
Long Tian yang kini sendirian langsung membuat singgasana awan dan mendudukinya, dia menenangkan pikirannya karena tombak besar nya masih menjadi sekeras baja karena pelukan Li Mei tadi.
Satu jam berlalu dan tombak itu kembali ke ukuran kecilnya meski tidak benar benar kecil.
"Semua manusia yang berjiwa jahat dan Ras iblis darah sudah tidak ada lagi di dunia ini tapi kenapa aku masih merasakan ada banyak yang meminta kehadiran ku" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil menggerakkan awan ke arah selatan dan dia menyapu daratan dengan mata emasnya melihat semua yang ada di bawahnya.
Long Tian langsung berteleportasi secara acak dan muncul di depan sebuah mulut Goa dan mulut Goa itu tidak besar hanya seukuran tubuhnya.
"Ada dua orang di Goa ini dan mereka sedang terluka" ucap Long Tian sambil melihat ke dalam Goa itu dengan ilmu mata emasnya.
Dia melangkah memasuki Goa itu dan melihat jika ada dua orang pria sepuh yang terluka cukup parah dan nyaris tidak sadarkan diri.
"Tuan saya berniat baik dan membantu kalian, mohon telan khasiat Pil Penyembuh ini" ucap Long Tian sambil mengeluarkan dua butir pil penyembuh tingkat dewa dan memberikan masing masing satu butir.
Kedua orang itu menerima pil penyembuh tingkat dewa itu dan melihat jika pil itu benar adalah Pil Penyembuh, mereka langsung menelan Pil Penyembuh dan merasakan khasiatnya.
Luka luka mereka berdua kini menutup dan bekas luka nya juga menghilang seutuhnya bahkan mereka merasakan jika tubuh mereka kembali prima seakan akan bahwa luka mereka hanyalah mimpi buruk.
Lima menit berlalu dan mereka berdua kini sepenuhnya sudah sembuh total bahkan kondisi mereka lebih baik lagi.
"Tuan muda terima kasih maaf anda siapa kenapa anda menolong kami berdua" ucap seorang pria sepuh.
"Tuan, saya berniat sedang berpetualang dan berniat untuk beristirahat disini, namun ternyata ada anda berdua yang terluka disini, kenapa anda berdua bisa memiliki banyak luka pedang" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, nama saya Ding Li, saya adalah patriark dari sekte pedang sabit dan ini ada wakil saya, kami dalam perjalanan kembali ke sekte namun ternyata kami mendapatkan serangan dari sekte aliran hitam dan kami tidak sanggup melawan semuanya jadi kami melarikan diri kesini" ucap Ding Li dengan hormat karena berhutang budi kepada Long Tian.
"Patriark Ding Li saya Long Tian, bisakah anda menunjukan dimana sekte aliran hitam itu berada" ucap Long Tian dengan ramah.
"Apakah anda Dewa Naga Emas, Penguasa 100 galaksi" ucap Patriark Ding Li dengan penuh tanda tanya
"Patriark anda benar dan bisakah anda menunjukan lokasi mereka kepada saya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menggunakan kekuatan 100 galaksi.
"Penguasa Terima kasih sudah menjawab doa kami dan menolong kami" ucap Patriark Ding Li sambil berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian demikian juga dengan tetua yang ada di sebelahnya.
"Patriark berdirilah ayo kita kesana" ucap Long Tian sambil menghentikan kekuatan 100 galaksi dan melangkah keluar dari Goa itu di ikuti oleh keduanya.
"Penguasa, hutan ini adalah hutan siluman serigala dan mereka semua ada di bukit di balik hutan ini" ucap Patriark Ding Li menjelaskan sambil menunjuk arah utara dari tempat mereka berada.
"Aku akan kesana, kalian kembalilah ke sekte kalian" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa, kami harus membantu ibukota yang saat ini sedang berperang melawan jutaan pasukan sekte aliran hitam" ucap Patriark Ding Li dengan hormat.
"Patriark anda berdua melawan satu sekte saja sampai terluka seperti itu apa anda yakin anda bisa melawan jutaan pasukan sekte aliran hitam itu" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Penguasa, kami tidak bisa berdiam diri dengan hal ini, setidaknya kami mati dengan perjuangan untuk para penerus kami" ucap Patriark Ding Li dengan hormat.
