
"Mei-er kenapa kau tidak memberitahuku jika Lian-er bukan asli muridmu" ucap Long Tian sambil mengeluarkan satu poci kecil teh herbal buatannya dan tiga gelas giok dan langsung di tuangkan oleh Li Lian.
"Gege, maaf hanya saja kadang suasananya yang sedikit canggung saja" ucap Li Mei sambil tertawa ringan.
Long Tian hanya menggelengkan kepalanya melihat Li Mei tertawa.
"Kakak tidak seharusnya seperti itu, harus nya kakak menjelaskannya dulu kepada kami" ucap Li Lian sambil kemudian meminum teh herbal buatannya Long Tian itu dan merubah panggilannya ke Li Mei.
"Lian-er kadang ada hal yang susah diucapkan" ucap Li Mei sambil tangannya memainkan rambut Long Tian.
"Gege apa rencana kedepan Gege" ucap Li Lian yang tidak tahu jika Li Mei selangkah di depan.
"Besok kita akan kembali ke dunia naga agar bisa mempersiapkan pernikahan kita semua dan hari ini gege akan tetap beristirahat karena sudah mulai hujan" ucap Long Tian sambil tersenyum ke Li Mei.
"Gege, jika demikian lian-er akan memberitahu semuanya agar bersiap siap dahulu" ucap Li Lian sambil berdiri.
"Iya pergilah, persiapkanlah semuanya." Ucap Li Mei sambil tersenyum dengan tangan yang masih memainkan rambut milik Long Tian.
Li Lian meninggalkan mereka berdua dan langsung masuk ke dalam kediaman nya untuk menuju ruangan para bawahannya yang ada di bagian belakang kediamannya itu.
"Gege mari kita beristirahat lagi, setidak tidaknya kita masih memiliki waktu untuk membuat diri kita fresh sebelum kita pergi" ucap Li Mei sambil berdiri dan melangkah menuju kamar Li Lian diikuti Long Tian.
"Kalian semua bersiap, besok kita akan kembali ke dunia naga dan sampaikan ke pemimpin Yu agar mempersiapkan pernikahan kita satu bulan lagi" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi ke semua Jenderal yang ikut dengannya ke istana Li Ming itu sambil melangkah menyusul Li Mei.
Waktu berlalu dan sudah berjalan tiga bulan, Long Tian dan semuanya juga sudah menikah dan kedua selir Long Tian tinggal di istana merah bersama dengan Hao Ling.
Kapal dunia naga juga sudah berpindah dari galaksi ke dua puluh dua dan kini sudah di angkasa galaksi ke dua puluh tiga.
Long Tian juga sudah mengirim Jenderal Long Bo untuk membereskan tiga dunia di semesta pertama dan satu dunia di galaksi ke dua oleh Jenderal Mo Fei sedangkak jenderal pasukan bayangan tetap di dunia naga
"Baiklah ada apa dengan di dunia dunia disini apakah kehadiran ku diperlukan" ucap Long Tian yang kini ada di dek kapal dunia naga sambil tersenyum dan berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta namun dia tidak berpindah tempat.
"Jadi disini kehadiran tidak diperlukan baiklah aku akan ke galaksi kedua puluh empat saja jika demikian" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya.
"Mo Fei, Long Bo, aku akan ke galaksi ke dua puluh empat jadi kalian lanjutkan saja dan jika sudah langsung saja ke galaksi ke dua puluh empat" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi ke Jenderal Mo Fei dan Jenderal Long Bo.
"Baik Penguasa" jawan Jenderal Long Bo melalui cincin komunikasi.
"Baik Penguasa nanti kami menyusul" jawab Jenderal Mo Fei melalui cincin komunikasi.
Kapal dunia naga melesat dengan kecepatan penuhnya dan memerlukan waktu empat puluh menit untuk sampai di poros langit galaksi ke dua puluh empat.
Kapal dunia naga kini sudah melayang di dekat poros langit galaksi ke dua puluh empat dan hanya memiliki satu semesta dengan satu dunia.
"Kita lihat apakah ada yang membutuhkan kehadiran ku di sini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta.
Long Tian kembali di munculkan di luar sebuah desa di lereng gunung yang sangat lebat.
"Desa ini sangat terpencil bahkan jalanan desa ini juga sangat kecil hanya bisa dilintasi satu kereta kuda saja, dan gunung ini sangat berbeda karena mata emasku bahkan tidak bisa di gunakan sama sekali, berarti aja segel kuno yang melindungi area pegunungan ini" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dan melangkah untuk menuju desa di depannya.
"Tuan maaf, apakah ada kedai di desa ini, saya sedang dalam perjalanan dan tersesat kesini" ucap Long Tian dengan ramah kepada seorang pria sepuh yang kebetulan hendak keluar dari desa itu.
"Dao surgawi tahap akhir, kuat juga desa ini" ucap Long Tian dalam hatinya.
"Tuan muda, anda jauh sekali tersesat nya, hanya ada satu kedai di desa ini dan itu pun hanya kedai kecil saja" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Benar Tuan, saya memang sedang mencari pengalaman dan bahan bahan obat karena saya seorang alkemis dan jika boleh saya mengetahui nya apa nama desa dan hutan ini lalu dimanakah kedai makan itu" Ucapnya sambil tersenyum ramah.
"Tuan Muda anda berada di kawasan gunung kematian dan ini desa satu satunya di pegunungan ini, desa ini bernama desa Arwah, untuk kedai makan tuan muda masuk saja nanti ada di sebelah kiri jalan" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Gunung kematian, desa arwah saya benar benar baru mendengarnya" ucap Long Tian bergetar dengan pura pura takut.
"Tuan muda mungkin anda dari kota jadi tahu nya ini hutan terlarang saja, dan karena setiap malam ada gangguan arwah atau Roh ke desa ini maka kami menamai desa ini desa Arwah" ucap pria sepuh itu menjelaskan.
"Tuan apakah itu akan berbahaya untuk saya" ucap Long Tian sambil tetap berpura pura ketakutan.
"Tuan muda selama anda tidak keluar setelah matahari terbenam anda akan aman, baiklah tadinya aku akan ke kota untuk menjual tanaman herbalku tapi aku tunda saja, Tuan muda bagaimana jika anda menginap saja di rumahku dan besok pagi pagi kita sama sama ke kota" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan tanaman herbal apa yang ingin anda jual ke kota" ucap Long Tian dengan ramah dan nampak bersemangat.
"Saya hendak menjual yang ada di dalam cincin ini, tuan muda lihatlah jika anda ingin melihatnya" ucap Pria sepuh itu sambil tersenyum ramah dan memberikan satu Cincin dimensi yang tidak terkunci.
Long Tian menerima cincin dimensi itu dan melihat jika ada banyak bunga mawar hitam dengan tujuh kelopak yang berusia jutaan tahun dan masih tertanam di tanah jadi masih hidup dan dia tidak memiliki ini di kebun herbalnya di dunia jiwa.
" Tuan ini Mawar roh, jadi berapa anda mau menjualnya" ucap Long Tian dengan sangat bersemangat.