
Long Tian langsung memeriksa jiwa pria sepuh itu dan menemukan bahwa pria sepuh itu berjiwa baik.
"Tuan saya tidak pandai memilih namun saya yakin anda tidak akan menipu saya, jadi saya percayakan kepada anda saja untuk memilihkan semua pakaian kualitas terbaik untuk saya dan istri saya, apakah ada ruang untuk saya menunggu sampai pesanan saya anda siapkan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda sangat bijaksana, dan Tuan Muda bisa menunggu di ruangan saya jika demikian, anakku tolong persiapkan pesanan Tuan Muda ini" ucap pria sepuh itu ke wanita yang Long Tian duga adalah pelayan toko namun ternyata adalah anak pemilik toko.
"Baik ayah, akan aku persiapkan semuanya dengan kualitas yang terbaik agar Tuan Muda dan istri tidak kecewa" ucap wanita itu.
"Tuan muda mari ikuti saya" ucap pria sepuh itu sambil melangkah menuju bagian dalam Toko pakaian itu.
Long Tian kemudian mengikuti pria sepuh tersebut dan memasuki sebuah ruangan besar namun didalamnya sangat sederhana.
"Tuan Muda silahkan duduk" ucap pria sepuh tersebut sambil mempersilahkan Long Tian duduk di kursi kayu yang ada di dalam ruangan itu dan Long Tian menjawab dengan senyuman dan langsung duduk.
"Tuan, ibukota ini sangat ramai ternyata pasti banyak pembeli ke toko anda ini" ucap Long Tian membuka pembicaraan.
"Tuan muda, kadang apa yang terlihat tidak seperti yang dibayangkan meski di luar terlihat ramai tapi toko toko disini jarang mendapat pembeli" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan, apakah ada yang terjadi sehingga ini terjadi, maaf saya baru di ibukota ini jadi tidak memahaminya" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, semua yang di luar berjalan itu bukan warga ibukota ini semuanya seperti anda merupakan pendatang disini, namun mereka semua sudah tiga bulan ini memenuhi ibukota ini dan selalu berjalan sehingga ibukota ini terlihat ramai akan tetapi mereka tidak memasuki satu toko pun" ucap pria sepuh itu dengan ramah menjelaskan.
"Tuan sampaikan bahwa mereka yang semuanya berjalan itu sudah tiga bulan di ibukota ini tanpa membeli apapun" ucap Long Tian dengan heran.
"Itu benar bahkan rumah makan dan kedai makan saja sepi pembeli, tuan muda bisa mengeceknya nanti setelah anda dari sini" ucap Pria sepuh itu.
"Tuan apakah ada berita yang tidak masuk akal lainnya dalam waktu tiga bulan ini?" Ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda selain mereka yang memenuhi ibukota ini tanpa membeli apapun, kami semua juga tidak mengenal para prajurit yang berjaga di gerbang kota dan di istana, mereka semuanya orang baru dan asing buat kami yang sejak lahir disini semuanya menjadi seperti ini sejak tiga bulan ini saja, tapi kami tidak tau para prajurit yang lama kemana dan ada satu lagi yang membuat kami bingung" ucap pria sepuh itu sambil terlihat menarik nafas panjang.
"Tadi pagi kami dikagetkan dengan hilangnya kediaman dari Jenderal Besar Huan, kediaman mereka telah hilang tanpa menyisakan apapun dan demikian juga keluarga besar Jenderal Besar Huan juga menghilang semuanya" ucap pria sepuh itu.
"Keluarga besar Jenderal Besar Huan?" Ucap Long Tian pura pura kaget.
"Benar, semuanya menghilang bahkan istana saat ini hanya ada prajurit prajurit yang tidak kami kenal saja, kaisar Huan dan semua keluarganya yang merupakan kakak dari Jenderal besar Huang juga menghilang semalam" ucap pria sepuh itu.
"Tuan lalu bagaimana dengan Jenderal yang lain dan para pejabat istana" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda semua pejabat dan jenderal militer juga semuanya keluarga Huan, jadi semuanya kini hilang namun anehnya para komandan dan prajurit tidak ada yang khawatir" ucap pria sepuh itu.
"Benar benar aneh jika kaisar semua keluarga besarnya menghilang namun militer diam saja" ucap Long Tian.
"Jadi semalam itu adalah kediaman Jenderal Besar Huan" ucap Long Tian dalam hatinya.
"Tuan, apakah tiga bulan lalu juga ada fenomena" ucap Long Tian penasaran.
"Tuan muda mungkin lupa, perang besar yang terjadi antara aliansi sekte aliran hitam dengan aliansi sekte aliran putih yang didukung oleh pihak kekaisaran di benua es yang terjadi tiga bulan lalu" ucap pria sepuh itu.
"Sejak itulah semuanya terjadi, prajurit yang pulang perang semuanya tidak kami kenal dan ibukota mulai seperti ini" ucap pria sepuh itu.
Tiba tiba pintu diketuk dan anak pemilik toko memasuki ruangan itu.
" Tuan muda maaf menunggu lama mohon diperiksa dahulu pesanan anda" ucap wanita tersebut sambil memberikan sebuah cincin dimensi.
Long Tian menerima cincin dimensi tersebut dan dia melihat ribuan pakaian wanita dan laki laki dengan kualitas terbaik ada di dalamnya.
"Nona berapa saya harus membayar" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tian muda maaf semuanya jadi 58 juta koin emas" ucapnya sambil tersenyum.
"Nak apa kau memasukan semua yang ada di gudang kita juga" ucap pria sepuh itu sambil memukul jidatnya sendiri.
"Ayah, apakah aku salah" ucap wanita tersebut dengan terlihat gugup.
"Sudah tidak apa apa, dengan begini aku dan istriku tidak lagi perlu membeli pakaian untuk jangka waktu lama, nona ini silahkan anda hitung dulu" ucap Long Tian memberikan 60 juta koin emas dalam sebuah cincin dimensi dan menyimpan cincin dimensi yang berisi pakaian.
"Tuan muda maaf kelebihan dua juta", ucapnya sambil memindahkan 58 juta koin emas dari cincin dimensi yang diberikan Long Tian kedalam cincin dimensi milik nya dan menyerahkan kembali cincin dimensi Long Tian yang kini tersisa dua juta koin emas.
"Itu buat nona saja" ucapnya ramah.
"Terimakasih Tuan muda" ucap wanita itu dengan sangat girang.
"Baik, urusan saya sudah selesai saya mohon pamit" ucap Long Tian sambil berdiri
"Tuan muda hati hati dijalan dan terima kasih" ucap Pria sepuh itu sambil melihat Long Tian meninggalkan ruangannya.
"Nak, lain kali jangan seperti ini, untung Tuan muda orang nya baik, jika tidak pasti toko kita sudah hancur" ucap pria sepuh itu
"Maafkan saya ayah, saya kira Tuan Muda benar benar hendak membeli semuanya" ucap wanita itu sambil menunduk.
Long Tian yang masih di balik pintu itu mendengar pembicaraan keduanya hanya tersenyum dan berjalan meninggalkan toko itu.
"Aku jadi mirip dengan Ling-er membersihkan toko dan Gudang Toko" ucap Long Tian dalam hatinya melihat toko itu mulai kosong karena kebanyakan masuk kedalam cincin dimensi yang diberikan oleh wanita anak pemilik toko.