


"Prajurit ku sudah melaporkan jika raja dan keluarganya juga menjadi abu demikian juga kaisar dan keluarganya jadi sepertinya dunia kita ini akan ada peperangan untuk perebutan kekuasaan ini, sebaiknya kita segera mengumpulkan semua penduduk kota dan segera memilih tuan Kota yang baru lalu menutup kota kita ini agar kita tidak terlibat dalam peperangan yang akan segera terjadi" ucap seorang pria sepuh dengan pakaian layaknya jenderal perang yang memiliki kultivasi tingkat pencipta galaksi tahap akhir dan terkuat dari semua pria sepuh disana.


"Jenderal apakah anda akan kembali ke istana kaisar dan menjadi kaisar" ucap pria sepuh lainnya dengan ramah.


"Tidak, aku akan tetap di kota kelahiran ku ini saja dan menjaga kota kita ini, aku sudah memanggil semua prajurit milik ku untuk segera ke sini agar kota kita lebih aman" ucap pria sepuh berpakaian jenderal itu dengan ramah.


Long Tian terus mendengarkan pembicaraan pembicaraan mereka dan dia merasa beruntung bisa duduk di meja itu jadi bisa ikut mendengarkan pembicaraan penting itu.


"Tuan muda silahkan anda cobain masakan kami ini" ucap wanita pelayan rumah makan itu yang telah kembali bersama seorang wanita temannya lalu menyajikan hidangan pesanan Long Tian di mejanya.


"Nona terima kasih" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke wanita itu.


Wanita itu hanya tersenyum hangat lalu meninggalkan Long Tian untuk menikmati hidangan nya.


"Benar benar nikmat daging rusa bakar ini, bumbunya sangat tepat dan jahenya sangat terasa sehingga membuat tubuh ku lebih hangat" ucap Long Tian dalam hatinya sambil mengunyah makanannya.


Ada dua piring besar disana yang satu merupakan daging rusa bakar dan satunya adalah bebek bakar yang juga sangat harum dan empuk.


Pria pria sepuh itu sudah meninggalkan rumah makan itu demikian juga dengan beberapa pengunjung lainnya.


Dua puluh lima menit kemudian Long Tian sudah menghabiskan semua hidangan terbaik rumah makan itu dan kini hanya tinggal dia saja di rumah makan itu.


"Nona kemana semua orang kenapa semuanya meninggalkan rumah makan anda ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda, semuanya ke lapangan pusat kota karena akan ada pemilihan tuan kota yang baru" ucap wanita itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Long Tian.


"Jadi berapa tagihan yang harus saya bayar, saya juga ingin kesana melihatnya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat yang membuat wanita itu tampak sangat terpesona.


"Tuan muda semuanya hanya lima belas keping koin emas saja jika anda mau kita bisa pergi bersama ke sana" ucap wanita itu dengan ramah dan senyuman yang menggoda.


"Nona terima kasih tapi saya masih ingin melihat bagian lain kota ini, dan ini sisanya untuk anda saja" ucap Long Tian sambil memberikan seratus Keping Koin Emas ke wanita itu.


"Tuan muda terima kasih" ucap wanita itu meski nampak sedikit kecewa tidak dapat pergi bersama dengan Long Tian.


Long Tian kemudian meninggalkan rumah makan itu dan berjalan mengikuti penduduk kota lainnya yang menuju ke lapangan di pusat kota.


"Kota ini sangat besar, dan semua toko toko ini kenapa ikut tutup" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya dan terlihat jika semua toko mewah di toko itu sudah tutup.


Long Tian terus melangkah mengikuti semua orang itu dan memerlukan waktu setengah jam untuknya sampai di pusat kota, dia melihat jika sudah banyak penduduk yang duduk di atas rumput lapangan besar dan ada sebuah panggung di tengah tengah lapangan kota itu.


Terlihat ada beberapa orang di atas panggung dan semuanya merupakan pria pria sepuh yang tadi ada di meja sebelah nya waktu di rumah makan.


"Jadi mereka adalah tokoh tokoh penting kota ini' ucap Long Tian dalam hatinya sambil duduk bersandar di sebuah pohon yang ada di lapangan kota itu sedikit lebih jauh dari penduduk lainnya yang memilih duduk di dekat panggung.


Tidak ada hal spesial apapun di sana namun Long Tian tetap duduk bersandar pada pohon itu dengan melihat ke arah panggung itu.


"Kaisar, raja raja dan semua anggota keluarga mereka demikian juga tuan kota kita semuanya sudah menjadi abu dan kita tidak mengetahui apa pun yang sebenarnya terjadi saat jutaan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman memenuhi kota dan dunia kita ini, jadi kita akan memilih tuan kota yang baru, selain itu kita akan memilih untuk netral dan tidak terlibat dalam perang yang sangat mungkin terjadi untuk perebutan kekuasaan dan jabatan di dunia ini, kami yakin banyak yang berambisi untuk menjadi raja dan bahkan kaisar" ucap pria sepuh berpakaian jenderal itu dengan menggunakan Qi mendalamnya sehingga terdengar oleh semua penduduk kota itu.


Semua penduduk kota terlihat hanya diam mendengarkan berbeda dengan Long Tian yang sibuk memeriksa jiwa semua orang yang ada di lapangan kota itu.