
" Jenderal Long Pang masuklah aku tau kau ada di depan aula ini." Ucap Long Tian sedikit keras karena mengetahui jika Jenderal Long Pang sudah sampai di depan Aula tersebut.
Jenderal Long Pang pun kemudian masuk ke aula tersebut dan memberikan hormat kepada Long Tian dan duduk di depan Long Tian.
"Jenderal, jika kita tempatkan satu kapal perang dengan 1000 prajurit dan 1 Jenderal di satu dunia sebagai penjaga dunia di masing masing semesta apakah cukup pasukan perang kita?" Tanya Long Tian kepada Jenderal Long Pang.
" Cukup Penguasa, dengan adanya pasukan kita di tiap Dunia maka akan menambah rasa aman kepada penduduk Dunia dan kesejahteraan mereka akan lebih terjamin" Jawab Jenderal Long Pang dengan hormat.
" Segera atur hal itu, dan untuk 1000 pasukan yang ada disini jadikan sebagai pasukan bayangan untuk istriku" ucap Long Tian.
" Maaf Penguasa, hamba lupa melaporkan bahwa berkat adanya menara 250 dunia, saat ini saya sudah memiliki satu juta pasukan baru dengan kultivasi tingkat dewa emas dan semuanya perempuan, apakah tidak sebaiknya mereka saja yang melindungi Permaisuri" Ucap Jenderal Long Pang.
" Seribu orang untuk istriku dan juga kirimkan 500 prajurit perang laki laki dan 500 prajurit perempuan tersebut untuk orang tua istriku. Berikan mereka masing masing kapal perang sendiri" Ucap Long Tian.
" Baik Penguasa akan saya laksanakan, apakah ada hal lain yang penguasa butuhkan" ucap Jenderal Long Pang yang melihat Long Tian belum melepasnya.
" Jenderal ini untuk mu, Paman Yu juga sudah mendapatkan nya" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi satu menara 250 dunia dengan 1000 token, 100 juta koin emas, 100 apel emas dan juga satu drum Teh Herbal racikan nya.
Jenderal Long Pang menerima cincin tersebut dan sangat puas dengan isinya.
"Penguasa, Terima kasih dan hamba mohon Pamit" Ucap Jenderal Long Pang dengan hati gembira dengan hadiah dari Long Tian.
Long Tian kemudian mengeluarkan poci kecil Teh Herbalnya dan dia menikmati kesendirian di Aula tersebut dengan Teh Herbalnya.
…….
Waktu berlalu sudah 3 jam Hao Ling pergi mengumpulkan semua bawahannya dan juga para bangsawan yang ada di ibukota dan sekitar Ibukota.
Long Tian mengetahui bahwa sudah lebih dari 500 orang ada di Halaman depan Aula utama itu dan Hao Ling sedang mendekati nya.
"Gege, semuanya sudah berkumpul di depan, apakah ada yang Gege hendak katakan kepada mereka?" Tanya Hao Ling.
"Ayo kita keluar" Ucap Long Tian sambil berdiri dan melangkah ke luar Aula.
Long Tian melayang 4 meter dari tanah dan di samping kanannya tampak Hao Ling juga ikut melayang.
Tampak Long Tian sudah menggunakan Mahkotanya dan aura cahaya beraneka warna mengelilingi tubuhnya.
Semua yang ada di depan mereka berlutut dan bersujud tiga kali kepada Long Tian, dan semuanya tetap berlutut di depan Long Tian dan Hao Ling.
Tidak ada satupun yang berkata dan mereka semua membuka pertahanan jiwa mereka, Long Tian langsung meminta Hao Ling melaksanakan kontrak jiwa dengan mereka agar tidak ada lagi penghianatan di Dunia Bulan Semesta Manusia Dewa.
"Kalian semua tetap waspada, ingatlah bahwa kita semua pernah hidup di dunia yang kacau dan kitalah pembawa perubahan, silahkan kalian semua kembali ke tempat masing masing dan lanjutkanlah pekerjaan kalian" Ucap Long Tian setelah proses Kontrak Jiwa yang dilakukan Hao Ling kepada bawahannya selesai.
" Ling-er, hari ini sudah malam dan kita beristirahat, tapi tolong Ling-er perintahkan dahulu Jenderal Ling-er untuk mengosongkan semua kediaman bangsawan yang telah berkhiatan dan sita semua asset nya, jadikan asset mereka jadi milik istana dan kelola oleh istana ini jika sudah Gege tunggu di kamar kita" ucap Long Tian sambil tersenyum ke Istrinya.
" Baik Gege, Gege duluan saja nanti Ling-er akan menyusul Gege" jawab Hao Ling sambil tersenyum memikirkan bisa berduaan dengan suaminya itu.
Long Tian pun kemudian berteleportasi ke kamar mereka di istana Bulan itu.
……
Waktu berjalan dan sudah 3 hari Long Tian dan Hao Ling di kamar Mereka, kini di hari ke empat pintu kamar itu terbuka dan Long Tian keluar dari kamarnya bersama Long Tian.
"Ling-er akan ikut Gege kembali ke Dunia Naga atau akan disini dahulu" ucap Long Tian sambil duduk di kursi yang ada di ruang depan kamarnya dan mengeluarkan satu poci kecil teh herbal dan 2 gelasnya
"Gege, Ling-er akan mengikuti Gege, Rencana Gege selanjutnya apa? Dan bagaimana pertemuan dengan para pemimpin dunia di Semesta Penciptaan?" Tanya Hao Ling sambil duduk di kursi depan Hao Ling sambil menuang teh ke gelas giok milik suaminya dan dirinya
"Pertemuan para pemimpin Dunia sudah selesai, dan di setiap dunia ada Pulau Penciptaan dan Gege akan berkunjung ke Pulau Penciptaan dunia Long dahulu baru nanti akan melanjutkan perjalanan mengecek gerbang poros langit yang ada di semesta Ilahi" jawab Long Tian menjelaskan.
" Gege, kira kira kemanakah arah gerbang itu?" Tanya Hao Ling dengan penasaran.
" Gege tidak mengetahui nya ada kemungkinan ke galaksi lain atau mungkin ke dunia ciptaan" Jawab Long Tian.
" Gege apakah ada galaksi lainnya selain galaksi kita ini?" Tanya Hao Ling.
" Ling-er, dulu waktu Gege kecil berpikiran bahwa dunia tempat Gege tinggal itu adalah satu satunya tempat yang ada, tapi setelah Gege menjelajah semesta lain maka Gege mengetahui bahwa banyak Galaksi lainnya, Angkasa masih sangat luas untuk kita jelajahi, dan rencananya Gege ingin menjadikan galaksi ini kekuasaan Gege, saat ini sudah lima semesta dan tinggal semesta harimau saja yang gege belum sepenuhnya gege kuasai." Ucap Long Tian menjawabnya.
" Dunia Gege lahir itu apakah semesta yang berbeda juga?" Ucap Hao Ling sambil kembali menuang Teh herbal untuk suami nya.
" Ling-er dunia itu hanya dunia kecil yang tersegel di Semesta ini saja, dan karena Ling-er membahas itu Gege jadi ingat janji Gege waktu itu" Ucap Long Tian sambil kemudian meminum Teh Herbal nya.
"Gege mempunyai janji apa dan siapa?" Ucap Hao Ling sambil sedikit menahan emosi dan nada bicaranya menandakan bahwa Hao Ling sangat penasaran dalam hal ini.
Long Tian masih menikmati Teh Herbal nya dan menatap Hao Ling sambil tersenyum mesra kepada istrinya itu.