
"Aku ingin tahu apakah aku bisa mengendalikan semua perahu itu agar berkumpul di tengah laut di dekat desa nelayan yang tadi" ucap Long Tian sambil melihat perahu perahu nelayan yang di ikat di pulau pulau kecil sekitar pulau gurita.
"Ombak bawa semua perahu ke tengah laut" ucap Long Tian sambil fokus berkomunikasi dengan dunia itu.
Ombak terlihat mulai meninggi dan semua perahu baik perahu nelayan maupun perahu milik orang orang di kapal itu mulai terlepas dari ikatannya dan semua perahu itu seakan ada yang mengarahkan.
Setengah jam berlalu kini semua perahu menuju tengah laut dan berkumpul disana, tepat di antara desa nelayan dan pulau gurita.
Hal ini tentu saja membuat semua orang di pulau gurita itu panik namun karena hujan yang deras dan angin yang kencang di tambah ombak yang tinggi mereka hanya bisa diam tak berdaya.
"Mereka terlihat juga, baiklah aku bantu kalian semua" ucap Long Tian yang melihat jika ada empat kapal perangnya yang melesat mendekati pulau itu.
"Pengendalian senjata, lindungi bangunan itu." Ucap Long Tian sambil mengangkat tangan kanannya dan dia kemudian menunjuk bangunan kecil tempat penjara wanita itu.
Semua senjata milik orang orang di pulau gurita kini terbang, terlepas dari para pemiliknya termasuk yang ada di cincin dimensi dan gudang senjata milik mereka di pulau itu.
Tidak ada yang sanggup menahan senjata mereka dan setelah semua senjata melayang di atas pulau itu kini semua senjata itu terbang mengelilingi bangunan kecil tempat para wanita di tahan, sehingga tidak akan ada yang bisa memasuki bangunan itu atau menyerang bangunan itu.
"Hujan berhentilah" ucap Long Tian pelan dan mendadak hujan dan angin menghilang bahkan lautan kini kembali tenang.
Namun bersamaan dengan itu empat kapal perang milik pasukan bayangan mendarat di pulau gurita dan semua prajurit bayangan langsung menyerang semua yang ada di pulau itu, yang kini tidak memiliki senjata sama sekali.
"Kita lihat sejauh mana mereka bisa melakukan pembersihan pulau ini" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat pasukan bayangan bekerja.
Pasukan bayangan tidak menyia nyiakan waktu mereka terus membantai semua yang mereka lihat.
Kultivasi mereka yang sudah di tingkat pencipta bumi tahap awal benar benar membuat mereka di atas angin, semua nya melakukan hal yang sama yaitu menyerang bagian leher dan memutuskannya.
"Kalian semua habisi mereka dan langsung bakar mereka, bangunan yang di lindungi semua senjata itu lokasi para wanita di tahan dan kalian semua akan bisa memasuki bangunan itu setelah semuanya musnah" ucap Long Tian melalui telepati ke jenderal muda pemimpin Pasukan bayangan itu.
"Baik Penguasa" ucap jenderal muda yang memiliki kultivasi tingkat pencipta bumi tahap menengah itu.
Satu jam berlalu dan tidak ada lagi yang bernyawa di sana selain para tahanan dan pasukan bayangan.
"Pengendalian senjata, menumpuk lah" ucap Long Tian sambil mengarahkan tangannya dan semua senjata itu berhenti berputar, lalu satu persatu mulai naik ke atas lalu turun di tanah kosong dekat bangunan itu.
Asap tebal dan bau daging terbakar tercium sampai awan dimana Long Tian berdiri.
"Angin percepat" ucap Long Tian sambil memutar tangannya.
Sepuluh menit berlalu dan terlihat jika semua pasukan bayangan kini mulai melakukan pembersihan termasuk dengan senjata senjata yang di kumpulkan oleh Long Tian sebelumnya.
Satu jam lagi berlalu dan Long Tian melihat jika pasukan banyakan memasuki bangunan kecil itu dan menyelamatkan semua wanita di ruang bawah tanah itu dan ternyata jumlah mereka sampai pas seribu orang.
"Penguasa, wanita wanita ini diculik saat mereka menghadiri undangan para raja dan mereka semuanya berasal dari empat benua, hanya kaisar saja yang tidak mereka sebut, kami juga menemukan altar kuno di salah satu ruang tahanan bawah tanah ini, mau kami angkat tapi tidak bisa karena ada segel kuno yang melindungi nya" ucap Jenderal muda pemimpin pasukan bayangan bertelepati ke Long Tian.
"Kembalikan semua wanita itu kerumah mereka, dan jika mampu hapus semua kerajaan di dunia ini satu persatu jika tidak maka tunggulah pasukan jenderal Long Bo atau Jenderal Mo Fei datang beberapa hari lagi" ucap Long Tian membalas telepati jenderal muda itu.
"Baik Penguasa kami akan membagi tugas untuk mengantarkan mereka kembali ke rumah mereka" ucap Jenderal muda itu melalui telepati.
Long Tian melihat jika pasukan bayangan nya kini membuat empat barisan dari para wanita itu dan diarahkan untuk menaiki kapal perang mereka sesuai benua yang mereka singgahi.
Satu persatu kapal perang itu kini melesat ke empat arah yang berbeda dengan kecepatan penuhnya.
Long Tian sendiri kini berteleportasi ke dalam ruang tahanan bawah tanah itu dan dia melihat sebuah altar darah yang sama dengan yang pernah dia temukan sebelumnya.
"Api Lava suci abadi, bakarlah" ucap Long Tian sambil menunjuk ke altar itu dan api lava berwarna merah kehitaman menyembur keluar dari telunjuk Long Tian membakar altar itu sampai menjadi abu dalam hitungan detik.
"Pintar juga para pengikut iblis ini, mereka menyita semua perahu agar pengorbanan darah tidak terbaca oleh penduduk, dan menakut nakuti penduduk dengan dalih perang dengan alasan bahwa para wanita mereka di culik pihak musuhnya yang dari benua lain" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke luar dari ruang bawah tanah itu.
Long tian muncul di depan bangunan kecil itu.
"Tanah telanlah semuanya" ucap Long Tian sambil menghentakkan kakinya.
Gempa kembali terjadi dan retakan tanah bermunculan, semua bangunan mulai roboh dan Long Tian langsung berteleportasi ke atas awan lagi.
Long Tian yang kini sudah kembali berdiri di atas awan terus mengawasi pulau gurita itu memastikan semuanya tertelan oleh tanah, karena di pulau pulau lain tidak ada satupun yang memiliki bangunan.
"Tak terasa hari sudah mau malam saja" ucap Long Tian sambil melihat perahu perahu nelayan dan perahu milik bekas orang orang di pulau gurita.
"Aku tidak tau harus bagaimana dengan perahu perahu itu, Laut sebar perahu perahu itu kembali ke pemilik aslinya" ucap Long Tian sambil fokus berkomunikasi dengan dunia itu.
Karena dia memiliki kontrak dengan semua dunia jadi semuanya ada dalam kekuasaan nya jika dia menginginkan.
Ombak mulai terlihat menggerakkan semua perahu itu seolah olah para pemilik nya yang ada di atas perahu perahu itu.
"Jadi kapal besar itu bukan milik dari pulau gurita, baiklah, awan ikuti perahu besar itu" ucap Long Tian sambil melihat perahu besar pengangkut para wanita tangkapan itu terpisah dari rombongan perahu.