Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 58 part 9


Anak Perempuan dan Istri Lan Ji keluar dari dalam kediamannya dan menemui mereka berdua lalu berlutut di depan Long Tian dan memberikan sujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.


"Penguasa, terima kasih mau mengabulkan doa saya untuk menyelamatkan nyawa ayah dan ibu saya" ucap anak perempuan Lan Ji dengan penuh hormat.


"Kalian berdua bangunlah, Adik kecil hidupmu akan kembali seperti dahulu, ingatlah untuk selalu menjadi orang baik dan teruslah belajar" ucap Long Tian dengan sangat ramah.


Mereka berdua lalu bangkit dan duduk di kursi teras itu persis di depan Long Tian.


"Penguasa apakah tidak apa apa jika suami saya menjadi tuan kota, saya takut jika keluarga tuan kota yang ada di kota lain menyerang kami" ucap istri Lan Ji dengan sangat hormat kepada Long Tian.


"Kota ini memiliki segel perlindungan yang bahkan tidak akan bisa di rusak oleh tingkat pencipta abadi tahap akhir sekalipun, semua yang berniat buruk atau berhati jahat akan menjadi abu saat memasuki kota ini, jadi saya rasa tidak akan ada lagi yang bisa menyerang kalian di kota ini." Ucap Long Tian sambil tersenyum melihat banyaknya warga di luar kediaman Lan Ji itu dan mereka menembus segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa buatan Long Tian yang menandakan jika mereka adalah orang orang yang berhati baik.


Semua warga itu berlutut dan langsung bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.


Long Tian dan yang lainnya langsung berdiri dan menyembut semua penduduk kota yang hadir itu, namun Long Tian berdiri di atas lingkaran cahaya tidak di lantai teras itu.


"Penduduk kota dengarkan baik baik pertanyaanku, apakah kalian setuju jika Lan Ji yang memimpin kota ini, karena seorang pemimpin tidak bisa memimpin jika tidak sukai atau di dukung oleh semua penduduk." Ucap Long Tian dengan ramah namun sangat mendominasi.


"Penguasa kami setuju" ucap seorang pria sepuh dan di ikuti oleh semuanya memberikan dukungan untuk Lan Ji menjadi pemimpin kota itu.


"Baiklah, aku akan melebarkan segel pertahanan kota ini jika saat ini hanya sampai tembok kota maka akan aku lebarkan menjadi 50 kilometer dari tembok kota kalian hiduplah dengan tenang dan nyaman di Kota ini, aku pamit semoga suatu hari nanti aku bisa kembali ke kota kalian ini dan melihat kemajuan kalian semua, Lan Ji pimpin lah kota ini sebaik kau bisa" ucap Long Tian dengan ramah dan mendominasi lalu menghilang dari hadapan semua orang disana laksana mimpi.


Mereka semua langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan Long Tian.


"Tuan Kota, kami sangat senang jika anda yang memimpin kota ini" ucap seorang pria sepuh yang mendatangi Lan Ji lalu memberikan salam dan dukungannya.


Semua warga menyalami Lan Ji dan mereka semua mendukung Lan Ji sebagai pemimpin mereka di kota itu.


Sementara itu Long Tian saat ini berada di atas awan dan melihat semuanya dengan mata emasnya.


"Seorang gadis kecil bahkan berdoa meminta kehadiran ku, banyak sekali yang aku lewatkan di masa lalu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melebarkan segel perlindungan kota itu.


"Baiklah sekarang waktunya untuk tugas lainnya di dunia ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menghentikan kekuatan 100 galaksi lalu berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta.


"Desa, baiklah kita lihat ada apa di desa ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melangkah memasuki desa itu.


"Tuan maaf apakah ada kedai makan di desa ini" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah saat berpapasan dengan seorang pria sepuh yang menggunakan pakaian sangat sederhana.


"Nak, kedai makan ada di bagian belakang desa, masuklah nanti kau akan menemukan nya di sebelah kananmu" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan tersenyum hangat ke Long Tian.


"Tuan, terima kasih, saya mohon diri" ucap Long Tian yang tidak kalah ramah dan sopannya lalu melangkah memasuki desa itu.


"Semuanya sangat ramah di desa ini, aku yang memasuki desa dengan pakaian seperti ini saja mereka sangat hormati apalagi jika aku memakai pakaian seperti biasa" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya dan semuanya tersenyum ramah kepadanya.


Long Tian terus melangkah dan setelah hampir dua kilometer dia berjalan dia menemukan kedai makan sederhana yang sangat asri dengan banyaknya bunga bunga di sekeliling rumah makan itu.


Long Tian memasuki kedai makan itu dan dia memilih untuk duduk di dalam karena lebih ramai jadi mudah untuknya mendapatkan informasi di desa ini.


"Tuan muda apakah anda ingin memesan makanan atau anda hanya ingin menikmati teh hijau kami saja" ucap seorang wanita paruh baya yang berpakaian sangat sederhana.


"Bibi, bisakah saya mendapatkan makanan terbaik di sini dan teh hijaunya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum.


"Mohon tunggu sebentar, saya akan menyiapkan semuanya" ucap wanita paruh baya itu dengan ramah sambil tersenyum dan kemudian melangkah menuju bagian belakang kedai makan itu.


"Eh apakah kalian mendengar jika istri kepala desa sempat terjatuh di kamar mandi dan dia terluka" ucap seorang pria pengunjung kedai makan itu.


"Kau itu makanya jangan kelamaan di hutan jadi tidak tahu jika istri kepala desa sudah sembuh bahkan kini kepala desa dan istrinya terlihat lebih muda" ucap pengunjung lainnya dengan lantang dari ujung kedai lainnya.


"Itu benar tadi aku melewati rumahnya dan melihat jika dia tidak lagi memiliki kerutan di wajahnya" ucap pengunjung lainnya


"Aku sudah menanyakan ke kepala desa dan katanya dia mendapatkan pil penyembuh tingkat dewa dari seorang tuan muda bangsawan saat dia hendak ke kota dan katanya lagi semua luka lamanya menghilang seutuhnya bahkan katanya dia mendapatkan satu poci teh herbal yang sangat berkhasiat itulah sebabnya dia dan istrinya kini terlihat lebih muda" ucap pengunjung lainnya dengan lantang.


"Aku pernah dengar jika di pelelangan harga Pil Penyembuh tingkat dewa itu sampai ratusan ribu keping koin emas loh" ucap pengunjung lainnya.


"Teh herbal itu jika saja aku bisa meminumnya mungkin aku juga bisa kembali muda" ucap pengunjung lainnya yang sudah berusia senja.


"Wah istri kepala desa kita benar benar beruntung bisa merasakan minuman seperti itu" ucap seorang pengunjung wanita.


"Benar itu seandainya kita bisa meminumnya mungkin kerutan di wajah ku ini akan menghilang dan suamiku bisa semakin sayang sama aku" ucap pengunjung wanita lainnya.