"Kalian itu, baiklah kita pergi bersama dan kita bereskan dulu sekte itu" ucap Long Tian sambil terbang melayang ke arah bukit sekte aliran hitam yang menyerang Patriark Ding Li dan tetua sektenya dan di ikuti oleh keduanya.
Mereka bertiga kini sudah melayang di depan pintu gerbang sekte itu dan Long Tian langsung turun ke tanah di depan gerbang yang tertutup rapat.
"kalian bertiga ada urusan apa kesini, oh ternyata patriark pengecut yang tadi kabur toh yang kesini, apakah kau ingin mat…." Ucap seorang pemuda yang berjaga di gerbang sekte namun suaranya tertahan karena di tekan dengan aura naga oleh Long Tian.
Bukan hanya pemuda itu yang ditekan dengan aura naga melainkan 30 orang yang juga berjaga disana.
Boooom
Boooom
Terdengar ledakan berkali kali saat tubuh semua yang berjaga di sana berubah menjadi kabut darah karena dihancurkan oleh aura naga Long Tian.
"Kalian berdua tunggu disini, habisi jika masih ada yang melarikan diri" ucap Long Tian sambil mengeluarkan pedang naga emas dan memegangnya di tangan kanannya.
"Baik Penguasa" ucap keduanya kompak dan tampak sedikit takut karena melihat puluhan orang sekte aliran hitam yang berubah menjadi kabut darah.
"Tebasan kehancuran" ucap Long Tian sambil mengayunkan pedangnya dengan cepat dan tampak siluet pedang berwarna emas keluar dari pedangnya.
Booooooom
Terdengar kencang suara ledakan saat siluet pedang berwarna emas itu mengenai gebang didepannya dan menghancurkan gerbang itu dengan sekali tebas.
Siluet pedang berwarna emas itu tidak menghilang melainkan terus melesat ke dalam sekte dan menghancurkan semua yang dilewatinya.
Long Tian berjalan masuk kedalam sekte dengan terus mengayunkan pedangnya ke semua arah dan ledakan ledakan terus terdengar.
Lima menit berlalu, Bukan hanya puluhan namun sudah ribuan yang meregang nyawa di tangan Long Tian atau tepatnya oleh siluet pedang berwarna emas miliknya.
"Tuan muda apa salah sekte ku sampai anda membunuh semua orang disini dan menghancurkan semua bangunan kami" ucap seorang pria sepuh dengan kekuatan tingkat dao surgawi tahap akhir yang melayang di depan Long Tian.
Long Tian tidak menjawabnya namun dia melesat ke pria sepuh itu dan langsung mengayunkan pedangnya dengan tujuan menebas leher pria sepuh itu.
Traaaaaang
slaaaaaash
Terdengar suara kedua pedang beradu dan pedang pria sepuh itu terbelah menjadi dua dan menebas leher pria sepuh itu sampai terputus.
"Kutukan darah penghapus jiwa" ucap Long Tian sambil menusuk jantung pria sepuh tanpa kepala itu.
Jutaan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman dan sedikit berwarna emas keluar dari tubuh pria sepuh itu dan langsung melesat ke seluruh bagian sekte dan dunia itu.
Long Tian mencabut pedang naga emas dan langsung melangkah pergi, tubuh tak berkepala itu langsung menjadi abu.
Long Tian kemudian melesat ke atas dan melayang 100 meter di atas sekte itu dan dia melihat jika sudah tidak lagi yang selamat dari dampak Tebasan Kehancuran.
"Dampak kerusakannya sangat besar." Ucap Long Tian berbicara sendiri dan langsung melesat kembali ke depan gerbang sekte itu menemui Ding Li dan tetua sektenya.
"Penguasa" ucap keduanya sambil berlutut dan berdiri kembali.
"Pengendalian Alam, tanah telanlah" ucap Long Tian sambil menghentakkan kakinya pelan ke tanah.
Tanah bergetar dengan kencang semua sisa bangunan yang masih berdiri kini roboh dan hancur, dan terlihat retakan retakan di tanah yang langsung memasukan semua yang ada di atasnya.
Lima menit berlalu dan kini di atas tanah yang tadinya berdiri sebuah sekte aliran hitam itu kini sudah kosong dan hanya ada pepohonan saja dan getaran tanah pun kini sudah tidak terjadi.