Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 58 part 6


"Baik Jenderal" ucap Pemuda itu sambil berlari ke arah belakang kedai itu yang merupakan sebuah bangunan besar tiga lantai.


Sementara itu Long Tian dengan santainya mendekati gerbang sekte belati hitam dan menembus kubah segel cahaya buatan nya dengan membawa Tombak pusaka tingkat pencipta miliknya.


Long Tian tidak membuang kesempatan dan tidak juga ingin diserang oleh mereka dia menggunakan aura naga dan aura kematian yang sangat pekat untuk menekan mereka semua.


Jleb


Jleb


Jleb


Tiga orang terkapar karena jantungnya tertusuk oleh tombak pusaka Long Tian.


Puluhan orang lainnya yang kini posisi mereka berlutut karena tekanan aura kematian dan tekanan aura naga itu hanya bisa menelan ludah saja saat tiga kawannya meregang nyawa karena mereka sama sekali tidak dapat bergerak.


Long Tian kemudian menukar tombaknya dengan pedang naga emas dan langsung memutus semua leher orang orang itu.


Satu tebasan pedang naga emas satu kepala terjatuh di ikuti dengan tubuh mereka.


Seorang pria sepuh terbang melesat ke arah Long Tian sambil memegang dua belati berwarna hitam pekat di tangan kanan dan kirinya.


Long tian mengangkat tangan kirinya dan cahaya emas penariknya melesat dengan cepat mengikat pria sepuh itu lalu membanting pria sepuh itu ke depan Long Tian dengan sangat cepat.


"Apa kau pikir tingkat pencipta semi abadi bisa melukai ku" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengayunkan pedang naga emas dengan cepat.


Slaaaaaash


Leher pria sepuh itu terputus dan kepalanya kini terjatuh di ikuti dengan tubuh nya bersamaan dengan menghilangnya cahaya emas penariknya.


"Lingkaran cahaya" ucap Long Tian yang kemudian berputar dengan cepat dan pedang naga emas itu mengeluarkan sinar putih yang membentuk lingkaran cahaya putih dan langsung menyebar ke semua arah.


Boooooooooooom


Boooooooooooom


Boooooooooooom


Ledakan demi ledakan terdengar dengan keras dan menghancurkan semua bangunan sekte itu sekaligus memotong tubuh orang orang yang terkena lingkaran cahaya putih itu namun lingkaran cahaya putih itu tidak keluar dari kubah segel cahaya buatan Long Tian.


Long Tian menyimpan pedang naga emasnya dan dia kembali mengangkat tangan kanannya ke atas kepalanya.


"Pengendalian senjata, datanglah" ucapnya lantang.


Semua senjata baik yang masih di sarungkan maupun yang masih di pegang kini melesat dengan cepat ke atas tangan kanan Long Tian.


"Potong leher mereka semua" ucap Long Tian sambil tersenyum dan tangan kanannya kini menunjuk ke arah belakang sekte itu dimana masih ada ratusan orang yang selamat dari lingkaran cahaya buatannya.


Slaaaaaash


Slaaaaaash


Slaaaaaash


Semua senjata itu dengan cepat memotong leher semua orang orang itu dengan cepat.


"Kembalilah" ucap Long Tian sambil tersenyum dan kembali mengangkat tangan kanannya ke atas kepalanya.


Semua senjata itu kini kembali ke atas kepala Long Tian dan langsung di simpan olehnya ke dalam cincin dimensinya.


Long Tian yang tangan kanan nya masih diatas itu kemudian mengeluarkan cahaya emas penariknya.


Long Tian menyimpan semuanya ke halaman istana dunia jiwanya untuk dia rapihkan nantinya.


"Baiklah selesai tinggal penutupan saja" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah tanah dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman nya kini melesat ke atas tanah melapisi tanah itu dengan cepat.


Semua mayat itu kini memerah dan mengeluarkan ratusan bahkan ada yang jutaan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman yang melesat ke seluruh arah di dunia itu lalu mayat itu kemudian berubah menjadi abu termasuk kepala mereka yang terpisah.


Long Tian pun kemudian menghilangkan kubah segel buatannya yang menutupi area sekte itu.


"Tanah Telanlah semuanya" ucap Long Tian sambil menghentakkan kakinya pelan ke tanah.


Gempa bumi terjadi dan terasa oleh semua orang di kota itu menciptakan kepanikan tersendiri dimana semua bangunan kini bergetar namun hanya di sekte itu saja yang membuat kehancuran.


