
"Tuan anda salah kira karena saya tidak berjualan, terimalah agar anda dan istri anda sehat kembali" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menyadari kehadiran lima puluh orang yang berlari ke arah nya dari dalam kota itu.
"Tuan muda terima kasih" ucap pria sepuh itu sambil menunduk ke Long Tian.
"Tuan pergilah, segera temui istri anda, ada banyak sampah disini yang harus saya hapus keberadaannya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan membalikkan badannya lagi menghadap ke arah kota itu.
"Tuan muda mampirlah ke desa embun di ujung hutan ini, dan berhati hatilah" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil melangkah pergi meninggalkan Long Tian dan kemudian dia berlari karena jarak lima puluh orang itu sudah semakin dekat, dia tau bahwa dia akan membebani Long Tian jika tetap disana.
"Desa embun, baiklah aku akan mampir setelah ini" ucap Long Tian sambil mengayunkan pedangnya ke arah orang orang yang berlari ke arahnya.
Siluet bulan sabit melesat dan mengenai semua orang orang itu dengan luka yang saya yaitu leher mereka yang putus.
"Ternyata jurus pedang bulan sabit bisa seperti ini" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat lima puluh orang itu kini semuanya tergeletak tak bernyawa bahkan tanpa kepala.
Long Tian berjalan dan saat dia melewati gerbang masuk kota itu dia memegang gerbang itu dengan tangan kirinya.
Cahaya emas menyebar ke semua tembok pagar kota itu dan menutup atasnya juga, kubah cahaya berwarna warni kini terlihat nyata menutup kota itu.
Banyak penduduk di kota itu yang melihat Long Tian sudah menghabisi tujuh puluh orang hingga menjadi abu dan mereka kini melihat jika kota mereka tertutup kubah cahaya berwarna warni.
Para penduduk itu memilih menjauhi Long Tian karena mereka tidak ingin menjadi korban dari kemarahan Long Tian yang mereka kira itu karena pihak penjaga gerbang menyakiti Long Tian.
"Adakah dari kalian yang tau dimana kediaman tuan kota ini" ucap Long Tian dengan lantang karena melihat para penduduk berusaha menghindari nya.
"Tuan muda lurus saja" ucap seorang anak perempuan yang memberanikan diri mendekati Long Tian.
"Adik kecil, apakah hanya tinggal lurus saja" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat.
"Benar tuan muda, nanti jalan ini akan membawa anda kesana, rumah nya sangat besar" ucap anak perempuan itu sambil tersenyum ramah.
"Tuan muda mari saya saja yang antar anda" ucap anak perempuan itu dengan ramah.
"Adik kecil dimana orang tuamu" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya.
"Tuan muda ayah dan ibuku sedang sakit, mereka kemarin di pukuli oleh para penjaga gerbang yang Tuan muda jadikan abu" ucap anak perempuan itu dengan ramah.
"Adik ayo kita ke rumahmu dulu saja, kita obati dulu ayah dan ibumu sebelah mana rumahmu" ucap Long Tian sambil menyimpan Pedang Naga Emas.
"Tuan muda benarkah anda bisa mengobati ayah dan ibu saya" ucap anak perempuan itu dengan sangat sopan dan mata berlinang.
"Adik kecil, ayo tunjukkan jalannya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.
Lima belas menit Long Tian mengikuti anak perempuan berusia 12 tahunan itu dan mereka sampai di sebuah rumah kecil yang bahkan nyaris rubuh.
Long Tian mengikuti anak perempuan itu lalu sampai di sebuah kamar dan melihat dua orang di atas tempat tidur dengan luka yang masih terbuka.
"Adik kecil, duduklah dulu, kakak akan mencoba menyembuhkan ayah dan ibumu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mendekati tempat tidur itu.
Gadis kecil itu langsung duduk di satu satunya kursi yang ada disana dan kemudian di melihat keajaiban.
Long Tian kini sudah melayang setengah meter di atas lantai rumah itu dan tangan kanannya juga sudah terangkat.
"Hukum penciptaan, regenerasi" ucap Long Tian dengan santai, cahaya emas keluar dari telapak tangannya yang menghadap ke bawah itu dan langsung membungkus kedua orang itu sendiri sendiri.
Cangkang cahaya emas regenerasi itu telah menutup rapat dan terangkat tiga puluh sentimeter dari tempat tidur itu.
Luka luka di tubuh mereka berdua mulai menutup dan menghilang, vitalitas mereka juga kini semakin membaik dan terus membaik.
Sepuluh menit berlalu dan kini keduanya sudah membuka matanya lalu cangkang cahaya emas regenerasi itu kini menurunkan mereka berdua seiring tangan kanan Long Tian yang mulai turun.
Cangkang cahaya emas regenerasi kini menghilang dari pandangan dan keduanya sudah bisa bergerak kembali, Long Tian kemudian turun kembali ke lantai dan tersenyum ramah kepada mereka berdua.
"Ayah Ibu, akhirnya kalian berdua sembuh" ucap anak perempuan itu sambil menangis dan berlari memeluk keduanya.
"Tuan muda terima kasih sudah menyelamatkan kami" ucap sang suami itu dengan ramah dan penuh hormat.
"Kalian berdua bangunlah dan minum teh herbal buatan ku ini " ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan masing masing satu gelas teh herbal buatannya termasuk ke anak perempuan itu.
"Adik kecil kau juga minumlah, tadi ayah ibumu sakit kenapa kau meninggalkan mereka" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda, aku mencari pertolongan tapi sejak semalam tidak ada yang berani menolong karena takut dengan tuan kota dan juga sama orang orang nya yang ada di gerbang kota itu" ucap anak perempuan itu menjelaskan sambil menangis dan kemudian di peluk oleh ibunya.
"Tuan mari kita berbicara sebentar di teras rumah anda, adik kecil jgn lupa diminum teh nya" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkah keluar dari kamar itu di ikuti oleh ayah anak itu.
Di teras itu ada tiga kursi yang melingkari sebuah meja bulat dan Long Tian kemudian duduk di kursi yang menghadap ke arah jalanan diikuti oleh ayah anak itu yang duduk disebelah kanan Long Tian.
"Tuan muda, Terima kasih sekali lagi atas bantuan anda" ucap ayah anak itu dengan hormat.
"Bisa anda ceritakan kejadiannya seperti apa" ucap Long Tian dengan ramah sambil mengeluarkan satu poci kecil teh herbal buatannya dan dua gelas gioknya lalu menuangkannya.
"Tuan muda terima kasih, saya dan istri sebelumnya adalah salah satu keluarga bangsawan di kota ini, namun dua tahun lalu hal buruk terjadi, tuan kota tiba tiba menyerang kediaman kami tanpa ada alasan apapun dan hanya menyisakan kami bertiga saja, lalu kami di berikan rumah ini dengan tanpa uang sepeser pun, dan semalam saya dan istri saya yang baru pulang dari melihat keluarga kami yang ada di kota lain pas masuk di mintai 100 keping koin emas per orang karena kami tidak bisa membayarnya mereka memukuli kami berdua lalu mereka membawa kami ke sini dan kebetulan ada penduduk yang lewat membawa kami ke kamar kami" ucap ayah anak perempuan itu dengan hormat.
"Apakah ada sekte aliran hitam di kota ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda dua tahun lalu, tuan kota meminta izin ke kami kaum bangsawan untuk mendirikan sebuah sekte di kota ini dan saya menolaknya, mungkin karena itu mereka membantai semua yang ada di kediaman kami dan kini kediaman kami jadi markas pasukan tuan kota." Ucap ayah anak itu menjelaskan dengan hormat.