
"Kakak ipar jika kakak terpaksa bilang saja, aku pastikan kakakku aku seret kehadapan mu" ucap Jenderal Mo Fei melalui cincin komunikasi.
"Adik Fei, kakak benar benar merestui mereka, kakak mu dan kakak ipar keduamu itu bertemu karena takdir langit jadi kau pun harus setuju dengan keputusan nya" ucap Hao Ling melalui cincin komunikasi.
"Adik kurang ajar, beri salam sama kakak ipar keduamu" ucap Long Tian dengan tegas.
"Hormat kepada kakak ipar kedua, jika kakakku kurang ajar sama kakak ipar bilang saja padaku pasti ku ikat dia dan kuseret ke hadapanmu" ucap Jenderal Mo Fei dengan hormat ke Li Lian.
"adik Fei, namaku Li Lian adik bisa memanggilku kakak li atau kakak Lian saja" ucap Li Lian sambil tersenyum ramah.
"Lian-er bagaimana dengan rumah makan mu, apakah kau akan mengajak karyawan mu yang ada disana" ucap Long Tian dengan santai.
"Gege bolehkah, mereka anak yatim piatu dan mereka akan kasian jika aku tinggal di sini" ucap Li Lian dengan mata berbinar.
Long Tian hanya mengangguk tanda dia setuju.
"Mo Fei arahkan kapal ini ke dekat bangunan tertinggi itu" ucap Long Tian dengan santai.
"Baik kak eh Penguasa" ucap Mo Fei sambil mengarahkan kapal perangnya mendekati rumah makan milik Li Lian.
"Lian-er jemput mereka, Mo Fei bantu kakak iparmu" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Baik Gege, adik Fei ayo" ucap Li Lian sambil berdiri dan melesat turun.
"Takdir langit kenapa kau harus mempertemukanku dengan adik adik ku yang gila ini" ucap Long Tian berbicara sendiri.
"Penguasa senang bisa berjumpa dengan anda lagi, sudah ratusan juta tahun kita tidak berjumpa" ucap seorang jenderal muda yang ada disana.
"Mo Zi ternyata kau, masih saja kau ikut adikku yang gila itu" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Penguasa, kami semua akan selalu setia kepadamu, meski adik anda seperti itu tapi dia sangat menyayangi anda dan kami semua" ucap Mo Zi dengan hormat.
"Kau benar, sering sering lah kau berlibur agar tidak ikut membuatku pusing" ucap Long Tian sambil tertawa ringan.
Setengah jam berlalu dan Long Tian melihat jika Li Lian bersama dengan Mo Fei sudah melesat ke atas kapal perang Mo Fei di ikuti lima puluh orang wanita muda di belakang mereka dan semuanya berkultivasi tingkat pencipta semesta tahap akhir.
Li Lian langsung duduk kembali di samping Long Tian sedangkan Mo Fei sibuk mengurus semua bawahan Li Lian.
"Lian-er mereka semua di tingkat pencipta semesta tahap akhir" ucap Long Tian dengan santai
"Gege mereka sebenarnya para pelayan ku di istana namun mereka karena dari kecil dengan ku jadi mereka mereka juga ikut berlatih dengan ku, saat aku meninggal istana mereka juga ikut" ucap Li Lian sambil tersenyum mesra ke Long Tian.
Long Tian melihat jika Mo Fei kembali duduk di kursinya dan membawa seorang bawahan Li Lian duduk di sebelahnya.
"Mo Fei" ucap Long Tian dengan tegas.
"Kakak Ipar, dia mengingatkan ku sama istriku di galaksi surgawi bolehkah aku menikahinya" ucap Mo Fei dengan bersemangat.
"Adik Fei, apakah kau benar benar mau menjadikan Li Yi sebagai istrimu, apa karena kau kesepian jauh dari istrimu" ucap Li Lian dengan ramah.
