
Long Tian kemudian menggerakan tangannya dengan cepat dan menghapus kedua segel itu dan membuat segel cakram langit.
Dia kemudian melangkah memasuki Goa tersebut dan segel cakram langit membuka untuknya dan menutup kembali.
"Goa ini sudah sangat lama tidak ada yang memasukinya" ucap Long Tian yang perjalanannya terhalang oleh banyaknya ilalang.
Long Tian menghentakan kakinya
Pelan dan ilalang ilalang itu kemudian masuk kedalam tanah dan dia kini melihat jika Goa itu sangat panjang dan besar di bagian dalamnya tetapi semakin kedalam dia merasa semakin dingin dan dia sudah menghapus hampir 100 segel kuno yang menghalangi jalanannya.
Long Tian tidak mau menyerah dia kemudian menggunakan kekuatan api lava suci abadi dan tubuhnya mulai terasa hangat dan nyaman. Dia terus melangkah dan melihat sebuah danau kecil berwarna putih dengan banyak teratai berwarna putih di danau itu.
"Teratai Inti Es ini sudah berusia ribuan juta tahun dan tidak mungkin segel sebanyak itu hanya untuk Teratai Inti Es, seharusnya disini juga ada Inti Es Abadi" ucap Long Tian sambil berjongkok di samping danau dan mengecek isi danau itu.
" Dapat" ucap Long Tian sambil kemudian melihat ke atas danau dan melihat sebuah bola kristal menempel di atap Goa tepat di atas danau dan tersegel oleh ratusan segel kuno
Long Tian kemudian membuat segel cakram Langit lalu menunjuk ke bola kristal yang tersegel itu dan perlahan cakram langit mengarah ke bola kristal itu dan menembus semua segel kuno itu dan melapisi bola kristal itu. Long Tian membuat gerakan tangan lagi dan menghapus semua segel kuno.
Long tian mengangkat tangannya dengan mengepal dan kemudian dia membuka telapak tangannya dan bola kristal yang telah di lapisi oleh segel cakram langit itu kini melesat ke telapak tangan Long Tian.
Long Tian melihat bola kristal yang berisi inti es abadi itu dan Langsung dia duduk lotus di pinggir danau itu dan membuat perubahan waktu 250 tahun.
Long Tian berkultivasi mencoba menyerap dan memasukan inti es abadi ke dunia yang ada di lautan Qi nya agar bisa menjadi sumber kekuatannya.
Hawa dingin memasuki tubuhnya dan di lawan oleh api lava suci abadi miliknya, tubuhnya kadang menjadi beku dan kadang memerah, dia bukan hanya merasa dingin tapi merasakan sakit yang sangat saat rasa dingin itu datang tapi dia tidak mau menyerah dan setiap dia merasa sakit dia hanya membayangkan ayah Ibu nya dan juga anak istrinya yang sedang menunggunya.
Waktu terus berjalan sudah 200 tahun dia di dalam Goa itu dan kini di telapak tangannya sudah tidak terlihat lagi bola kristal itu, long Tian membuka matanya dan kini bola matanya berubah menjadi putih semua dan hawa Goa iti menjadi sangat dingin dan tanah mulai menjadi es demikian juga danau itu menjadi danau es.
Long Tian berdiri dan hawa dingin semakin menjadi jadi semua berubah menjadi es, sampai ke mulut Goa menjadi Es, dia kemudian mengedipkan matanya dan bola mata kembali menghitam dan perlahan es mulai mencair.
"Kekuatan inti Es Abadi ini benar benar mengerikan, aku bahkan bisa membekukan satu planet jika aku serius" ucap Long Tian berbicara sendiri.
Long Tian melihat danau yang ada mulai mencair, dia kemudian membuat segel cakram langit dan menutup seluruh danau itu sampai ke bawahnya dan segel cakram langit membentuk seperti bola. Long Tian dengan kekuatan aura naganya dia mengangkat danau itu, dan tanah mulai terangkat berbarengan dengan terangkat nya danau itu, segel cakram langit menjaga tanah untuk turun dan benar benar mengunci danau itu, dia tidak mau membuat kesalahan lagi dengan asal memindahkan.
Long Tian memindahkan danau itu ke taman belakang istana dunia jiwa dan dia pun ikut kesana, dia menyatukan danau itu dengan danau kecil di taman belakang istana itu, dan danau itu menjadi danau di tengah danau taman belakang istananya dengan masih di lindungi oleh segel cakram langit.
Long Tian kemudian berteleportasi kembali ke singgasana awannya untuk beristirahat karena hari masih malam dan dia berniat untuk tidur di singgasana awannya.
Long Tian duduk di singgasana awannya dan dia benar benar merasa sangat nyaman dengan singgasana awan ini dan perlahan dia tertidur di singgasana awannya.
Sorot matahari pagi menyinari wajah Long Tian dan membangunkanya, "kenapa aku lupa membuat pembatas matahari" ucapnya sambil menggerakan awan agar menutupi sebanyak mungkin atas kepalanya dan dia pun kembali tertidur pulas.
…..
"Jenderal Shi Ju apa tidak sebaiknya kita ke istana dunia ini dahulu sambil meminta informasi tentang sekte aliran hitam siapa tau ada yang terlewatkan" ucap Jenderal Long Pang.
" Jenderal Long Pang jika menurutku kita naik semua ke kapal perang dan menyisir dunia ini dari udara dan turun jika menemukan mereka" ucap Jenderal Huo Zhen.
"Ijin Jenderal, ada warga yang berhasil kami selamatkan dari dalam hutan ini" ucap salah satu Jenderal muda
" Bawa mereka kesini agar kita mendengar apa yang terjadi" ucap Shi Ju.
Jenderal muda itu langsung pamit dan kembali lagi dengan membawa sepasang suami istri yang membawa seorang anak perempuan usia 5 tahun.
"Tuan bisakah anda ceritakan kepada kamu kenapa anda ada di dalam hutan" ucap Shi Ju.
" Jenderal, kami berasal dari sekte pedang langit salah satu sekte aliran putih terbesar di dunia ini, dan kami saat itu baru mau mengunjungi ayahanda raja di istana tapi ternyata ibukoya sudah dikepung oleh sekte aliran hitam jadi kami lari kehutan dan kami mulai tersesat." Ucap pria tersebut yang memang memakai baju sebuah sekte dengan gambar pedang di punggung jubahnya.
"Anda seorang Pangeran?" Tanya Jenderal Long Pang
"Benar Jenderal hamba putra mahkota dunia ini tapi hamba juga tetua di sekte" ucap pria tersebut.
"Seberapa jauh sekte anda dan mana yang anda tuju, sekte atau istana agar kami bisa mengantar kalian bertiga" ucap Shi Ju
" Jenderal kami tidak tau sekte kami masih selamat atau tidak, kami lebih ingin pulang ke istana demi keselamatan putri kami" ucap pria tersebut.
" Pangeran tidak perlu khawatir kami semua akan mengantar anda dan keluarga anda ke istana" ucap Jenderal Huo Zhen.
" Terimakasih Jenderal, maaf kami merepotkan anda semua tapi mohon maaf sepertinya anda bukan pasukan dunia ini, dan jika saya boleh bertanya, dari manakah Jenderal Jenderal berasal" ucap pria tersebut.