Sepuluh menit berlalu dan kini sekte itu sudah hilang seutuhnya, bahkan tembok pagar nya pun ikut menghilang.


Long Tian melangkah keluar dan melihat jika ada ribuan prajurit yang kini menutupi jalanan kota bahkan mereka berusaha menahan kepergian Long Tian.


"Tuan muda maaf mohon tunggu sebentar, Jenderal kami akan segera datang" ucap seorang komandan prajurit yang terdekat dengan posisi Long Tian.


Long Tian menggelengkan kepalanya dan terus melangkah, mereka pun kemudian membuka jalan untuknya tidak sama sekali berusaha menahannya lagi.


"Tuan muda, terima kasih, anda sudah menghapus sekte aliran hitam itu" suara yang dikenali Long Tian terdengar dari arah belakangnya dan Long Tian langsung berhenti lalu memutar tubuhnya melihat jika pria sepuh pemilik kedai itu kini sudah menggunakan pakaian perang laksana seorang jenderal perang.


"Jenderal, saya akan melanjutkan perjalanan saya, lain kali jangan ragu jika ingin menghapus sekte aliran hitam, jangan biarkan mereka berkembang dan hapus sampai akarnya.


"Baik Tuan muda" ucap Jenderal itu dengan hormat.


Long Tian hanya tersenyum dan dia kemudian berteleportasi kembali dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta.


"Kota, baiklah coba kita lihat ada apa di kota ini" ucap Long Tian sambil melangkah memasuki sebuah kota kecil.


"Jika anda ingin masuk maka bayar 100 keping emas, jika tidak maka pergilah" ucap seorang pemuda yang berjaga di depan gerbang masuk kota itu dengan arogan ke seorang pria sepuh yang memang ada di depan Long Tian.


"Mahal sekali masuk kota ini, memangnya apa kelebihan kota kecil ini" ucap Long Tian dengan lantang dan tegas.


"Kalau kau juga mau masuk maka bayar 100 keping koin emas jika tidak menyingkirlah kalian dari hadapan ku" ucap pemuda lainnya sambil mendorong pria sepuh itu agar meninggalkan gerbang kota itu.


"Tuan apakah anda tidak apa apa" ucap Long Tian sambil menahan agar pria sepuh itu tidak terjatuh ke tanah.


"Anak muda terima kasih, mari kita pergi dari sini" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil tersenyum dan melangkah meninggalkan gerbang kota itu namun di tahan oleh Long Tian.


Long Tian langsung menekan dua puluh orang yang berjaga di gerbang kota itu dengan aura naganya dan membuatnya berlutut sambil merasakan beban berat di pundak mereka.


"Aku paling benci manusia seperti kalian yang tidak ada sopan santun terhadap yang lebih tua" ucap Long Tian sambil mengeluarkan pedang naga emas dan melapisi pedang naga emasnya dengan segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa.


Pedang naga emas terayun dan satu persatu lehernya terputus dengan sangat rapih dan hanya satu kali tebasan.


Semua kepala dan tubuh yang berjatuhan itu menciptakan kengerian bagi siapapun yang melihatnya, ratusan bahkan sampai ribuan bola cahaya kecil melesat memasuki kota itu dan kemudian tubuh mereka semua berubah menjadi abu.


"Tuan mari masuk kedalam kota ini, bukankah anda juga ingin masuk" ucap Long Tian sambil membalikkan badannya dan pedang naga emas masih ada di tangannya serta masih terlihat jelas bekas darah di di bilah pedang itu.


"Tuan muda, apakah tidak jadi masalah jika kita memasuki kota ini, karena saya hendak membeli obat untuk istri saya yang sedang sakit" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan anda hendak membeli obat, obat apa yang anda hendak beli" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda istri saya sudah tua dan semalam dia terjatuh di kamar mandi sehingga kakinya menjadi terluka" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan jika begitu terimalah ini dan yang satu anda telan lah, agar luka luka di tubuh anda juga menjadi sembuh lalu konsumsi lah teh dalam poci ini" ucap Long Tian sambil memberikan satu kantong penyimpanan yang berisi satu Poci Teh besar teh herbal buatannya dan dua butir pil penyembuh tingkat dewa.


"Tuan muda Terima kasih, tapi saya tidak mampu membayar ini" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum dan memberikan kembali kantong penyimpanan itu.