
"Tuan muda, saya tidak akan meminta anda menikahi saya, anggaplah saya hanya ingin berterima kasih kepada anda" ucap wanita itu dengan mesra dan kembali meminum teh herbal buatan Long Tian lalu menuangkannya lagi ke gelasnya dan gelas Long Tian yang sudah kosong.
"Nyonya, apakah selama ini banyak kasus perampokan di jalanan" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat ke wanita yang kini menoleh kepadanya.
"Tuan muda, selama ini tidak pernah terjadi diantara kedua kota ini, saya tidak mengetahui jika di tempat lainnya" ucap wanita itu sambil kembali menyandarkan kepalanya ke bahu Long Tian dan Long Tian pun membiarkannya.
"Nyonya apakah banyak sekte aliran hitam di dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil sedikit menahan nafasnya karena dia mencium aroma tubuh wanita dewasa di sebelahnya ini.
"Setau saya hanya satu saja, mereka menamakan dirinya sebagai sekte teratai hitam dan mereka ada di pulau terbesar di selatan." Ucap wanita itu pelan sambil melihat Long Tian.
"Nyonya sudah malam, kembalilah dan besok pagi saya akan pamit untuk melanjutkan perjalanan saya, saya tidak bisa lama di kota ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, apakah anda tidak ingin bermalam bersama saya" ucap wanita itu yang tetap menyandarkan kepalanya di bahu Long Tian dan tangan nya kini menyentuh tombok Long Tian.
"Nyonya, saya mohon maaf tapi saya tidak ingin anda salah paham, saya menolong anda karena memang tugas saya dan bukan untuk hal seperti ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil mengangkat tangan wanita itu yang memainkan tombaknya.
"Tuan muda, bagaimana jika saya yang ingin dan bagaimana jika saya yang membutuhkannya apakah anda tidak ingin membantu saya" ucap wanita itu sambil berdiri dan melangkah ke atas kamar tidur.
"Nyonya kenapa jadi seperti ini" ucap Long Tian sambil melihat wanita itu yang kini sudah terbaring di atas tempat tidurnya.
"Tuan muda, apakah saya tidak boleh merasakannya" ucap wanita itu dengan mesra dan tersenyum hangat ke Long Tian.
Long Tian kemudian berdiri dan melangkah mendekati tempat tidur itu yang kini sudah ada seorang wanita yang terbaring mesra.
"Nyonya, saya mohon diri, maaf saya saat ini sedang dikejar waktu dan harus pergi" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengecup kening wanita itu lalu berteleportasi.
"Tidak suamiku dan tidak tuan muda, selalu saja seperti ini jika saat aku ingin pasti kabur dengan berteleportasi padahal aku saat ini sudah sangat menginginkan tombak besar itu" ucap wanita itu sambil bangkit dari tempat tidur dan melangkah kembali ke kamarnya di bangunan utama.
Long Tian saat ini muncul di dalam kota tepatnya di depan sebuah penginapan yang sebelumnya sudah dia lihat saat menuju kediaman wanita itu.
"Lebih baik aku menginap di penginapan ini saja, aku bisa benar benar beristirahat tidak harus berolahraga malam" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melangkah memasuki penginapan megah di depannya.
"Tuan muda, apakah anda ingin menginap disini" ucap seorang wanita dengan ramah yang berjaga di pintu masuk penginapan itu.
"Nona bisakah anda berikan kamar terbaik anda" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, maaf tapi kamar terbaik kami senilai 300 keping koin emas" ucap wanita muda itu dengan ramah dan takut sampai menyinggung perasaan Long Tian karena melihat pakaian Long Tian yang memang biasa layaknya penduduk kota itu.
"Tuan muda, terima kasih, mari ikuti saya" ucap wanita muda itu sambil tersenyum dan melangkah memasuki penginapan itu lalu mengambil kunci kamar Long Tian lalu mengantar Long Tian ke lantai tiga bangunan penginapan itu.
"Tuan muda ini kamar anda, apakah anda akan menikmati makanan kami dahulu sebelum anda beristirahat" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil membuka pintu kamar itu.
"Nona tolong antarkan besok pagi saja, saya ingin beristirahat dahulu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melangkah memasuki kamarnya itu.
"Baik Tuan muda, jika anda membutuhkan saya anda bisa menarik tali pemanggil di dinding kamar anda" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum dan meninggalkan Long Tian.
Long Tian kemudian menutup pintu kamar itu lalu menguncinya dan memasang segel perlindungan di kamar itu.
"Aku benar benar lelah karena tombak ku ini benar benar sudah susah aku ajak kompromi jika bertemu dengan pemilik bukit giok kembar yang besar" ucap Long Tian sambil memasuki kamar mandi di kamar itu untuk membersihkan dirinya lalu dia pun langsung menuju tempat tidurnya dan beristirahat.
Waktu berlalu dan matahari pagi pun kini sudah mulai bersinar, Long Tian kini sudah membersihkan dirinya dan duduk di kursi kamarnya dengan kondisi pintu terbuka menunggu sarapannya di antarkan.
"Tidur sendiri memang lebih baik daripada semalam aku harus berolahraga" ucap Long Tian sambil melihat kearah jendela kamar itu yang sudah dia buka sebelumnya.
"Tuan muda maaf, ini sarapan anda" ucap wanita muda pekerja penginapan itu berdiri di depan pintu kamar Long Tian.
"Nona masuklah" ucap Long Tian dengan ramah.
Wanita muda itu memasuki kamar Long Tian dan menyajikan sarapan untuk Long Tian yang memang merupakan fasilitas penginapan itu lalu meninggalkan kamar Long Tian dengan tidak lupa menutup pintu kamar itu.
Long Tian pun dengan santai menghabiskan makanannya itu.
"Makanan ini enak juga, ternyata penginapan megah ini benar benar memperhatikan kepuasan dari pengunjung" ucap Long Tian sambil tersenyum setelah dia menghabiskan makanannya dan juga teh yang disajikan oleh penginapan itu lalu berteleportasi ke atas awan kota itu.
"Ternyata kota ini sangat besar, dan mereka berdua juga sudah bangun ternyata" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat ibu dan anak yang saat ini sedang membersihkan kediaman mereka.
"Kediaman bangsawan satu itu tampak berbeda, mereka sepagi ini sudah berlatih bela diri" ucap Long Tian sambil melihat sebuah kediaman bangsawan di belakang kota yang tampak banyak sekali orang yang sedang berlatih pedang di halaman belakang kediaman itu.
"Sebaiknya aku mengunjungi mereka sambil berjalan jalan di kota" ucap Long Tian sambil kembali berteleportasi ke dalam kamar penginapan.
Long Tian yang sudah berada kembali di kamar penginapan langsung melangkah keluar dan meninggalkan penginapan itu.
"Kota ini meski masih pagi tapi sudah sangat ramai saja" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya.