Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 82 part 26 end


Satu jam berlalu dan kini tidak terlihat ada satupun bangunan di dalam kota darah, semua yang di buat manusia kini semuanya telah tertelan oleh tanah berikut mayat mayat dan juga semua orang yang tidak bisa terbang.


Retakan tanah menutup kembali dan gempa bumi yang terjadi di kota darah itu pun langsung berhenti.


Masih terlihat jutaan iblis darah dan juga manusia yang menjadi para pengikutnya itu yang kini melayang beberapa meter di atas tanah kota darah itu.


Kota darah yang sebelumnya sangat megah kini sudah menghilang dari pandangan Long Tian dengan hanya menyisakan tanah kosong yang sangat luas di kelilingi oleh sungai dan kubah cahaya berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman buatan Long Tian.


"Aku biaa saja langsung membunuh kalian semua namun itu tidak akan seru untuk ku" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menunjuk ke arah depannya.


Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat ke arah kota darah dan langsung menyebar menutup semua tanah kota itu sehingga mereka yang sedang terbang melayang itu tidak bisa untuk turun ke daratan lagi.


"Kita akan lihat seberapa lama kalian bisa terbang melayang seperti ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil mengeluarkan sebuah kursi dan langsung menduduki nya.


Long Tian yang melihat jika semua penduduk kota darah itu melayang berpikir untuk mengerjai mereka lagi.


"Hujan es turunlah, basahi mereka semua" ucap Long Tian sambil tersenyum dan fokus berkomunikasi dengan semesta.


Langit kembali gelap dan matahari pagi pun kini tertutup untuk kota itu saja, hujan es pun turun dari langit dengan deras dan mengenai semua yang sedang terbang melayang itu.


Semua yang sedang terbang melayang itu kini terlihat berusaha menahan es es yang mengenai mereka dengan keras dan es es itu tidak kecil melainkan sebesar kepalan tangan orang dewasa sehingga banyak yang kesulitan menahan rasa sakit saat terkena hujan es itu.


Satu persatu ras iblis darah dan para pengikutnya mulai terjatuh dan saat mereka terjatuh langsung mengenai segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa yang melapisi tanah sehingga kini terlihat jutaan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang melesat keluar dari kubah perlindungan dan menyebar keseluruh dunia itu dengan sangat cepat.


Bahkan kini di atas langit terlihat jelas jutaan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang berseliweran terus menerus beterbangan di langit dunia itu.


"Ternyata kalian sangat banyak di dunia ini, dan tersebar di seluruh dunia ini, baiklah kita lihat seberapa kuat kalian menahan hujan es ini, petir sambar lah mereka satu persatu" ucap Long Tian dengan lantang sambil fokus berkomunikasi dengan semesta.


Petir kembali menyambar mereka yang masih berusaha bertahan dari hujan es dan hal ini membuat semuanya yang ada di atas tanah kota darah itu semakin panik bahkan akibat paniknya banyak mereka yang terjatuh akibat terkena es es itu.


Bukan hanya para pengikut ras iblis darah saja melainkan juga para iblis darah itu juga kini sudah mulai terjatuh satu persatu bahkan hanya tinggal satu Jenderal iblis darah saja yang masih terbang melayang namun tidak lama karena petir menyambarnya tanpa bisa di hindari.


Satu jam berlalu dan kini sudah tidak ada satupun yang bernyawa di atas tanah kota darah, semuanya sudah menjadi abu bahkan mayat mayat mereka yang terkena petir juga ikut menjadi abu saat terkena segel Kutukan darah dan segel penghapus jiwa yang melapisi tanah kota itu.


"Jima dengarkan baik baik, siapkan pasukanmu dan gabungkan kekuatan yang kau miliki untuk mengambil alih dunia ini, binasakan semua yang melawan jangan lupa minta bantuan dari Ju Lo dan pasukannya, aku ingin agar Ju Lo jadi pemimpin dunia ini" ucap Long Tian melalui telepati ke master sekte Jima.


"Baik Penguasa hamba akan melaksanakan perintah Penguasa dan akan menjadikan saudara Ju Lo sebagai kaisar dunia ini" ucap master sekte Jima dengan hormat melalui telepati.


"Ju Lo dengarkan baik baik, bergabung dengan Jima dan ambil alih dunia ini, jadilah pemimpin dunia ini, binasakan semua yang menghalangi mu dan jangan ragu untuk itu " ucap Long Tian melalui telepati ke Ju Lo karena dia melihat jika bola bola cahaya kecil itu masih terus beterbangan di langit dunia itu.


"Baik Penguasa, hamba akan melaksanakan perintah Penguasa" ucap Ju Lo melalui telepati.


"Bagus ingat jangan ragu sedikitpun" ucap Long Tian kembali melalui telepati kepada Ju Lo.


"Siap Penguasa hamba akan mengingatnya dan tidak akan pernah ragu sedikitpun untuk hal itu" jawab Ju Lo kembali melalui telepati ke Long Tian.


"Semoga saja dunia ini benar benar bisa menjadi benteng pertahanan untuk semua dunia di galaksi di bawahnya, dan semoga saja semua ras iblis darah beserta pengikutnya di dunia ini terhapuskan" ucap Long Tian sambil terus melihat jutaan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang masih memenuhi langit dunia itu seolah olah dunia itu memang penuh dengan ras iblis darah dan juga para pengikutnya.


"Untuk kali ini aku tidak akan membantu pembangunan istana aku yakin jika Ju Lo bisa membangun istana sendiri nantinya" ucap Long Tian kembali berbicara sendiri sambil kemudian mengawasi sekitarnya untuk memastikan jika tidak ada hal membahayakannya.


"Hutan hutan disini ternyata masih asri dan memiliki banyak sekali hewan ternak dan untungnya tidak ada kelelawar darah raksasa di dunia ini, karena jika sampai ada akan sangat membahayakan penduduk dunia ini kedepannya" ucap Long Tian kembali berbicara sendiri dan dia dengan mata emasnya melihat banyaknya hewan di hutan hutan sekitar nya.


Tiga jam sudah berlalu dan kini tidak lagi terlihat jika ada bola bola cahaya kecil yang beterbangan di langit dunia itu, Long Tian langsung mengeluarkan jutaan cahaya emas penariknya yang langsung melesat ke seluruh dunia itu untuk mengambil semua harta yang di tinggalkan oleh para iblis darah dan juga oleh semua pengikutnya yang kini sudah menjadi abu.


Hampir dua jam baru semua cahaya emas penariknya itu kembali kepadanya dan kini tampak beberapa gunungan harta di atas tanah kota darah itu.


Long Tian kemudian berdiri dan langsung menyimpan kursinya kembali ke dalam cincin dimensinya lalu terbang melesat mendekati gunungan gunungan harta itu.


Ada hal menarik yang tidak seperti biasanya karena dia juga menarik semua poci teh yang terbuat dari Giok demikian juga dengan gelas gioknya dikarenakan stok persediaan miliknya sudah semakin sedikit.


Semua gunungan harta itu juga langsung dimasukan olehnya ke halaman istana naga emas di dunia jiwanya untuk dia bereskan nantinya jika sudah senggang.


"Baiklah waktunya melanjutkan perjalanan ke galaksi ke delapan puluh tiga yang sudah dari tadi meminta kehadiran ku" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke satu satunya dunia di galaksi ke delapan puluh tiga.