
Long Tian pun berjalan mengikuti pria sepuh itu dan dia melihat jika hanya dia saja pengunjung toko itu.
"Tuan muda, ini semua poci teh yang saya miliki, apakah benar anda ingin membeli semuanya" ucap pria sepuh itu sambil memperlihatkan deretan poci teh jualannya.
"Benar Tuan, bisakah anda mempersiapkan semuanya dan berapa saya harus membayarnya" jawab Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke pria sepuh itu.
"Silahkan Tuan muda menunggu sebentar saya akan mempersiapkan semuanya dahulu dan menghitung berapa yang anda harus bayarkan" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil menunjuk sebuah kursi panjang yang ada di pojokan tokonya dan di balas senyuman oleh Long Tian.
Long Tian kemudian berjalan ke arah kursi panjang itu dan menduduki nya menunggu pria sepuh itu mempersiapkan semua pesanan nya, dia melihat pria sepuh itu memasukan semua poci teh dengan berbagai ukuran dan juga dengan gelas gelas giok sesuai pesanannya.
Sepuluh menit berlalu dan pria sepuh itu pun mendekati Long Tian sambil memegang sebuah cincin dimensi di tangan kanannya dan di tangan kirinya tampak selembar kertas yang berisi tulisan tentang semua yang dibeli oleh Long Tian.
"Tuan muda semuanya jadi lima ratus keping koin emas dan perincian nya ada disini" ucap pria sepuh itu sambil memberikan sebuah cincin dimensi dan selembar kertas ke Long Tian.
Long Tian menerima keduanya lalu menyimpannya ke dalam cincin dimensi miliknya tanpa melihat terlebih dahulu isi cincin dimensi itu maupun tulisan di kertas itu.
"Tuan ini pembayaran nya, sedangkan untuk sisanya untuk anda saja" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi enam ratus keping koin emas.
"Tuan muda terima kasih, sudah lama toko ku ini sepi pembeli dan kini anda bahkan membeli banyak sekali barang barang ku bahkan sampai memberikan bonus untuk ku" ucap pria sepuh itu dengan sangat berbahagia dan memegang cincin dimensi tersebut.
"Tuan kenapa toko anda bisa sampai se sepi ini, sedangkan barang barang yang anda jual memiliki kualitas yang bagus" ucap Long Tian dengan ramah sambil tetap duduk di kursi panjang itu.
"Tuan muda, tidak selamanya barang barang yang bagus mempunyai penjualan yang baik, sejak banyak penjual yang menjual barang tidak berkualitas dengan harga murah, toko mu ini menjadi sepi, hanya beberapa keluarga bangsawan saja seperti Tuan muda yang masih datang kesini dan memikirkan kualitas" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil kemudian duduk di samping Long Tian.
"Tuan, apakah ibukota ini selalu ramai" ucap Long Tian dengan ramah.
"Benar dari dahulu memang sudah sangat ramai namun kami tidak tahu seberapa lama ketenangan ini akan terus terjadi, sejak kaisar menjadi abu beserta semua keluarga nya kami selalu takut jika nantinya akan ada peperangan untuk merebut posisi kaisar" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan, apakah anda mengetahui akan orang orang yang gila kekuasaan itu" ucap Long Tian lagi sambil menengok ke pria sepuh itu.
"Tuan muda ada banyak bangsawan di ibukota ini dan semuanya saya yakin gila kekuasaan, bahkan saya mendengar jika semalam banyak orang orang yang tidak kami kenal memasuki ibukota ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Baiklah Tuan jika demikian karena masih banyak yang harus saya beli maka saya pamit terlebih dahulu" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan langsung berdiri.
"Tuan muda terima kasih sudah berbelanja di toko saya ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan dibalas senyuman oleh Long Tian.
"Aku benar benar buta di ibukota yang besar ini, sebaiknya aku mencari rumah makan saja untuk mendengarkan pembicaraan pembicaraan mereka yang ada disana" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya.
Jalanan ibukota kekaisaran yang sangat ramai itu membuat suasana semakin hidup di ibukota tersebut ditambah dengan banyaknya toko toko yang berjualan namun long Tian tidak melihat adanya penjual biasa yang menggunakan gerobak satu pun di sana.
"Entah memang penataan ibukota ini atau memang ada larangan mereka berjualan di jalan utama ini" ucap Long Tian sambil terus melangkah mencari rumah makan yang cocok untuknya, meskipun dia sudah melewati banyak sekali rumah makan disana namun semuanya tidak sesuai dengan seleranya.
Long Tian kemudian berbelok ke jalanan kecil yang sangat ramai dilintasi oleh semua orang disana.
"Jalanan ini kenapa sangat ramai apa yang ada di ujung jalan ini" ucap Long Tian sambil terus melangkah menyusuri jalan kecil itu.
Sepuluh menit berlalu dan kini Long Tian sudah sampai di ujung jalan itu dia melihat sebuah pasar tradisional yang sangat padat, banyak sekali orang yang berjualan disana baik toko maupun gerobak pedagang yang memenuhi setiap sudut jalan.
Pengunjung pasar itu juga sangat ramai dan terlihat jika ada seratus prajurit yang berjaga di gerbang pasar itu bahkan banyak prajurit yang berkeliling untuk menjaga keamanan di pasar tersebut.
"Baiklah coba aku lihat apa yang dijual di pasar ini sehingga semua orang menjadilan pasar ini sebagai pusat jual beli untuk semuanya" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melangkah memasuki pasar tersebut dan dia harus berjalan perlahan mengingat banyaknya orang di sana.
"Tuan bisa saya mencoba dahulu sate ini" ucap Long Tian dengan ramah berdiri di depan gerobak sate yang dia belum tahu itu daging apa.
"Tuan muda anda ingin daging apa, saya memiliki sate ayam, sate kambing, sate rusa dan juga sate kelinci" ucap pria sepuh penjual sate itu dengan ramah.
"Bisakah saya mencoba semuanya" ucap Long Tian dengan ramah dan santai.
Pria sepuh penjual sate itu kemudian mengambilkan masing masing dua tusuk satenya dan langsung memberikannya kepada Long Tian.
Long Tian kemudian memakan satu persatu sate itu dan dia benar benar menyukai rasa dari sate yang di buat oleh pria sepuh tersebut karena sangat empuk dan juga bumbu nya sampai meresap ke dalam daging.
"Ini sangat enak, bisakah saya membeli semuanya saja" ucap Long Tian sambil terus menghabiskan sate sate itu.
"Tuan muda benarkah anda ingin membeli semuanya" ucap pria sepuh itu dengan sangat ramah sambil tersenyum bahagia.
"Tentu saja benar, karena memang saya benar benar menyukai sate buatan anda ini dan dimasukkan ke sini saja" ucap Long Tian sambil memberikan satu cincin dimensi kosong ke pria sepuh penjual sate tersebut.
"Baik Tuan muda, mohon tunggu sebentar" ucap pria sepuh penjual sate dengan bersemangat sambil menerima cincin dimensi yang kosong tersebut.