"Kakak ipar, aku akan menjadikan Li Yi sebagai istri sah ku jika kakak memberi restu kakak" ucap Mo Fei dengan hormat.
Long Tian hanya menarik nafas panjang melihat Mo Fei seperti ini.
"Kakak akan merestui kalian kita menikah bersama sama saja jika demikian biar ayah dan ibu sekalian jadi wali untuk Li Yi" ucap Li Lian sambil tersenyum.
"Terimakasih kakak ipar" ucap Jenderal Mo Fei.
"Kakak terima kasih" ucap Li Yi dengan hormat.
"Adik Bo, aku akan menikah dan kau tau kau juga memiliki kakak ipar baru selain kak Ling-er" ucap Jenderal Mo Fei melalui cincin komunikasi ke Long Bo dan Huo Zhen.
"Eh kakak gila kau sudah benar benar gila ya" ucap Long Bo melalui cincin komunikasi.
"Kakak kau jangan membuat ulah lagi, jangan sampai kau di hajar oleh kakak Tian" ucap Huo Zhen.
"Adik adik gila, aku tidak bercanda, kalian kesini saja, dunia kelima yang terbesar di benua yang kecil, disini hanya dua benua" ucap Mo Fei.
"Tunggu kami datang, jika kau bohong aku hajar kau dan ku ambil mahkota mu" ucap Long Bo melalui cincin komunikasi.
"Kakak aku segera kesana, jika kau bohong aku tidak peduli meski kau lebih kuat aku akan menendangmu lagi kayak dulu" ucap Huo Zhen.
"Oh Takdir, kenapa mereka bertiga tidak mati saja sekalian" ucap Long Tian dengan ketus.
Mereka semuanya kemudian melihat ada tiga orang yang tiba tiba muncul di atas kapal perang itu dan ketiga orang itu langsung melesat ke dek kapal.
"Jenderal Xuan Li kau bisa berteleportasi" ucap Jenderal Mo Fei
"Jenderal kemana saja kau baru tahu" ucap Jenderal Xuan Li.
"Kakak kau benar benar ya sudah menyakiti kakak ipar, ayo kita semua ke istana merah biar kau di hajar oleh kakak ipar" ucap Long Bo.
"Kakak kau tega sekali sekali" ucap Huo Zhen.
"Eh adik adikku yang kurang ajar, kalian mau duduk apa mau rubah jadi kursi" ucap Long Tian dengan senyum yang mengerikan.
"Adik adikku, kakak ipar sudah setuju jika kakak menikah lagi dan aku juga akan menikah lagi, kenalkan ini calon istri ku, Li Yi kenalkan ini Long Bo, ini Huo Zhen dan kakek ini dewa pedang Xuan Li" ucap Jenderal Mo Fei.
"Salam kenal semuanya saya Li Yi" ucap Li Yi dengan Hormat.
"Mo Fei umurmu sama dengan ku jangan kurang ajar kau" ucap Jenderal Xuan Li
"Jenderal suruh siapa kau jadi Kakek Tua begitu sama seperti Huo Zhen, bukankah kalian berdua juga sama seperti kami bisa tetap muda" ucap Jenderal Mo Fei tidak mau kalah sambil tersenyum sinis.
Long Tian kemudian mengeluarkan cahaya emas penariknya dan mengikat mereka berempat lalu mengangkat semuanya ke atas, mereka semua melayang 10 meter terikat oleh cahaya emas penariknya Long Tian.
"Kakaaak" ucap mereka bertiga kompak berteriak.
"Kalian bisa diam apa aku harus memotong lidah kalian semua" ucap Long Tian dengan tegas.
Mereka semua mengangguk dan langsung terhempas ke dek kapal karena tiba tiba cahaya emas penarik itu menghilang.
Semuanya yang ada di kapal itu tertawa dengan terbahak bahak melihat mereka berempat yang jatuh dengan posisi terduduk itu.