
"Binasakan sekte aliran hitam" ucap salah satu Patriark klan dan diikuti oleh yang lainnya sehingga suasana aula utama klan Han itu menjadi lebih mencekam akibat teriakan teriakan ratusan orang didalamnya.
"Kota ini sudah tidak memiliki pemimpin demikian juga benua ini apakah kalian bisa menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin kota ini dan juga benua ini atau bahkan dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat ke semuanya.
"Penguasa saya mencalonkan Patriark Han An sebagai kaisar dunia ini, Tetua Han Pe sebagai Raja benua ini dan sebagai pemimpin kota saya mencalonkan Tetua Han Ju, apakah saudaraku yang lain setuju" ucap salah satu Patriark klan lain yang hadir dengan lantang.
"Kami setuju" ucap yang lainnya dengan lantang memberikan dukungan untuk Patriark Han.
"Patriark Han dunia ini aku beri nama Dunia Han dan dengan ini aku meminta ketersediaan mu untuk menjadi pemimpin dunia ini, jadilah pemimpin dunia yang adil dan mendahulukan kepentingan penduduk dunia ini serta janganlah ragu untuk berperang melawan semua pengikut ras iblis darah, binasakan mereka sampai akarnya agar tidak ada masalah kedepannya, berlututlah jika kau setuju" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum hangat.
Patriark Han langsung berlutut didepan Long Tian dan membuka pertahanan jiwanya.
Long Tian memberikan kontrak jiwa kepada Patriark Han dan mengeluarkan satu pedang emas khas bawahannya serta sebuah cincin dimensi yang berisi barang barang yang sudah dia siapkan untuk para pemimpin dunia.
Long Tian turun dari singgasananya dan berjalan mendekati Patriark Han dengan pedang emas di tangan kanannya yang langsung dia sentuhkan ke pundak kanan dan kiri Patriark Han An.
"Berdirilah dan terima ini sebagai tanda jika kau bawahanku di dunia ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan kemudian memberikan pedang emas dan satu cincin dimensi ke Patriark Han An.
Long Tian kemudian kembali ke singgasana dan kaisar Han An berdiri di samping kanan singgasananya.
"NAMAKU LONG TIAN AKU ADALAH PENGUASA 100 GALAKSI DAN DENGAN INI AKU BERITAHUKAN KEPADA SEMUA PENDUDUK DUNIA INI JIKA DUNIA INI SEKARANG BERNAMA DUNIA HAN DAN KAISAR HAN AN ADALAH PEMIMPIN DUNIA INI YANG AKU AKUI" ucap Long Tian pelan namun mendominasi dan menggunakan kekuatan semesta sehingga terdengar sangat mendominasi oleh semua penduduk dunia Han.
"Baiklah tugasku disini sudah selesai dan aku akan meninggalkan dunia ini kalian semua bantulah kaisar kalian ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum dan berteleportasi ke atas awan.
Mereka semua langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil berdoa untuk Long Tian.
Long Tian yang berada di atas awan kemudian membuat kubah cahaya segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa yang menutupi radius 200 kilometer dari gerbang kota itu karena 200 kilometer dari kota itu masih merupakan area kosong dan tidak ada kota atau desa lainnya.
"Radius Dua ratus kilometer dari tembok kota ada kubah segel perlindungan untukmu jadi buatlah istana kekaisaran di dalam kota mu, hanya orang yang berhati baik yang kini bisa memasuki kubah segel ini sedangkan yang berjiwa jahat akan berubah menjadi abu termasuk garis darah mereka semuanya, ingatlah untuk selalu berbuat kebajikan" ucap Long Tian melalui telepati kepada Kaisar Han An.
"Baik Penguasa terima kasih" jawab Kaisar Han An melalui telepati.
Long Tian sengaja tidak terlalu ikut campur dalam urusan dunia itu karena dia ingin agar kaisar Han An berdiri sendiri dengan kemampuannya agar bisa menjadi pemimpin yang dicintai oleh rakyat dunia Han.
"Hujan turunlah" ucap Long Tian sambil fokus berkomunikasi dengan semesta.
Long Tian yang masih mengawasi kota itu melihat banyak penduduk yang bergembira dengan adanya hujan ini karena sudah sangat lama dunia ini tidak turun hujan yang mengakibatkan banyaknya kekeringan di beberapa daerah dunia ini.
"Entah kenapa aku masih ditahan oleh dunia ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berkomunikasi dengan dunia Han ini.
Long Tian kemudian berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta karena ada beberapa panggilan untuknya di dunia Han ini.
"Desa ini sedikit berbeda dengan desa lainnya, meskipun saat ini hujan namun penduduk desa ini masih tetap berjaga saja di gerbang desa" ucap Long Tian yang muncul di lereng hutan tepat di atas sebuah desa.
"Hujan berhentilah untuk desa ini saja" ucap Long Tian sambil fokus berkomunikasi dengan semesta.
Area desa dan satu kilometer dari desa itu kini terang kembali dan tidak lagi hujan, posisi Long Tian juga demikian karena dia juga meminta agar kehadirannya tidak mencolok untuk warga desa itu.
"Untuk mendatangi gebang desa itu aku memutar karena mereka akan curiga jika aku turun dari lereng gunung ini" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke jalanan yang mengarah ke desa di bawahnya itu.
Long Tian kemudian berjalan ke arah desa itu dengan santai sambil menikmati pemandangan dimana banyaknya pepohonan kopi dan teh di kiri dan kanannya.
"Pohon Teh teh ini sangat tua dan menghasilkan teh kualitas terbaik jika di racik dengan baik" ucap Long Tian sambil terus melangkah mendekati gerbang desa itu.
"Radius seratus kilometer dari desa ini tidak ada satupun manusia lainnya atau pun ras iblis darah jadi apa yang membuat mereka berjaga jaga seperti ini" ucap Long Tian dalam hatinya karena jarak dia dengan gerbang desa itu sudah sangat dekat.
"Tuan muda apakah ada yang bisa kami bantu" ucap seorang pria sepuh yang pakaiannya basah kuyup karena sebelumnya hujan sedangkan pakaian Long Tian sama sekali tidak ada yang basah atau kotor.
"Tuan, saya sedang berpetualang, dan melihat luasnya perkebunan teh di desa ini jadi mungkin saya diperkenankan untuk masuk ke dalam desa dan mampir ke kedai yang ada di dalam desa" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda silahkan anda masuk kedai makan hanya ada satu di desa kami dan letaknya ada di bagian dalam desa ini, anda tinggal jalan lurus saja nanti ada sebelah kiri" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Tuan terima kasih, maaf apakah kalian sedang menunggu sesuatu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Kami hanya berjaga jaga saja takutnya desa kami di serang oleh manusia gunung meskipun di gunung gunung dekat sini tidak ada satupun yang di isi oleh manusia gunung" ucap pria sepuh itu dengan ramah.
"Anda tidak perlu khawatir akan hal ini, silahkan Tuan muda masuk" ucap pria sepuh lainnya dengan ramah.
"Terima kasih, saya mohon diri dahulu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan melangkah menuju kedai makan itu.