
"Kami berjanji kepada langit dan bumi jika kami akan selalu berusaha untuk menjaga perdamaian di manapun kami berada dan kami akan berjuang untuk kemakmuran semua penduduk benua ini bahkan jika kami mampu untuk semua kemakmuran penduduk dunia ini, kami semua juga siap mati untuk menjaga perdamaian penduduk dunia ini" ucap Pangeran Hinjo dengan menggunakan Qi mendalamnya dan sambil berdiri di ikuti oleh semua bawahannya itu.
Langit meresponnya dengan memberikan beberapa kali petir yang menandakan alam mencatat dan merestui janji mereka semua.
"Kalian semua lanjutkanlah membakar dagingnya dan jangan sampai gosong" ucap Long Tian dengan ramah seolah tidak memperdulikan janji mereka yang di respon oleh langit itu.
Pangeran Hinjo kemudian duduk kembali di kursinya dan terlihat jika ada beberapa prajurit yang mengeluarkan meja dan kursi dari dalam tenda mereka untuk sebagai tempat makan Pangeran Hinjo dan juga Long Tian serta Jenderal Po karena hanya tiga kursi saja yang disiapkan.
Di tenda tenda besar itu juga ada tersedia peralatan makan dan memasak jadi mereka semua bisa makan dengan menggunakan piring, terlihat jika beberapa piring berisi daging rusa bakar sudah tersaji di atas meja itu.
"Yang mulia dan Tuan muda Tian mari kita nikmati bersama hidangan malam malam kita" ucap Jenderal Po dengan hormat setelah mendapatkan informasi dari bawahan nya jika semuanya sudah siap untuk dinikmati oleh mereka.
Mereka bertiga kemudian menikmati hidangan yang disajikan oleh para prajurit itu dengan lahap dan tidak ada yang berbicara sama sekali karena Long Tian hanya tersenyum saja saat Pangeran Hinjo mencoba mengobrol dengan nya.
Demikian juga dengan semua prajurit itu mereka juga tampak asyik menikmati hidangan mereka bahkan beberapa prajurit memilih untuk membagikan makanan yang sudah di panggang itu untuk singa dan harimau.
Satu jam berlalu dan kini semuanya sudah selesai menikmati makan malam mereka, semua piring kosong juga sudah selesai mereka bersih kan.
"Hari ini sudah sangat larut jadi sebaiknya kita semua beristirahat, tidak perlu ada yang berjaga karena tidak akan ada yang bisa menembus ke dalam kubah perlindungan buatanku" ucap Long Tian dengan ke mereka semua yang masih duduk di dekat api unggun.
"Baik Tuan muda, kalian semua sudah mendengarnya dan tidak perlu ada yang berjaga jadi sebaiknya kita semua beristirahat untuk melanjutkan perjalanan kita besok pagi" ucap Pangeran Hinjo dengan ramah ke semuanya yang ada di sana.
Para prajurit itu kemudian mematikan api unggun dan semuanya langsung memasuki tenda mereka untuk beristirahat demikian juga dengan Long Tian yang memilih untuk tidur di dalam tendanya.
Waktu berlalu dengan cepat dan matahari pagi sudah kembali bersinar dengan terangnya semua tenda sudah kembali disimpan oleh Long Tian kedalam cincin dimensinya dan mereka semua sudah berada di atas hewan tunggangan mereka sendiri.
"Baiklah kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Long Tian dengan ramah sambil meminta singanya untuk kembali berjalan, di ikuti oleh semuanya.
Memang sejak mereka meninggalkan desa long Tian tidak meminta singanya untuk berlari karena dia ingin menikmati perjalanannya di galaksi ke seratus itu.
Satu minggu berlalu dengan cepat dan mereka sudah keluar dari dalam hutan, tidak ada satupun gangguan yang mereka temui selama dalam perjalanan itu karena arah perjalanan mereka memang menjauhi istana.
"Tuan muda Tian, sebaiknya kita tidak memasuki kota dan hanya meminta beberapa prajurit penunggang kuda saja untuk mampir ke kota untuk membeli persediaan makanan karena jika kita menggunakan singa dan harimau sebagai tunggangan kita takutnya akan membuat penduduk kota curiga" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat ke Long Tian.
"Tuan muda, apa tidak sebaiknya menggunakan koin emas yang ada di saya saja" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat sambil memegang cincin dimensi itu.
"Tidak apa apa, pakai saja yang barusan aku berikan, biarkan Jenderal Po saya yang berbelanja di dampingi oleh dua prajurit, dan kita lanjutkan perjalanan" ucap Long Tian sambil menghentikan singa nya di ikuti oleh yang lainnya.
"Baik Tuan muda Tian, Jenderal Po terima ini dan anda naik kuda saja dengan dua prajurit ke kota, belilah yang sekiranya kita butuhkan termasuk dengan pakaian untuk kita gunakan" ucap Pangeran Hinjo dengan ramah sambil memberikan cincin dimensi pemberian Long Tian itu ke Jenderal Po yang ada di sebelahnya.
"Baik Yang Mulia" ucap Jenderal Po sambil menerima cincin dimensi itu lalu mengarahkan singanya ke arah belakang tempat pasukan berkuda berhenti.
"Baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan kita, di depan kita belok kanan karena yang ke kiri mengarah ke kota, kita lewat hutan saja tidak melalui kota itu" ucap Pangeran Hinjo sambil mengarahkan singanya untuk kembali berjalan di ikuti oleh Long Tian dan semua prajurit itu kecuali dengan Jenderal Po dan dua prajurit berkuda.
Jenderal Po juga sudah menggunakan kuda, dia menukar tunggangannya dengan kuda prajurit dan membiarkan singanya di naiki oleh prajurit itu.
"Pangeran Hinjo apakah ada jalan yang tidak melalui desa di depan kita itu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Ada Tuan muda Tian, kita nanti akan terus melewati hutan dan akan waktu tempuh kita juga tetap sama, kita akan sampai dalam tiga minggu di gunung terlarang" ucap pangeran Hinjo dengan sangat hormat.
"Itu lebih baik, karena semakin sedikit yang tahu kau masih hidup semakin baik untuk sementara waktu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Saya mengerti maksud anda Tuan muda Tian, sebenarnya ada satu jalan di depan kita yang merupakan jalan lama namun jalan itu sudah lama tidak digunakan karena banyak hewan buas disana" ucap pangeran Hinjo dengan ramah.
"Itu lebih baik lagi, dengan kendaraan kita ini tidak akan ada hewan buas yang berani mendekati kita nantinya, seberapa jauh jalan tembus itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat ke sekelilingnya memeriksa apakah ada bahaya atau tidak namun tidak ada satupun bahaya untuk mereka.
"Tiga jam perjalanan lagi kita akan bertemu persimpangan jalan itu" ucap pangeran Hinjo dengan ramah.
"Baiklah pasukan harimau bergeser ke paling belakang dan pasukan berkuda di tengah saja" ucap Long Tian kemudian dengan menggunakan kekuatan semesta agar hanya di dengar oleh pasukan prajurit itu saja tidak sampai terdengar oleh orang lain meskipun disana tidak ada siapapun.
Pasukan harimau kemudian bergeser ke belakang dan menempati posisi pasukan harimau sebelumnya.
"Ayo kita lanjutkan kembali perjalanan kita ini" ucap Long Tian yang melihat jika pergantian posisi itu sudah selesai dan dia langsung mengarahkan singanya untuk kembali berjalan.