
"Baiklah, mari kita lihat dimana gerbang dimensi yang satu lagi berada" ucap Long Tian sambil melangkah memasuki gerbang dimensi itu setelah dia mempelajarinya.
Gerbang itu bersinar saat dimasuki Long Tian dan redup kembali setelah itu, Long Tian kini berada di sebuah ruangan bawah tanah.
"Ruangan bawah tanah ini cukup luas dan dindingnya juga menggunakan bantuan alam yang bagus" ucap Long Tian sambil melihat satu satunya lorong di dekatnya.
"Siapapun pemilik dari bangunan ini maka ini adalah malam terakhir mereka didunia ini termasuk semua yang ada di atas" ucao Long Tian sambil melangkah memasuki lorong dan menaiki anak tangga ke arah atas.
Long Tian melihat ujung lorong itu dan ada dua orang yang berjaga di sana, dia langsung menggunakan aura naga untuk mengunci agar kedua orang itu tidak bergerak atau berbicara dan menggunakan kutukan darah.
Dalam dalam waktu yang sangat singkat saja kini keduanya sudah menjadi abu tanpa mengetahui apa yang terjadi dan sebentar lagi semua garis darahnya juga akan terhapus selama lamanya dan Long Tian langsung menuju kedua orang yang berjaga itu
"Kiri atau kanan" ucap Long Tian karena ada dua arah disana sambil melihat ke kiri dan kanannya yang tidak ada seorang pun.
"Baiklah yang buruk ada di kiri jadi aku pilih kiri saja" ucapnya sambil melangkah ke kanannya bukan ke kirinya.
"Coba kita lihat lorong ini menuju kemana lagi" ucap Long Tian sambil tersenyum dan terus melangkah mengikuti lorong itu dan berhenti di sebuah pintu yang cukup besar.
Long Tian membuka pintu itu dan melihat sebuah ruangan yang memanjang dengan banyak tempat tidur dan orang orang yang tertidur dengan pulas tanpa mengetahui keberadaannya.
"Kutukan darah" ucap Long Tian sambil menunjuk depannya ratusan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman melesat dari jari telunjuknya dan satu persatu masuk ke tubuh orang orang yang sedang tertidur itu dan keluar lagi ratusan bahkan ada yang ribuan bola cahaya kecil dan sama seperti yang lain, tubuh mereka memerah dan mereka menjadi abu sampai tempat tidur mereka pun menjadi abu.
"Maaf semuanya, kalian tidur saja selamanya ya, dari pada penduduk desa yang tertidur dalam gelisah akibat keberadaan kalian" ucap Long Tian yang langsung menutup pintu tersebut dan melangkah pergi, kembali tempat dua orang pertama yang menjadi abu.
Kini dia sudah melewati abu kedua orang pertama dan terus berjalan santai menelusuri lorong itu yang ternyata membawanya menaiki anak tangga.
"Ada dua lagi aja yang kerjanya hanya menunggu tangga, baiklah aku bantu kalian agar tidak perlu menunggu tangga ini lagi." Ucap Long Tian dalam hatinya dan langsung memberikan mereka kutukan darah agar semua yang memiliki garis darah dengan kedua orang itu menjadi abu.
Hanya satu lorong disana dan memanjang dengan banyak pintu di kiri kanan lorong di depannya.
Pintu pertama dia buka dan kembali menemukan ratusan yang sedang tidur dengan pulas nya dan kembali dia berikan kutukan darah.
Sudah 50 pintu dia buka di lorong itu dan isinya sama semuanya hanya barak tempat pasukan tidur yang kini tidur untuk selamanya bersama dengan garis darahnya.
"Tidak ada habisnya" ucap Long Tian sambil menutup pintu ke lima puluh dan melangkah menaiki anak tangga kembali.
Dia kembali melihat dua orang yang berjaga dan dia juga kembali memberi mereka hadiah berupa kutukan darah agar mereka berdua tidak perlu lagi menjaga tangga.
Long Tian kini berada di sebuah ruangan besar dan mirip dengan Aula pertemuan namun terlihat ada anak tangga di kiri pintu besar disana.
