
Long Tian saat ini sudah berada dunia ketiga dan berdiri di atas awan.
"Seorang kaisar menurunkan tahtanya kepada anaknya hanya karena ingin memimpin pasukan menumpas aliansi sekte aliran hitam, semoga saja dunia itu memiliki banyak seperti Jenderal Besar Fang itu" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil menikmati momen sendirinya di atas awan.
"Baiklah kemana kau ingin aku berada" ucap Long Tian berbicara sendiri dan berteleportasi secara acak menyerahkan dunia itu yang memilihkan lokasi untuknya.
Long Tian beberapa kali memilih dunia tempat ia berada untuk memilihkannya tempat dan telah menemukan banyak keberuntungan dan banyak hal baik.
Long Tian saat ini berada di depan sebuah jalanan setapak dan dia melihat ada sebuah desa kecil tidak jauh darinya.
"Jadi desa ini pilihan mu, baiklah akan ku lihat ada apa di desa ini" ucap Long Tian sambil berjalan menuju desa kecil itu dan dia tidak lagi menggunakan kekuatan 100 galaksinya.
"Desa kecil ini sangat sepi padahal ini sudah sore hari seharusnya ramai" ucap Long Tian yang sudah semakin mendekati desa tersebut.
"Tuan Muda mohon maaf desa ini tertutup untuk orang luar karena sedang ada wabah di desa ini" ucap seorang pria yang berpakaian prajurit.
"Tuan, saya seorang alkemis bisakah anda memberitahu saya mengenai wabah yang ada di desa ini sampai anda berdua menjaga desa ini" ucap Long Tian dengan sopan dan melihat hal tidak wajar jika ada 2 prajurit menjaga sebuah desa kecil.
"Tuan muda, satu minggu lalu desa desa kecil di sekitar sini dan beberapa daerah lain terjangkit wabah menular dan semua kulit penduduk yang terjangkit semuanya sama sama menjadi hitam dan mereka semua perlahan menjadi kurus seakan ada yang memakan vitalitas mereka" ucap Prajurit tersebut.
"Tuan ijinkan saya melihat mereka, mungkin saya dapat menyembuhkan mereka" ucap Long Tian dengan sopan.
"Tuan muda kami saja tidak berani memasuki desa kecil ini karena takut tertular jika tuan muda masuk maka kami tidak berani bertanggung jawab jika tuan muda tertular dan kami tidak akan mengijinkan tuan muda keluar desa ini lagi" ucap prajurit tersebut mencoba menahan Long Tian untuk tidak memasuki desa kecil itu.
"Saya akan tidak akan menyalahkan kalian berdua jika saya sampai terjangkit dan saya juga tidak akan keluar dari desa kecil ini, namun saya akan menyalahkan diri saya sebagai alkemis jika tidak mencoba membantu mereka di desa ini" ucap Long Tian dengan sopan namun tegas.
"Tuan muda silahkan jika anda bersikeras" ucap Prajurit tersebut memberi jalan Long Tian untuk memasuki desa kecil tersebut.
"Terima kasih, dan ini untuk kalian berdua" ucap Long Tian sambil memberikan 10 pil penyembuh dan 200 koin emas dalam sebuah cincin dimensi.
"Tuan muda terima kasih" ucap Prajurit itu sambil menerima cincin dimensi itu tanpa melihat isinya takut Long Tian tersinggung.
Long Tian hanya tersenyum dan melangkah memasuki desa kecil itu, dia melihat tidak ada seorang pun yang ada di luar desa itu jadi dia memilih untuk memasuki rumah pertama yang dia temukan.
"Rumah ini bahkan di dibiarkan pintunya terbuka seperti ini" ucap Long Tian yang melangkah masuk kedalam rumah itu untuk memeriksa dalamnya.
"Ini akibat racun bukan wabah" ucap Long Tian yang melihat ada suami istri dan seorang anak kecil terbaring lemah di lantai di sebuah kamar rumah itu.
Long Tian langsung mengeluarkan 3 pil penyembuh dan memasukan satu persatu ke mulut mereka dan membantu mereka menelannya.
"Hukum penciptaan, regenerasi" ucap Long Tian sambil berdiri dan mengangkat kedua tangannya lurus dengan pundaknya dan telapak tangannya menghadap ke bawah.
Perlahan warna hitam di kulit mereka kini menghilang dan kulit mereka menjadi segar kembali, vitalitas mereka mulai membaik dan nafas mereka juga mulai teratur, cahaya emas itu kemudian menurunkan mereka bertiga dan menghilang.
Satu persatu mulai membuka matanya dan langsung memuntahkan darah hitam pekat dan nyaris mengenai kaki Long Tian, Long Tian sendiri hanya tersenyum melihat iniĀ
"Tuan muda terima kasih sudah membantu kami dan menyelamatkan anak dan istri saya" ucap pria tersebut sambil berlutut dan bersujud di depan Long Tian.
"Tuan bangunlah, dan mari kita selamatkan penduduk yang lainnya" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik tuan muda" ucap pria tersebut sambil berdiri dan membantu anak dan istrinya untuk berdiri.
"Kalian berdua beristirahat saja, biar suamimu saja yang menemaniku" ucap Long Tian ramah dan melangkah keluar dari rumah itu di ikuti oleh pria tersebut.
Mereka berdua memasuki rumah warga satu persatu dan Long Tian pun melakukan hal yang sama yaitu menolong mereka semuanya.
Satu jam berlalu dan kini semua warga desa sudah semuanya sembuh dan bahkan mereka merasa lebih sehat dari pada sebelumnya.
Semua warga itu kini berkumpul di lapangan desa itu dan terlihat Long Tian juga ada disana bahkan kedua prajurit yang berjaga di gerbang desa juga sudah ada disana.
"Dapatkah salah satu dari kalian menceritakan tentang awal mula kalian semua mendapatkan racun itu" ucap Long Tian yang duduk di sebuah kursi yang disediakan oleh penduduk desa kecil itu.
"Tuan muda, kami disini mengkonsumsi air di sungai belakang desa ini" ucap seorang pria sepuh yang kemudian berdiri sambil menunjuk arah belakang desa itu.
"Mari kita kesana" ucap Long Tian sambil berdiri dan melangkah ke arah belakang desa itu
"Mari Tuan muda saya antar anda kesana dan kalian semua kembalilah ke rumah kalian" ucap pria sepuh tersebut.
"Baik kepala desa" ucap semua penduduk kompak.
Long Tian mengikuti pria sepuh yang merupakan kepala desa itu dan di ikuti oleh kedua prajurit yang sebelumnya berjaga di gerbang desa.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka semua sampai di sungai yang dimaksud kepala desa itu.
Long Tian sungai di depannya dan melihat jika rumput rumput di sungai itu kini sudah semuanya layu dan menghitam meski sungai itu tetap jernih, dan tidak ada satupun ikan di sungai itu malah banyak ikan mati dalam kondisi membusuk di pinggir sungai itu.
"Jadi kalian semua meminum air sungai ini" ucap Long Tian sambil menunjuk ke sungai itu.
"Benar tuan muda, kami semua memang menggunakan air dari sungai ini untuk semua kebutuhan kami" ucap pria sepuh yang merupakan kepala desa itu dengan sangat sopan kepada Long Tian.