Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 82 part 12


"Lihatlah puncak gunung yang tertutup oleh kubah cahaya berwarna putih itu, kalian semua datanglah kesana besok pagi" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat jika cincin komunikasi miliknya bersinar terang.


"Tuan muda bisakah anda memberitahu kami kenapa kami semua harus kesana" ucap seorang pemuda dengan ramah dan tampak rasa ingin tahunya.


"Saya membuat sebuah sekte aliran putih dan tetua Jima menjadi master sektenya, jadi kalian bisa bergabung dengan Tetua Jima untuk memperkuat pasukan aliran putih itupun jika kalian berkenan" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda benarkah hal itu, jika demikian maka kami semua akan bergabung dengan sekte Tetua Jima, bisakah saya tahu apa nama sekte yang dibuat oleh anda untuk tetua Jima, karena saya yakin tanpa bantuan anda tidak mungkin tetua Jima bisa mendirikan sekte saat semua harta bendanya habis terbakar waktu itu" ucap Pemuda yang mengatakan sebelumnya adalah satu sekte dengan Tetua Jima.


"Aku menamakan sekte itu dengan Sekte pilar naga emas" Jawab Long Tian sambil tersenyum ramah dan hangat.


"Baik Tuan muda, kami akan kembali dulu dan membicarakan hal ini dengan yang lainnya, kami mohon diri" ucap pria sepuh yang merupakan yang terkuat dari mereka semua kecuali dari Long Tian lalu berdiri dan di ikuti oleh yang lainnya termasuk juga Long Tian yang ikut berdiri.


"Baiklah, aku harap kalian semua bisa membantu Tetua Jima dan tidak lagi menutup aliran sungai ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semua orang itu.


Mereka semua memberikan penghormatan kepada Long Tian lalu meninggalkan Long Tian sendirian disana.


Long Tian kemudian memberikan sedikit Qi nya ke cincin komunikasi miliknya.


"Penguasa semuanya sudah selesai, sudah siap untuk di isi, semua keperluan di dalam sekte juga sudah kami siapkan, kami semua juga sudah kembali ke dunia naga." Terdengar suara Tuan Kota ahli bangunan dunia naga melalui cincin komunikasi itu.


"Terima kasih atas bantuan kalian semua" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi itu.


"Siap Penguasa, untuk anda kapanpun kami siap" ucap Tuan kota ahli bangunan dunia naga itu melalui cincin komunikasi.


"Baiklah waktunya melihat hasil karya mereka" ucap Long Tian sambil kemudian berteleportasi kembali ke puncak gunung yang merupakan lokasi sekte pilar naga emas.


"Mereka benar benar membuat keajaiban" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dan terlihat jika kini di puncak gunung itu berdiri banyak pagoda besar dengan masing masing sepuluh lantai dan ada satu menara tinggi di tengah tengah puncak gunung itu, banyak juga bangunan bangunan besar lainnya dan lapangan lapangan untuk pelatihan serta Panggung untuk berlatih tanding.


Sekte pilar naga emas itu juga memiliki tembok dan Gerbang layaknya sebuah istana yang sangat megah dan juga kuat.


Semua bangunan memiliki kualitas terbaik dengan ukiran ukiran naga emas di setiap bangunannya bahkan ada patung naga emas besar yang berdiri di atas gerbang masuk sekte.


"Semuanya begitu mewah dan megah, bahkan aku yakin jika istana dunia ini pun kalah megah nya dengan sekte pilar naga emas ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat sekelilingnya dan berjalan menuju sebuah bangunan besar yang menyerupai bangunan istana merah miliknya yang berada di bagian paling belakang.


Long Tian tidak memerlukan lama untuk sampai disana dan bersamaan dengan cincin komunikasi miliknya bersinar terang.


Long Tian kemudian memberikan sedikit Qi miliknya.


"Penguasa maaf ada sedikit hadiah dari kami, kami membuat istana merah meskipun tidak mirip namun bisa untuk anda beristirahat jika anda ke dunia itu lagi" suara Tuan Kota ahli bangunan terdengar dari dalam cincin komunikasi itu.


"Sama sama Penguasa" ucap Tuan kota ahli bangunan dunia naga itu melalui cincin komunikasi.


"Sepertinya aku harus meminta mereka merenovasi istanaku yang di dunia naga" ucap Long Tian yang melihat arsitektur mewah istana merah miliknya itu.


Long Tian kemudian memasuki bagian dalam istana merah itu dan semuanya sama dengan istana merah buatannya hanya saja arsitektur nya lebih mewah dan dia langsung menuju kamar utama disana yang merupakan kamarnya.


"Bahkan bagian dalam kamar ini juga mereka bisa buat sangat mirip namun lebih mewah" ucapnya sambil menutup pintu kamar itu lalu menuju ke kamar mandinya guna membersihkan dirinya karena hari sudah mulai malam.


Long Tian selesai membersihkan diri langsung menuju ke tempat tidur nya dan merasakan jika dia seakan tidur di kamarnya di istana merah yang ada di dunia merah.


"Ling-er sedang sendirian tidur dikamar sebaiknya aku menarik nya kesini saja" ucap Long Tian yang berkomunikasi dengan semesta dan fokus dengan dunia merah.


Long Tian kemudian menarik Hao Ling istrinya yang sedang tiduran di tempat tidur nya di istana merah ke sampingnya.


"Gege kapan sampai, tapi kenapa kamar ini lebih bagus dari kamar kita" ucap Hao Ling sambil duduk di atas tempat tidur dan melihat sekelilingnya.


"Ling-er kita ada di dalam istana merah yang ada di dalam sekte pilar naga emas di galaksi ke delapan puluh dua dan besok akan di resmikan" ucap Long Tian sambil tersenyum dan tetap dalam posisi tiduran.


"Gege setidaknya kita memiliki waktu malam ini untuk bersama, aku sangat merindukanmu" ucap Hao Ling sambil tersenyum mesra ke Long Tian suaminya.


Waktu berlalu dan malam pun telah sirna digantikan oleh matahari pagi yang bersiap untuk menyinari dunia itu, Long Tian dan Hao Ling istrinya pun sudah duduk di kursi yang ada di kamarnya itu.


"Gege apakah akan membuat gerbang dimensi ke istana merah yang ini juga" ucap Hao Ling sambil menuangkan teh untuk Long Tian dan dirinya.


"Ling-er, sepertinya itu mungkin saja tapi mungkin tidak hari ini, nanti jika semuanya sudah bersih di dunia ini akan Gege sambung kan dengan dunia naga" ucap Long Tian sambil meminum teh nya dan kemudian mengeluarkan beberapa apel emas kesukaannya.


"Gege, aku mau apel ini lagi, persediaan ku sudah habis dan sepertinya harus kembali dulu ke istana merah dunia merah karena jika tidak semuanya akan mencariku" ucap Hao Ling sambil tersenyum ramah dan mulai memakan apel emas itu.


Long Tian hanya tersenyum dan kemudian mengeluarkan masing masing satu peti kayu apel emas dan pir emas yang muncul di depan mereka berdua.


"Gege terima kasih" ucap Hao Ling sambil menyimpan kedua peti kayu itu ke dalam cincin dimensinya.


"Ling-er bagaimana dengan Chen-er, apakah dia rewel" ucap Long Tian sambil tetap menikmati apel emasnya.


"Tidak Gege, dia kebanyakan bersama Li Lian dan Li Mei sekarang, semalam saja dia tidur bersama mereka, apakah Gege tidak mau memberikan mereka anak juga" ucap Hao Ling sambil kembali menuangkan Teh untuk Long Tian.