Long Tian menggunakan mata emasnya dan melihat jika pintu itu menuju keluar jadi dia memilih untuk menaiki tangga yang melingkar ke atas karena dia melihat banyak yang tidur di ruangan bagian atasnya itu.
"Semoga kalian semua bermimpi indah" ucapnya sambil mulai menuruni anak tangga kembali.
Long Tian dengan mata emasnya mengetahui ada empat orang yang berjaga di depan pintu besar aula itu jadi dia memilih mengunci ke empat orang itu dengan aura naganya dan baru dia membuka pintu dan memberikan hadiah kutukan darah agar mereka tidak perlu lagi bekerja sebagai penjaga pintu.
"Jadi ini sebuah kediaman bangsawan, baiklah jika begini kalian tidur saja selamamya" ucap Long Tian yang kini berlutut dan menyentuh tanah.
Long Tian kemudian berdiri dan menggunakan kutukan darah kepada semua yang ada di kediaman bangsawan itu baik yang sedang tidur atau pun yang sedang berjaga semuanya mendapatkan hadiah kutukan darah.
Jutaan bola cahaya keluar dari jari telunjuk tangan kanannya saat dia menunjuk ke depannya.
"Semoga kalian bermimpi indah selama lamanya" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke ruang bawah tanah tempat harta keluarga bangsawan itu dan mengosongkan harta mereka karena mereka sudah menjadi abu jadi tidak memerlukan harta apapun dan setelah itu dia langsung berteleportasi ke atas kediaman bangsawan itu.
Long Tian kini berada 500 meter di atas kediaman bangsawan itu dan melihat jika kediaman bangsawan itu bahkan seluas sebuah kota kecil.
"Baiklah karena kalian semua sudah menjadi abu jadi bangunan mewah kalian juga tidak diperlukan" ucap Long Tian.
"Pengendalian alam, tanah telanlah" ucapnya sambil menggerakkan tangan nya ke atas dan menurunkannya perlahan seolah ada yang dia tarik dari atas.
Perlahan namun pasti bangunan itu seluruhnya mulai ditarik masuk ke dalam tanah dan semua ini terjadi tanpa adanya suara apapun.
Membutuhkan waktu lima menit untuk membuat semua bangunan di sana masuk ke dalam tanah.
"Akhirnya selesai tinggal menutup selamanya puncak gunung itu" ucap Long Tian sambil berteleportasi kembali ke puncak gunung.
Dia kini melayang di atas puncak gunung yang sebelumnya terbelah dan menunjukan tempat persembunyian dari pembuat racun yang sekaligus menjadi gudang mereka.
"Pengendalian Alam, gunung menutuplah" ucap Long tian sambil menggerakan tanggannya seperti menyatukan sesuatu.
Dia melihat jika gunung itu bergetar dan getaran ini sangat keras dan terasa sampai desa dan kota sekitar nya, perlahan namun pasti lubang menganga yang merupakan lorong menuju banyak ruangan itu menutup dan membuat gunung itu kini menjadi sebuah bukit yang tandus karena semua pepohonan disana kini sudah tumbang karena getaran yang terjadi.
"Pengendalian alam, pepohonan tumbuhlah kembali" ucapnya sambil mengangkat kedua tangannya ke atas kepalanya.
Semua pohon yang tumbang kini terangkat dan perlahan satu persatu mulai berdiri dan akar pohon itu kembali masuk ke dalam tanah dan pohon pohon itu kini tampak kokoh kembali seolah olah bukit itu sudah ada sejak lama.
"Pengendalian alam hujan turunlah" ucao Long Tian sambil mengangkat tangannya dan langit malam itu menjadi semakin gelap karena awan kini menghitam.
Long Tian melesat terbang lima kilometer kedepannya dan hujan pun turun hanya di bukit yang baru terbentuk itu.
"Untung aku pindah jika tidak, bisa basah jubah ku ini" ucap Long Tian sambil melihat bukit yang kini basah dengan air hujan.