Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 73 part 17


Long Tian kemudian berdiri dan menghentikan kekuatan 100 galaksi lalu dia melangkah menuju keluar dari ruangan bawah tanah itu.


"Ternyata semua berkaitan, aku kira apa yang tersembunyi di balik misteri bangunan besar ini tidak tahu nya adalah ayah dari Han An ucap Long Tian yang kini sudah ada di luar bangunan besar itu.


Long Tian kemudian menghilangkan semua segel buatannya dan dia juga memeriksa semua areal hutan itu, karena memang desa ini dikelilingi oleh hutan yang sangat lebat.


"Han An apakah kau mengenal Han Lee" ucap Long Tian melalui telepati ke Han An.


"Penguasa itu ayah hamba, sudah sangat lama hamba tidak bertemu dengan ayah Hamba" ucap Han An melalui telepati dan terdengar suara nya yang sedikit serak.


Long Tian kemudian menarik Han An ke hadapannya dan Han An muncul dengan jubah dan mahkota kekaisaran.


"Wah baru sebentar saja kau sudah memiliki mahkota saja" ucap Long Tian sambil tersenyum dan tertawa ringan.


"Hormat kepada Penguasa, mohon maaf hamba sebelumnya baru saja selesai memimpin pertemuan dengan para pengikut hamba" ucap Han An dengan ramah.


"Han An, jangan lupa berikan kontrak jiwa ke bawahan mu meskipun mereka masih bagian dari keluargamu" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkah ke kursi tanah yang sempat dia buat.


"Baik Penguasa, hamba akan melaksanakan perintah Penguasa, dan memang saat ini hamba sudah melakukan kontak jiwa dengan beberapa orang yang hamba tunjuk memimpin beberapa benua, hamba membuat pengaturan jika hanya satu raja di satu benua" ucap Han An dengan ramah dan sangat sopan.


"Memang seharusnya seperti itu, cukup satu pemimpin saja tiap benua jadi mudah untukmu mengontrol semuanya, di usia berapa kau kehilangan ayahmu itu, apakah kau masih mengingat wajah ayahmu itu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa saat itu hamba masih berusia 15 tahun, hamba saat itu di tahan oleh ibunda hamba agar tidak ikut serta dalam pasukan yang ayahanda buat untuk menghabisi ras iblis darah, namun ayahanda tidak kunjung pulang bahkan saat ibunda saya meninggal dunia ayahanda tidak juga pulang" ucap Han An tanpa menyadari jika Han Lee ada dua meter di belakangnya dan mendengar apa yang di ucapkan.


Air mata keluar dari mata Han Lee dengan deras menetes sampai membasahi pipinya dan juga sampai menetes ke tanah.


Han Lee berlutut sambil menangis bersedih dan menundukkan kepalanya.


"Han An apakah kau membenci ayahmu itu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa, saya tidak membenci ayahanda Han Lee namun saya sangat membenci kaum iblis darah dan para pengikutnya karena gara gara mereka ayahanda tidak kembali pulang kepada kami, hamba sangat yakin jika ayahanda masih hidup dan hamba juga sangat yakin jika hamba bisa menemukan lokasi dimana ayahanda" ucap Han An dengan sangat hormat dan masih berdiri di depan Long Tian tanpa mengetahui jika ayahnya sedang berlutut sambil menangis di belakangnya.


"Han Lee apakah kau hanya akan berlutut tanpa menyambut kedatangan anakmu ini, Han An sambutlah ayahmu di belakangmu itu" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


Han An memutar tubuhnya dan melihat jika orang yang selama ini dia idam idamkan kehadirannya ternyata sedang berlutut dan sedang menangis sambil menundukkan kepalanya.


Han langsung mendekati Han Lee dan dia berlutut lalu memeluk Han Lee dengan sangat erat dan terlihat jika dia juga menangis.


Semuanya yang melihat hal ini juga meneteskan air matanya, bahkan Long Tian pun teringat akan kedua orang tuanya yang sudah tiada.


"Ayah tidak bersalah, ras iblis darah dan para pengikutnya lah yang salah, ayah ibu dulu berpesan jika aku menemukan ayah agar aku membawa ayah pulang kembali ke kediaman ayah, ibu dan aku sudah menjaga semuanya tetap sama sejak kepergian ayah" ucap Han An dengan terbata bata juga.


Lima belas menit mereka berdua melepaskan kerinduan mereka dan Long Tian tidak sama sekali mengganggu mereka berdua.


"Penguasa terima kasih atas bantuan anda saya bisa bertemu kembali dengan anak saya" ucap Han Lee berlutut dan bersujud di hadapan Long Tian.


"Penguasa terima kasih sudah mempertemukan hamba dengan ayahanda hamba" ucap Han An yang juga berlutut dan bersujud di hadapan Long Tian di sebelah kanan Han Lee.


"Ini adalah takdir langit jadi kalian tidak perlu berterima kasih kepadaku, berdirilah dan Han Lee bagaimana keputusan kalian" ucap Long Tian dengan ramah.


Mereka berdua kemudian berdiri di depan Long Tian.


"Penguasa hanya saya yang akan kembali ke benua tengah sedangkan semua bawahan saya akan tetap hidup di desa ini, dan membangun ulang desa ini" ucap Han Lee dengan sangat sopan sambil menunduk di hadapan Long Tian.


"Baiklah jika demikian, aku akan mengirim kalian berdua ke kediaman klan Han" ucap Long Tian dengan ramah.


"Terima kasih Penguasa, dan kalian semua mampirlah ke benua tengah" ucap Han Lee dengan ramah ke semua yang ada di belakangnya.


"Han An, jadilah pemimpin yang bijaksana, kembangkan semua desa yang ada di dunia ini, janganlah fokus dengan kota" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat.


"Baik Penguasa" ucap Han An dengan sangat hormat.


Long Tian kemudian mengirim keduanya kembali ke kediaman klan Han tepatnya ke halaman kediaman Han An.


"Kepala desa bisakah anda datang ke desa yang hancur" ucap Long Tian melalui telepati ke kepala desa perkebunan teh dan kopi.


"Baik Penguasa, hamba akan segera datang" ucap kepala desa itu dengan ramah dan hormat melalui telepati.


"Baiklah untuk kalian semua, jadi siapa yang akan memimpin kalian di desa ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semua yang ada di depannya.


"Penguasa, perkenalkan nama saya Han Kim dan saya yang akan memimpin mereka semua" ucap seorang pria sepuh yang berkultivasi tingkat pencipta abadi tahap awal.


"Kemarilah dan terima ini sebagai modal kalian membangun desa kalian" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi sepuluh juta keping koin emas, dua ribu Pil penyembuh tingkat dewa, seribu pil mutiara tingkat dewa dan seribu pil Fusi Roh tingkat dewa.


"Penguasa terima kasih atas kebaikan anda, saya akan menggunakan semua pemberian anda ini dengan sebaik baiknya" ucap Han Kim dengan sangat hormat.


Long Tian yang sudah memeriksa semua bagian hutan itu mengetahui jika tidak ada masalah apapun di hutan itu, dia kemudian menunjuk keatas dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat ke atas lalu menyebar membentuk kubah cahaya berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman di radius seratus kilometer dari desa itu.