
Long Tian terus mengawasi ke arah para perampok itu dan dia melihat jika para perampok itu kini mulai sangat dekat dengan desa itu.
Long Tian kemudian menggunakan aura naganya untuk menakuti kuda kuda yang di gunakan oleh para perampok itu.
Kuda kuda yang digunakan para perampok itu memberontak dan mulai menjatuhkan semua yang ada di atas badannya.
Banyak perampok yang terjatuh dan ada yang bahkan terseret oleh kuda yang kini semuanya berlarian ke arah hutan di kiri dan kanan jalan itu.
Kejadian ini membuat para perampok itu kini menjadi kebingungan dan mereka tidak sama sekali bisa menahan kuda kuda mereka untuk tetap bersama mereka.
"Pengendalian senjata, datanglah" ucap Long Tian sambil mengangkat tangan kanannya ke atas kepalanya perlahan.
Belum hilang keterkejutan semua perampok itu karena kuda kuda mereka memberontak dan melarikan diri kini semua senjata milik mereka terlepas dan melesat cepat ke atas awas tepatnya ke atas kepala Long Tian.
Hanya senjata senjata milik para perampok yang terlepas dan melesat ke atas awan, senjata milik warga desa masih tetap terpegang oleh warga desa.
Para perampok itu kini mulai terlihat jika mereka hendak menyerang dengan tangan kosong kepada para penduduk desa itu.
"Pengendalian senjata, potong lengan tangan mereka semua" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangan kanannya yang masih di atas kepalanya ke arah para perampok itu.
Semua senjata itu kini melesat kembali ke bawah dan mengarah ke tangan para perampok lalu memotong kedua lengan mereka seolah olah ada lawan tak terlihat yang memegang semua senjata itu.
Tidak ada satupun perampok yang bisa melawan dan bisa menghentikan senjata mereka sendiri memotong lengan mereka.
Fenomena ini juga terlihat oleh warga desa karena jarak mereka tidak sampai seratus meter dari para perampok itu, namun warga desa itu tidak sama sekali berani bergerak dan hanya terlihat semakin siaga.
Long Tian kemudian mengarahkan semua senjata itu ke belakang punggungnya dan membentuk sebuah lingkaran besar yang melindungi Long Tian, dia melesat turun ke atas para penduduk desa itu dengan semua senjata yang hanya berjarak satu meter di belakangnya.
Long Tian melayang 20 meter di atas tanah tepat di atas gerbang desa dan perlahan mendekati semua perampok itu.
Long Tian kini hanya lima meter di atas tanah, sepuluh meter dari para perampok itu dan melihat jelas jika semua perampok itu kini tengah berlutut dan menahan agar darah mereka tidak mengalir keluar dari potongan lengan mereka.
"Kalian semua sepertinya kesakitan, aku akan membantu kalian semua, potong semua kaki mereka" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah para perampok di depannya itu.
Semua senjata itu kini melesat kepada para pemiliknya dan langsung memotong semua kaki mereka yang sedang berlutut itu dengan sekali tebas.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrgh
Aaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrgh
Aaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrgh
Terdengar jelas teriakan teriakan kesakitan dari para perampok itu.
Long Tian sama sekali tidak menghiraukan teriakan teriakan itu dan membiarkan para perampok itu, dia membalikkan badannya dan melayang mendekati pria sepuh yang tadi memberikan dia roti kukus.
"Tuan bisakah anda membantu saya" ucap Long Tian ke pria sepuh itu dengan ramah dan membuat semua warga desa termasuk pria sepuh itu terbangun dari rasa kagetnya karena semua kejadian itu berlangsung cepat dan sangat mengejutkan mereka semua.
"Tuan muda, Terima kasih atas bantuan anda, apakah ada yang bisa kami lakukan untuk anda" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan membungkukkan badannya di depan Long Tian yang melayang lima meter di atas tanah.
"Tuan dan kalian semua tolong ambilkan cincin dimensi di jari mereka semua dan bawakan kesini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Tuan muda" Jawab pria sepuh itu yang kemudian langsung bergerak di ikuti semua penduduk laki laki desa itu.
Semua penduduk bergerak cepat mengambil cincin dimensi milik para perampok itu tanpa memperdulikan para perampok yang mengerang kesakitan akibat kehilangan kedua tangan dan kaki mereka.
Pria sepuh itu kembali dan di ikuti oleh semua penduduk desa dan mendekati Long Tian yang kini sudah membalikan badannya menghadap kembali ke arah para perampok itu.
"Tuan muda ini semua milik para perampok itu" ucap pria sepuh itu memberikan satu cincin dimensi yang berisi cincin cincin dimensi milik para perampok dan langsung diterima oleh Long Tian yang sudah melayang turun ke atas tanah.
Long Tian memeriksa isi cincin dimensi itu dan melihat jika semua cincin dimensi sudah ada didalamnya.
"Terima kasih" ucapnya sambil menyimpan cincin dimensi itu ke dalam cincin dimensi miliknya.
Long Tian kembali melayang ke atas dan kini dia sudah Lima meter di atas tanah.
"Kalian semua tidak pantas untuk hidup di dunia ini dan juga semua garis darah kalian" ucap Long Tian sambil menggerakkan tangannya dan menunjuk ke arah tubuh para perampok yang masih tergeletak tidak berdaya karena tidak lagi memiliki tangan dan kaki itu.
Ratusan Bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat ke arah tubuh para perampok itu dan masing masing mendapatkan satu bola cahaya kecil itu yang langsung masuk ke dalam kening mereka semua.
Ribuan bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari tubuh para perampok dan menyebar ke semua arah dengan cepat dan tubuh mereka memerah seperti terbakar lalu menjadi abu dengan cepat.
Long Tian tidak melihat reaksi ketakutan dari semua penduduk desa itu namun dia memasukan semua senjata itu ke ruang senjata miliknya di istana dunia jiwanya.
Long Tian kemudian membalikkan badannya dan melayang turun lalu berdiri persis di depan pria sepuh itu.
"Tuan apakah para perampok ini yang kalian semua tunggu sampai kalian rela terkena hujan tadi" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda terima kasih atas bantuan anda dan benar mereka lah yang kami tunggu karena sudah dua desa yang mereka hancurkan dan sesuai arah jalan kami semua mengetahui jika desa kami juga akan mereka datangi jadi kami berjaga jaga" ucap pria sepuh itu dengan hormat.
"Tuan apakah dapatkah anda semua memberitahu saya apa ada lagi masalah yang kalian hadapi di desa kalian ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan merasa jika warga desa ini masih memiliki masalah yang dihadapi.
"Tuan muda, sungguh tidak ada yang dapat kami sembunyikan dari anda, kami semua saat ini sedang mengalami kendala karena berdasarkan informasi yang kami terima para perampok ini dilindungi oleh salah satu pihak bangsawan istana, dan kami takutkan jika kematian mereka semua di desa kami akan membuat pihak bangsawan itu menggerakan kekuatannya untuk menghancurkan desa kami ini" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat.