Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Awal Perjalanan Galaksi surgawi


Di sebuah puncak gunung terlihat seorang pemuda yang sedang berdiri di atas sebuah batu besar dan nampak memandangi sekelilingnya dengan sangat serius.


Pemuda itu tak lain adalah Long Tian yang muncul setelah berteleportasi dari galaksi ke 100, dia berteleportasi sengaja ke puncak gunung itu karena dia mengetahui puncak gunung itu dari ingatan masa lalunya sebelum bereinkarnasi.


"Semuanya tampak berbeda, bahkan kuil yang aku bangun disini pun sudah hilang entah kemana" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil kemudian duduk di batu besar itu.


"Lima ratus juta tahun dan semuanya benar benar berubah, entah apa lagi yang berubah di dunia ini, dulu aku memulai dari dunia ini dan sekarang aku pun akan memulainya dari sini lagi" ucapnya sambil melihat ke sebuah batu besar yang ada di dekatnya lalu berjalan mendekati batu besar itu.


"Tinju Naga" ucap Long Tian sambil meninju batu besar itu.


Booooooooooom


Batu besar itu hancur menjadi abu dan menyisakan kabut asap yang cukup tebal.


Terlihat sebuah anak tangga menuju ke bawah memasuki bagian dalam gunung itu, dan Long Tian langsung menggerakkan tangannya membentuk sebuah kubah perlindungan dan juga memiliki segel ilusi yang menutupi seluruh areal puncak gunung itu sehingga tidak akan ada yang mengetahui jika di puncak gunung itu ada dirinya, dia lalu menuruni anak anak tangga itu.


"Ternyata tangga ini masih aman dan masih ada disini" ucapnya sambil terus melangkah menuju bagian bawah dari tangga itu dan menggunakan kekuatan mata emasnya karena semakin kedalam semakin gelap akibat cahaya yang tidak bisa memasuki lorong itu.


Satu jam berlalu dan kini Long Tian sudah memasuki sebuah ruangan besar yang sangat terang karena banyak kristal cahaya disana.


"Semuanya masih sama seperti lima ratus juta tahun yang lalu sungguh benar benar mengingatkan ku dengan masa lalu" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berjalan mendekati sebuah kursi giok lalu mendudukinya, karena tidak ada satupun yang berdebu di ruangan itu.


"Sebaiknya aku tinggal sementara disini saja, karena kedatangan ku ke dunia ini pasti menarik perhatian banyak ahli" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat tempat tidur Giok yang ada di pojok ruangan itu.


"Aku juga tidak bisa gegabah di dunia ini karena ternyata ada Tingkat Pencipta Ilahi juga disini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat sekelilingnya.


Sementara itu di atas puncak gunung itu dua orang pria sepuh tampak terbang perlahan sambil melihat ke bawah seolah olah sedang mencari sesuatu namun tidak melihatnya sehingga mereka kemudian melesat ke arah lain dari gunung itu.


"Benar dugaan ku, kedatangan ku ke dunia ini diketahui oleh mereka, untung aku sudah membuat kubah perlindungan dan juga segel ilusi di puncak gunung" ucap Long Tian yang menyadari ada yang mencarinya.


Long Tian kemudian berdiri dan berjalan ke arah tempat tidur Giok dan langsung tiduran di atasnya.


"Aku sebaiknya beristirahat saja dulu disini dan nanti malam aku sebaiknya berjalan turun menuju ke kota saja" ucap Long Tian sambil merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


Matahari sudah menghilang dan kini bulan purnama sudah terlihat jelas menerangi dunia itu.


Long Tian terlihat membuka matanya dan langsung turun dari atas tempat tidur itu, dia kemudian berjalan ke salah satu pojok ruangan dan berhenti di depan sebuah Lorong yang memiliki anak tangga ke bawah.


"Baiklah waktunya melanjutkan perjalanan kembali" ucap Long Tian sambil melangkah memasuki lorong itu dan menuruni anak tangga.


Dua jam berlalu dan kini Long Tian sudah keluar dari Lorong itu, dia kini berada di sebuah perut Goa yang sangat luas.


"Goa ini sudah banyak berubah, aku tidak menyangka juga jika goa ini masih ada setelah lima ratus juta tahun lamanya" ucap Long Tian sambil kembali melangkahkan kakinya menuju ke mulut Goa dan kini dia menggunakan mata emasnya karena tidak ada pencahayaan di dalam perut goa itu.


Memerlukan waktu sampai lima belas menit untuk Long Tian bisa keluar dari goa itu dan dia kini sudah berada di mulut Goa dengan air terjun tampak di depannya.


"Untuk saja tidak ada seorang manusia pun di sekitar air terjun ini, jadi aku bisa keluar dengan aman" ucap Long Tian sambil terbang menembus air terjun itu dan turun ke bawah lalu mendarat persis di samping danau kecil tempat air terjun itu turun.


"Semuanya benar benar telah berubah bahkan gazebo giok yang aku bangun dulu disini sudah tidak ada, baiklah hanya tinggal satu jam perjalanan lagi untukku sampai di kota itu dan semoga saja aku bisa memasuki kota jadi bisa mempelajari tentang dunia ini" ucap Long Tian sambil melangkahkan kakinya menuju ke jalan setapak yang hanya selebar satu meter saja dan nampak jika tidak ada yang suka melintasi jalan itu karena rumput disana sungguh tinggi.


Dengan hati hati Long Tian melangkahkan kakinya dan dia sama sekali tidak khawatir dengan hewan hewan buas yang ada di hutan itu karena dia memiliki ilmu pengendalian hewan.


"Aku benar benar bernostalgia dengan berada di hutan ini, dulu aku juga seperti ini dan memulai dari dunia kristal ini, semoga saja di kota itu masih ada yang menjadi bawahanku jika tidak ya mau tidak mau aku harus merintis kembali dari awal untuk mengumpulkan kekuatan dan kepercayaan orang orang di dunia kristal ini" ucap Long Tian yang masih berjalan keluar dari dalam hutan.


Long Tian beberapa kali mendengar lolongan serigala namun dia tidak melihat serigala serigala itu seolah olah serigala itu menghindarinya.


Satu jam berlalu dan kini dia sudah keluar dari dalam hutan dan menelusuri jalan besar yang menuju sebuah kota yang menjadi tujuan pertamanya.


"Tuan muda sudah malam sekali apakah kami bisa tahu tujuan anda memasuki kota kami" ucap seorang prajurit yang berjaga di depan pintu gerbang kota itu ke Long Tian sambil memperhatikan Long Tian dari atas ke bawah.


"Saya sedang berpetualang saja dan kesini untuk mencari penginapan serta rumah makan, apakah saya bisa memasuki kota ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Bisa anda perlihatkan medali anda" ucap prajurit lainnya dengan ramah.


"Mohon maaf tapi saya kehilangan medali saya beberapa hari yang lalu" ucap Long Tian sambil memberikan seratus Keping Koin Emas ke salah seorang prajurit itu.


"Biaya masuk kota tanpa medali hanya sepuluh Keping Koin Emas saja dan ini saya kembalikan kelebihan uang anda." Ucap prajurit itu dengan ramah sambil berusaha mengembalikan sembilan puluh keping koin emas ke Long Tian.


"Tuan, itu untuk anda dan kawan kawan yang lain saja, malam ini begitu dingin jadi kalian bisa membeli sesuatu untuk menghangatkan tubuh kalian" ucap Long Tian dengan ramah menolak kepingan koin emas itu.


"Tuan muda sungguh dermawan, dan maaf menunda perjalanan anda, sesuai peraturan kota karena sudah malam maka biarkan salah satu dari kami mengantar anda sampai ke penginapan" ucap komandan prajurit yang tiba tiba mendekati Long Tian.


"Baiklah jika demikian, karena saya juga belum mengetahui di mana penginapan di kota ini, mohon tunjukan jalannya untuk saya" ucap Long Tian lagi dengan hormat ke komandan prajurit itu.


"Komandan biar saya saja yang menemani tuan muda ke penginapan anggrek, sepertinya penginapan itu cocok untuk tuan muda ini" ucap prajurit yang pertama kali menyapa Long Tian dan di balas anggukan kepala oleh komandan prajurit itu.