
"Saya akan di kota ini sampai besok atau lusa, karena masih ada urusan di kota mu ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Jika anda berkenan maka saya akan menyiapkan paviliun tamu untuk anda tempati selama anda berada di kota saya ini" ucap Long Zin dengan sangat sopan dan hormat.
"Baiklah namun pastikan jika kau tidak menyebarkan berita tentang kehadiran ku dan jangan panggil aku penguasa di hadapan orang lain" ucap Long Tian dengan santai dan kembali melihat ke arah Long Ne dan Leiji.
"Tolong bawa Long Ne kesini karena percuma kita memanggil mereka, mereka berdua tidak akan mendengar suara kita" ucap Long Tian lagi.
"Baik Penguasa" jawab Long Zin sambil berdiri dan mendekati Long Ne dan Leiji lalu menarik telinga Long Ne dan menyeret Long Ne ke hadapan Long Tian.
"Kakak kasihan Gege jika seperti itu bukankah bisa memanggil kami saja" ucap Leiji sambil berdiri dan duduk di sebelah kanan Long Tian sedangkan Long Ne masih di lantai sambil memegang telinganya yang masih di jewer oleh Long Zin.
"Long Ne duduklah disini" ucap Long Tian sambil meminta Long Ne duduk di sebelah kirinya.
Long Zin kemudian melepaskan tangannya dan membiarkan Long Ne untuk duduk dan diapun kemudian duduk di sebelah Long Ne.
"Long Ne, terima ini dan gunakan dengan sebaik mungkin" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi pil pil penyembuh tingkat dewa dan pencipta yang sama dengan yang dia berikan sebelumnya kepada Long Sing dan Long Zin.
"Terima kasih Penguasa, hamba akan memastikan penggunaan Pil Pil Penyembuh ini dengan sebaik baiknya" ucap Long Ne dengan sangat sopan dan hormat.
"Kakak bisakah aku di dunia ini dulu dan ikut dengan Gege ke istananya" ucap Leiji dengan sangat hormat.
"Kalian pergilah dan aku merencanakan pernikahan kalian satu bulan lagi semoga saja tidak ada halangan apapun, sampaikan ke ayahmu untuk tetap merahasiakan kedatangan ku ke dunia ini sampai aku sendiri yang membuka indentitas ku ke ke penduduk dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Penguasa, hamba akan mengingat pesan anda dan akan menjaga Leiji dengan sangat baik" ucap Long Ne dengan hormat.
"Kakak terima kasih, Gege ayo kita pergi dari pada kakak memukul kening kita lagi atau telinga mu di jewer lagi" ucap Leiji sambil berdiri dan meminta Long Ne untuk berdiri juga.
"Kalian berdua pergilah sebelum aku berubah pikiran" ucap Long Tian dengan santai.
"Kakak" ucap Leiji sambil mengangkat tangan kanannya ke depan Long Tian dengan telapak tangan menghadap ke atas.
Long Tian kemudian memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima ratus juta keping koin emas dan lima ratus juta tael emas ke Leiji.
"Penguasa saya pamit" ucap Long Ne dengan hormat sambil memberikan penghormatan kepada Long Tian.
Long Ne dan Leiji meninggalkan ruangan VVIP nomor satu itu meninggalkan Long Tian berdua dengan Long Zin.
"Terima kasih untuk semua yang sudah mengikuti pelelangan hari ini dan pelelangan akan di adakan satu bulan lagi" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan sangat sopan dan lantang sambil membungkukkan badannya menghormati semua orang yang sudah ikut di pelelangan itu.
"Long Zin, cerita kan sedikit tentang kota mu ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat jika semua pengunjung sudah mulai meninggalkan pelelangan dengan perasaan gembira dengan apa yang mereka semua dapatkan terutama Pil Pil yang dijual oleh Long Tian.
"Penguasa kota intan ini kota terdekat dengan ibukota kerajaan dan juga merupakan kota yang sangat padat, karena beberapa tahun lalu beberapa desa mengalami kehancuran akibat serangan dari sekte kelelawar darah sehingga banyak yang datang mengungsi ke sini dan menetap di kota intan ini" ucap Long Zin dengan sangat hormat.
"Aku lihat ekonomi penduduk banyak yang di bawah, apakah tidak ada cara untuk menaikkan perekonomian penduduk" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat jika pria sepuh itu sudah datang kembali.
"Hormat kepada penguasa" ucap pria sepuh itu setelah menutup pintu ruangan yang di biarkan terbuka oleh Leiji dan Long Ne.
"Duduklah dulu disini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa, saya memiliki banyak usaha dan para pekerja juga merupakan penduduk kota ini bahkan saya mendahulukan para penduduk kota yang memang perekonomian nya di bawah standar namun jumlah mereka terlalu banyak jadi tidak merata, mohon petunjuk dari penguasa" ucap Long Zin dengan sangat sopan dan hormat.
"Nani aku akan membuat kubah perlindungan dengan radius lima puluh kilometer dari tembok kota dan kau buatlah kota kota baru atau lebarkan kota intan ini, lalu bangunlah rumah dan tempat usaha untuk para penduduk itu, gunakan sistem cicilan murah saja jadi mereka akan terbiasa bekerja keras untuk membayar rumah dan tempat usaha itu berikan mereka keterampilan yang cukup demikian juga modal yang cukup apakah keuangan mu bisa untuk itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke kedua orang tua itu.
"Penguasa keuangan kota masih cukup untuk melebarkan kota dan membangun banyak rumah dan tempat usaha serta memberi pinjaman modal untuk mereka semua namun bagaimana jika mereka tidak sanggup membayarnya" ucap Long Zin dengan hormat dan penuh pertimbangan.
"Long Zin jika kau takut mereka tidak bisa mengelola keuangan maka kau saja sebagai pemilik tempat usaha itu, dan jika semua keuntungan mu ternyata sudah menutup pengeluaran mu berikan lah tempat usaha dan tempat tinggal mereka itu menjadi hak milik mereka, bukankah itu tanpa resiko" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa hamba memahaminya dan akan menjalankan nya seperti itu saja jadi biar mereka bekerja keras seolah olah bekerja padaku padahal mereka mencicil pembayaran atas bangunan dan modal usaha mereka sendiri nantinya, terima kasih atas pencerahan penguasa" ucap Long Zin dengan sangat sopan dan hormat.
"Lalu bisakah anda menceritakan informasi tentang sekte kelelawar darah dan orang orangnya yang ada di kota ini dan kota kota lainnya" ucap Long Tian dengan ramah ke pria sepuh pembawa acara lelang itu.
"Penguasa, kami hanya bisa menyampaikan jika rata rata semua kota sudah di susupi oleh orang orang sekte kelelawar darah namun kami tidak bisa memastikan ada berapa dan siapa saja, berdasarkan informasi yang kami dapatkan selama ini adalah ada kemungkinan jika di markas sekte kelelawar darah masih ada ras iblis darah yang bersembunyi karena hampir setiap tahun ada saja wanita muda atau anak perempuan yang hilang meskipun tidak dalam jumlah banyak hanya satu atau dua anak per tahunnya, kami curiga jika mereka digunakan untuk pengorbanan darah" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan juga hormat.