
"Kalian pikir kalian bisa kabur semudah ini" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat dengan mata emasnya orang orang itu melarikan diri dari pelelangan anggrek.
Long Tian menunjuk ke arah jendela yang terbuka di ruangan VVIP nya dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya itu lalu menyebar dan mengenai semua orang orang yang sudah dia tandai sebelumnya yang melarikan diri dari pelelangan anggrek.
"Mohon maaf atas sedikit gangguan ini, kalian semua mohon pastikan jika uang kalian cukup sebelum melakukan penawaran dan pembelian, baiklah kita lanjutkan kembali dan saat ini yang akan kami lelang adalah sebuah pedang pusaka tingkat Pencipta dan merupakan pedang elemen es, harga kami buka dengan seratus ribu keping koin emas saja, silahkan anda semua menawarnya namun sekali lagi saya ingin tekankan pastikan uang kalian cukup" ucap pembawa lelang yang sudah berdiri kembali di atas panggung pelelangan tanpa mengetahui jika banyak yang kini sudah menjadi abu di luar pelelangan anggreknya.
"Seratus ribu dua ratus keping koin emas" ucap seorang pria sepuh yang duduk di kursi umum yang sebelumnya tidak pernah menawar sekalipun.
"Jadi kau pemilik pedang es ini, baiklah aku akan membantu mu jika demikian karena jiwa mu sangat baik" ucap Long Tian sambil melihat pria sepuh itu dan memeriksa jiwanya.
"Maafkan aku namun aku menyukai pedang es ini jadi aku menawar dua ratus lima puluh ribu keping koin emas, silahkan jika ada yang ingin melebihkan aku akan melepaskan nya" ucap Long Tian dengan santai yang terdengar jelas oleh semua yang ada di dalam pelelangan anggrek.
"Tuan muda maaf saya juga menginginkannya jadi saya menawar dua ratus tujuh puluh ribu keping koin emas" ucap kamar VVIP nomor dua dengan ramah.
"Maafkan aku juga namun aku juga ingin mencoba menawar tiga ratus ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor dua dan terlihat wajah pria sepuh yang pertama menawar kini sangat bahagia.
"Tuan Tuan semua maafkan saya namun saya juga ingin mencoba menawar dengan tiga ratus satu ribu keping koin emas" ucap seorang pemuda yang duduk di kursi umum dengan sangat sopan ke semuanya.
Suasana pelelangan kini berubah menjadi semakin hangat dan tidak seperti sebelumnya yang cenderung kaku.
"Apakah ada lagi yang hendak menawar lebih tinggi dari Tuan muda di kursi nomor sembilan puluh satu" ucap pria sepuh pembawa lelang dengan lantang dan lebih ramah karena suasana pelelangan yang kini semakin nyaman.
"Aku menyerah" ucap kamar VIP nomor dua.
"Anak muda pedang es ini untuk mu saja" ucap kamar VVIP nomor dua.
"Baik jika demikian, satu …. Dua …. Tiga …. Sah terjual seharga tiga ratus satu ribu keping koin emas kepada tuan muda di kursi nomor sembilan puluh satu mohon siapkan uang anda dan barang akan kami antarkan ke anda." Ucap pembawa lelang dengan lantang dan sopan.
"Untuk selanjutnya, kami akan memberikan kalian semua kesempatan untuk melelang barang barang kalian, untuk yang duduk di kursi umum bisa mendatangi para wanita cantik yang berjaga di meja itu sedangkan untuk yang berada di kamar VIP dan VVIP karyawan kami akan mendatangi ruangan kalian, lelang saya tunda satu jam, kami juga tidak akan mengambil keuntungan sepeserpun dari barang titipan kalian untuk saat ini" ucap pria sepuh pembawa lelang sambil menunjuk ke belakang nya dimana ada sepuluh wanita muda yang menjaga sepuluh meja.
"Baiklah aku akan melelang Pil Pil ku saja dengan harga murah disini" ucap Long Tian sambil mengeluarkan satu Cincin dimensi yang berisi seratus butir Pil Penyembuh tingkat dewa seratus butir pil penyembuh tingkat pencipta, seratus butir Pil Fusi Roh tingkat dewa, seratus butir Pil Fusi Roh tingkat Pencipta, seratus butir Pil mutiara dewa tingkat dewa dan seratus butir Pil mutiara dewa tingkat pencipta yang semuanya memiliki kemurnian seratus persen bahkan lebih.
Tok tok tok.
"Masuklah pintunya tidak saya kunci" ucap Long Tian dengan ramah dan terlihat jika wanita muda yang sebelumnya selalu mengantarkan barang yang dibelinya kini memasuki ruangannya namun tidak sendirian melainkan bersama dengan pria sepuh pembawa lelang.
"Tuan dan nona silahkan duduk" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke kedua orang itu, dan keduanya langsung duduk di samping kiri dan kanan Long Tian dengan sangat hormat.
"Tuan muda apakah anda ingin menitipkan barang anda untuk kami lelang" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan sangat sopan dan hormat ke Long Tian.
"Benar saya akan melepas isi cincin dimensi saya ini, namun tujuan saya bukan untuk mencari uang melainkan untuk membantu mereka yang sedang atau akan membutuhkannya saja" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan cincin dimensi yang sudah dia siapkan sebelumnya.
"Tuan muda semua pil ini sangat berharga dan saya siap membayar lima ratus ribu keping koin emas per butirnya tanpa harus mengikuti lelang" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat dan sopan.
"Tuan jika anda ingin saya akan berikan masing masing sepuluh butir dan ada di cincin dimensi yang ini gratis untuk anda sebagai hadiah dari saya namun yang di dalam cincin itu anda jual saja senilai lima ribu keping koin emas saja bagaimana" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi lagi ke pria sepuh itu.
"Tuan muda maafkan saya namun jika senilai itu akan merusak harga pasaran, bagaimana jika lima puluh Keping Koin Emas saja per butirnya jadi jika ada alkemis disini mereka tidak akan sakit hati dengan kami pihak pelelangan anggrek, karena kami juga harus terus menjaga perdamaian dunia perdagangan" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat takut menyinggung perasaan Long Tian.
"Baiklah kau atur saja dan aku ingin tahu apakah ada rumah yatim pintu dan duafa di kota intan ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke kedua orang itu.
"Tuan muda, hanya ada satu dan itu pun di kelola oleh kami juga, kami memang merawat anak anak yatim piatu serta kaum duafa yang ada di kota intan ini, kami juga selain merawat dan menjaga mereka memberikan pekerjaan kepada semua anak yatim piatu yang sudah dewasa di kota intan maupun kota kota lainnya" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan hormat sambil tersenyum hangat ke Long Tian.