
Pria sepuh penjual sate tersebut langsung menyiapkan pesanan Long Tian dan memasukan semua sate nya ke dalam cincin dimensi milik Long Tian tersebut sedangkan Long Tian sendiri sibuk dengan mengawasi sekelilingnya dan belum menemukan hal yang membahayakan nya.
"Tuan muda ini cincin dimensi anda, dan semuanya hanya sepuluh keping koin emas saja" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil memberikan cincin dimensi milik Long Tian.
"Terima kasih Tuan, dan ini untuk anda semuanya saja" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat menerima cincin dimensi itu dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi dua ratus sepuluh keping koin emas dan dua butir Pil Penyembuh tingkat pencipta.
"Tuan muda ini sangat banyak sekali" ucap pria sepuh itu mencoba mengembalikan cincin dimensi yang diberikan oleh Long Tian namun di tolak oleh Long Tian.
"Itu untuk anda dan bukankah anda sedang membutuhkan uang dan juga pil penyembuh tingkat pencipta itu, jika saya boleh tahu siapa yang sakit" ucap Long Tian dengan ramah karena dia melihat jika pria sepuh itu sedang bersedih jadi dia mengira ngira pria sepuh penjual sate memerlukan hal itu.
"Dewa anda seorang Dewa anda bisa tahu kesusahan saya, terima kasih sudah membantu saya" ucap pria sepuh itu sambil berlutut dan bersujud di hadapan Long Tian dan semua orang disana tampak tidak peduli sama sekali.
"Tuan bangunlah, tidak enak seperti ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil membantu pria sepuh itu untuk bangun kembali.
"Sekarang coba anda ceritakan kepada saya siapa yang sebenarnya sakit dan dimana dia sekarang" ucap Long Tian dengan ramah setelah pria sepuh itu berdiri kembali di depannya.
"Dewa, istriku juga seorang kultivator dan dahulu dia mengalami luka namun dia tidak memberitahukan kepada ku, beberapa tahun terakhir ini lukanya menjadi semakin parah, sedangkan usia ku sudah senja sehingga berjualan sate ini saja yanh bisa ku lakukan, saat ini istriku ada di gubuk kami di belakang pasar ini" ucap pria sepuh penjual sate tersebut dengan sangat hormat ke Long Tian.
"Baiklah begini saja, sekarang anda bereskan dahulu gerobak anda ini lalu kita ke rumah anda saja untuk melihat kondisi dari istri anda, karena saya juga seorang tabib jadi siapa tahu bisa membantu proses penyembuhan nya semakin cepat" ucap Long Tian dengan sangat ramah.
"Baik Dewa, terima kasih anda sudah membantu kami" ucap pria sepuh penjual sate tersebut sambil membereskan dagangan nya yang sudah habis di beli oleh Long Tian sedangkan Long Tian sendiri bersandar di tiang dekatnya sambil memakan sate nya yang kini berjumlah lebih dari dua ribu tusuk.
Lima menit berlalu dan kini pria sepuh itu sudah mendatangi Long Tian karena gerobaknya sudah dia simpan kembali.
"Dewa mari kita melihat istri saya" ucap pria sepuh tersebut dengan sangat sopan dan hormat ke Long Tian.
"Baik, silahkan anda tunjukan jalannya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan mempersilahkan pria sepuh itu untuk berjalan terlebih dahulu.
Long Tian mengikuti pria sepuh itu dan mereka berjalan melalui beberapa gang sempit di luar pasar itu.
Memerlukan waktu setengah jam untuk mereka sampai di perkampungan yang sangat kumuh namun masih berada di dalam areal ibukota kekaisaran.
"Rumah rumah disini semuanya rumah kuno dan cukup besar hanya saja tidak terawat sama sekali, apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka semua yang ada di sini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus mengikuti pria sepuh itu.
"Dewa, ini gubuk ku, mari kita masuk, istri saya ada di kamar kami" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat sambil melangkah memasuki sebuah rumah yang bisa di bilang sebesar kediaman seorang kepala desa.
"Tuan rumah anda sangat besar" ucap Long Tian dengan ramah sambil berjalan mengikuti pria sepuh itu.
"Dewa ini hanya gubuk tua saja" ucap pria sepuh kemudian sambil membuka pintu sebuah kamar yang ukuran kamar itu juga cukup luas.
Mereka berdua memasuki kamar itu dan terlihat seorang wanita sepuh yang terbaring tidak berdaya dengan vitalitas yang sangat rendah karena hampir semua organ dalamnya terluka cukup parah, nampak juga seorang wanita usia tiga puluhan yang duduk menjaga wanita sepuh itu.
"Ayah sudah pulang dan siapa tuan muda ini, apakah seorang tabib" ucap wanita tersebut dengan ramah sambil berdiri dan melihat ke Long Tian.
"Anakku, Dewa penolong kita ini akan mengobati ibu mu, Dewa silahkan" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan mempersilahkan Long Tian untuk memeriksa istrinya.
Long Tian hanya tersenyum hangat lalu berjalan mendekati istri pria sepuh itu.
"Vitalitas istrimu sudah sangat lemah, banyak sekali organ dalamnya yang rusak, sepertinya ini luka akibat pertarungan dan sudah sangat lama" ucap Long Tian sambil melihat ke istri pria sepuh itu sedangkan wanita anak pria sepuh kini berdiri di samping ayahnya.
"Dewa apakah pil penyembuh tingkat pencipta dari anda bisa membantu kesembuhan istri saya" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat dan terdengar sangat berharap.
"Kedua pil itu kalian berdua konsumsi saja, untuk istri mu aku sendiri yang akan mengobati nya, jangan ganggu aku selama proses nya" ucap Long Tian dengan tegas sambil mengangkat tangan kanannya.
"Hukum penciptaan, regenerasi" ucap Long Tian pelan namun terdengar oleh semua yang ada di kamar itu.
Cahaya emas regenerasi keluar dari telapak tangan kanannya itu lalu turun dan membungkus tubuh wanita sepuh, cahaya emas regenerasi kemudian mengangkat tubuh wanita sepuh setinggi tiga puluh sentimeter dari atas tempat tidur bersamaan dengan Long Tian yang melayang dengan menggunakan kekuatan 100 galaksi.
Pria sepuh dan anaknya langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long, mereka tidak berani untuk berdiri dan bersuara namun dalam hatinya sangat mendoakan Long Tian agar berhasil mengobati sosok wanita yang menjadi cahaya utama rumah itu.
Vitalitas wanita sepuh itu terlihat sangat membaik bahkan semua kerutan di tubuhnya kini sudah menghilang, tubuh yang sebelumnya terlihat hanya tulang kini sudah mulai terisi kembali memperlihatkan tubuh wanita sepuh yang jauh lebih lebih baik dari sebelumnya.
Wajah wanita sepuh itu juga kini terlihat sangat muda bahkan jadi seusia dari anaknya yang masih berusia tiga puluh tahun, luka luka nya juga kini sudah hilang seluruhnya bahkan bisa di bilang wanita sepuh ini sedang dalam kondisi terbaiknya saat ini.