
"Penguasa apakah anda masih menguasai segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa" ucap Long Sing dengan hormat.
"Aku tahu apa maksud ucapanmu, dan aku belum ingin menggunakan kekuatan yang bisa membunuh secara massal di dunia kristal ini tanpa aku mengerti sebenar benarnya apa yang dilindungi oleh sekte kelelawar darah sampai sampai kekuatan mereka sebegitu kuatnya, apakah kau bisa menceritakan tentang ras iblis darah" ucap Long Tian kemudian sambil tersenyum hangat ke Long Sing dan mengeluarkan dua buah apel emasnya lalu memberikan satu kepada Long Sing.
"Terima kasih Penguasa, sudah lama sekali aku tidak memakan apel emas ini, tapi apakah anda masih memiliki pir emas juga" ucap Long Sing sambil tersenyum hangat dan terlihat merajuk.
Long Tian hanya tersenyum kecut melihat ekspresi wajah Long Sing itu lalu mengeluarkan dua buah Pir emas miliknya dari dunia jiwanya.
"Terima kasih Penguasa, untuk ras iblis darah sudah tidak ada di dunia kristal tapi tidak tahu jika di dunia lainnya lagi, dan sudah beberapa tahun ini kami di dunia kristal memutuskan untuk menghentikan perjalanan lintas dunia, jadi akan aman jika penguasa hendak menghapus orang orang sekte aliran hitam itu" ucap Long Sing dengan hormat sambil kemudian memakan pir emas nya.
"Dimana markas mereka apakah jauh dari dunia ini" ucap Long Tian kemudian sambil menikmati apel emasnya.
"Di sebelah gunung anda datang, dan mereka juga yang menghancurkan kuil anda yang ada di puncak gunung, kami semua sengaja tidak mengambil tindakan karena saat itu kekuatan kami sangat rendah dibandingkan dengan mereka" ucap Long Sing dengan hormat sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali.
"Tidak apa apa, kuil bisa aku bangun kembali dan apakah ada cara untuk memasuki markas sekte aliran hitam tanpa diketahui oleh mereka" ucap Long Tian dengan santai namun terlihat jika dia sedang mengawasi sekelilingnya dengan ilmu mata emasnya.
Long Tian kemudian memegang biji apelnya dan ada lima biji apel kini di tangan kanannya itu.
Dia kemudian dengan cepat melemparkan kelima biji apelnya ke arah ganteng aula utama milik Long Sing itu.
Bruk
Bruk
Bruk
Bruk
Bruk
Lima mayat terjatuh ke dalam aula utama dari atas genteng.
Long Tian kemudian mengangkat jari telunjuknya ke bibir nya meminta agar Long Sing tidak bersuara sedikit pun juga.
Dia kemudian mengeluarkan pedang naga emas dan langsung melemparnya dengan cepat ke arah sebuah Tiang pondasi aula utama yang berada di pojok kanannya.
Jleeeeb
Pedang Naga emas tidak berhenti sampai di sana melainkan langsung melesat ke arah pintu masuk aula utama lalu memenggal leher ke dua orang yang berjaga di depan pintu masuk ke ruang aula utama itu.
Pedang naga emas kemudian melesat kembali ke depan Long Tian dan melayang dengan tenang di depan Long Tian dan Long Sing.
"Penguasa, maafkan hamba, hamba bahkan tidak mengetahui jika sekte kelelawar darah sampai menyusupkan orang orangnya ke dalam kediaman hamba ini" ucap Long Sing dengan hormat sambil berlutut di depan Long Tian.
"Berdirilah dan perintahkan untuk menutup kota ini dan jangan ada seorang pun yang keluar atau pun memasuki kota ini, namun jika benar benar penduduk maka biarkan mereka memasuki kota untuk kembali ke rumah mereka" ucap Long Tian sambil berdiri dan mengambil pedang naga emas lalu menyimpannya kembali.
"Baik Penguasa, hamba akan segera menutup kota dan apakah hamba perlu mengumpulkan semua penduduk kota" ucap Long Sing dengan hormat sambil berdiri kembali.
"Tidak perlu, tapi kumpulkan saja semua orang orang mu, sepertinya di belakang kediaman ini masih ada lapangan bukan" ucap Long Tian lagi sambil melangkah ke arah keluar dari aula utama.
"Baik Penguasa" ucap Long Sing dengan hormat sambil kemudian melangkah mengikuti Long Tian.
"Bertelepati Lah jika semua sudah berkumpul di lapangan belakang" ucap Long Tian yang sudah berdiri di luar aula utama itu lalu menghilang dari pandangan Long Sing.
"Aku benar benar telah mengecewakan Penguasa, sampai sampai kediaman ku yang seharusnya aman bisa tersusupi oleh orang orang sekte aliran hitam" ucap Long Sing berbicara sendiri sambil kemudian melangkah menuju arah halaman utama kediamannya itu.
Long Sing langsung memerintahkan prajuritnya untuk membawa mayat mayat itu ke lapangan belakang dan dia juga meminta agar menutup pintu gerbang kota lalu meminta semua yang ada di kediamannya agar berkumpul di lapangan belakang.
Sementara itu Long Tian sudah berdiri di atas awan dan melihat ke arah kota Long Sing dengan mata emasnya.
"Benar dugaan ku, ada jutaan orang orang sekte aliran hitam di dalam kota Long Sing dan bahkan sudah memiliki usaha di dalam kota yang menandakan jika mereka sudah sangat lama menyusup ke dalam kota" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil terus mengawasi setiap orang yang ada di bawahnya.
Long Tian kemudian membuat segel perlindungan dengan radius lima puluh kilometer dari pusat kota itu agar bisa sekaligus menutup gunung tempat kedatangannya.
"Aku juga sebaiknya mengurung mereka saja di markas mereka jadi mereka tidak keluar dari markas mereka saat aku membersihkan kota Long Sing dan juga kota kota lainnya" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah puncak gunung yang persis berada di dekat gunung tempat kedatangannya.
Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya dengan cepat dan langsung menuju satu kilometer di atas puncak gunung yang menjadi markas sekte kelelawar darah lalu kemudian menyebar dan membentuk sebuah kubah yang menutup gunung itu seluruhnya.
"Sudah beres tinggal menutup dunia ini dari dunia luar saja" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah langit dan cahaya berwarna putih melesat dengan cepat lalu menyebar dan membentuk sebuah bola cahaya putih dengan dunia kristal berada di dalamnya.
"Beres sudah, sekarang apapun yang terjadi di dunia kristal ini tidak akan di ketahui oleh siapapun oleh orang dunia dunia lain di galaksi surgawi ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil tersenyum puas dan kembali mengawasi seluruh bagian dunia itu dengan ilmu mata emasnya.
"Benar benar banyak sekali kota dan desa yang di susupi oleh orang orang sekte kelelawar darah" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil menggelengkan kepalanya melihat apa yang dia temukan dalam pengawasan nya itu.