
Long Tian mengikuti semua penduduk hutan itu ke bagian dalam hutan dan mereka semua kini sudah ada di tanah lapang yang benar ada air terjunnya dengan sebuah danau kecil dan satu sungai yang cukup lebar.
Long Tian kemudian duduk dengan sikap lotus di atas sebuah batu besar yang atasnya rata, sedangkan yang lainnya memilih duduk di atas tanah termasuk pria sepuh sebelumnya.
Pria sepuh itu kemudian berdiri dan menghadap ke semua orang yang ada disana.
"Saudaraku semuanya, kita sudah satu tahun kehilangan sekte kita dan kita tinggal di hutan ini, Tuan muda ini berniat memberikan kita modal untuk membangun sebuah sekte dan Tuan muda tidak meminta pengembalian dari uangnya, bagaimana menurut saudaraku semua" ucap pria sepuh itu dengan lantang namun tetap sopan lalu duduk kembali.
"Tuan muda, bisakah saya mengetahui alasan anda mau memberikan uang yang banyak untuk kami semua" ucap pria sepuh yang berkultivasi tingkat pencipta semi abadi tahap awal itu dengan ramah.
"Kalian semua sudah berjuang melawan para pengikut ras iblis darah dan itu sudah cukup untukku, selama kalian mau berjanji terus menghapus semua ras iblis darah dan pengikutnya maka aku akan senang hati membiayai kalian semua" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semua orang itu.
"Tuan muda, apakah tidak ada hal lainnya" ucap pria sepuh terkuat itu.
"Kebaikan tidak memerlukan alasan, kalian semua berjiwa baik dan kalian semua pastinya tidak mau jika sampai aliran hitam merajalela lagi bukan, kau memiliki kultivasi tingkat pencipta semi abadi tahap awal namun dengan luka dalam mu itu aku yakin jika kau bahkan tidak mampu untuk terbang lagi bukan" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Tuan muda, diantara kami semua disini tidak ada yang bisa melihat kultivasi ku, dan anda bisa berarti anda lebih kuat dariku, bahkan tidak ada satupun disini yang mengetahui jika aku terluka, bisakah pria tua yang memiliki julukan master sekte Jima ini tau siapa nama anda" ucap pria sepuh itu sambil berlutut di depan Long Tian karena memang kenyataan hanya yang di atasnya yang bisa mengetahui tingkat kultivasi seseorang jadi wajar jika dia menghormati Long Tian.
"Namaku Long Tian" ucap Long Tian dengan ramah dan sontak membuat semuanya terkejut mendengar nama itu.
"Tuan muda maafkan kami adalah bukti jika anda bernama Long Tian, karena tidak ada yang berani menggunakan nama itu di dunia ini" ucap Tetua Jima dengan sangat hormat sambil tetap berlutut.
Long Tian menyadari hal ini dan dia kemudian menggunakan kekuatan 100 galaksi miliknya dengan tetap duduk lotus namun dia kini tidak lagi di atas batu melainkan di atas lingkaran cahaya miliknya.
Semuanya langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian bahkan mereka tidak ada yang bangun dari sujud terakhir nya.
"Hormat kalian aku terima, duduklah kembali" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan kini semuanya kembali duduk di atas tanah demikian juga dengan tetua Jima
"Jadi bagaimana dengan tawaran ku, apakah kalian semua akan menolaknya atau bersedia menjadi pilar ku di dunia ini" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan menghilangkan kekuatan 100 galaksi nya, dia kembali dengan sikap duduk Lotus di atas batu besar itu.
"Penguasa kami bersedia, bahkan untuk mati demi anda kami semua bersedia" ucap tetua Jima dengan lantang mewakili yang lainnya yang kini mengangguk anggukkan kepalanya.
"Dimana kalian akan membuat sektenya" ucap Long Tian dengan ramah dan kali ini dia akan mengikuti alur nya.
"Di puncak gunung ini atau di lereng kalian akan membuat nya" ucap Long Tian lagi.
"Penguasa, kami berencana membuat di puncak gunung karena dengan demikian kami bisa mengawasi lima kota dari atas" ucap pria sepuh yang bernama Tetua Jima itu dengan hormat.
"Berapa yang kalian butuhkan dan berapa lama proses pembangunannya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya.
"Penguasa untuk membangun sebuah sekte bisa sampai satu tahun namun jika sambil berjalan maka tidak akan terasa, adapun biayanya saya belum bisa menjawabnya karena kami harus membicarakan hal ini dengan ahli bangunan yang ada di kota" jawab tetua Jima dengan ramah.
"Kalian semua silahkan kembali dulu saja, besok pagi temui saya di puncak gunung ini, dan tetua jima kemarilah, berikan ini kepada semua yang sedang sakit termasuk dirimu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi lima ratus pil penyembuh tingkat pencipta dan lima ribu pil penyembuh tingkat dewa.
"Penguasa terima kasih, tapi ini terlalu banyak" ucap tetua Jima dengan hormat setelah menerima cincin dimensi itu sedangkan yang lainnya langsung memberikan penghormatan lalu meninggalkan Long Tian dan Tetua Jima.
"Bukankah kau akan menjadi master sekte jadi apakah nanti kedepan kau tidak memerlukan pil penyembuh itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.
"Terima kasih Penguasa atas kebaikan anda, bolehkan saya meminta satu hal lagi kepada anda" ucap tetua Jima sambil membuka pertahanan jiwanya.
"Kenapa kau malah ingin menjadi bawahanku" ucap Long Tian dengan ramah.
"Hamba sudah tidak memiliki siapapun saat ini jadi hamba ingin mengabdikan diri hamba kepada penguasa saja untuk menjadi pilar terdepan untuk anda di dunia ini bahkan di dunia lain jika diperlukan" jawab Tetua Jima dengan hormat sambil berlutut dan tetap membuka pertahanan jiwanya.
Long Tian kemudian memberikan kontrak jiwa kepada Tetua Jima agar bisa menjadi pilarnya di dunia ini karena dia melihat kesungguhan hati tetua Jima.
"Penguasa terima kasih" ucap Tetua Jima dengan hormat.
"Berdirilah dan terima ini, bacalah kitab yang ada di dalam cincin dimensi ini jadi kau tahu apa saja yang ada didalamnya, untuk pembangunan sekte mu besok kita bicarakan di puncak gunung" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang disiapkan untuk semua bawahannya.
"Baik Penguasa, terima kasih, hamba mohon diri untuk membagikan pil penyembuh dahulu" ucap Tetua Jima sambil menerima cincin dimensi itu lalu berdiri dan memberikan penghormatan kepada Long Tian lalu meninggalkan Long Tian sendirian.
Long Tian kemudian berdiri dan melesat ke puncak gunung itu yang memang terlihat dari danau air terjun itu.
"Puncak gunung ini sangat luas pantas saja mereka memilih puncak gunung ini" ucap Long Tian sambil membuat kubah perlindungan yang berwarna putih di seluruh puncak gunung itu.