Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Dunia Kecil Hao Ling


Kembali mereka bertiga tertawa terbahak bahak seakan akan ini hal yang sangat lucu buat mereka.


Tuan Li kemudian memberikan kunci yang diminta oleh Pelayan nya.


"Penguasa, tuan tuan ini memang membeli hampir semua barang di toko ini tapi sepertinya Permaisuri membeli isi dari kelima puluh gudang kami" ucap Tuan Li.


Long Tian menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menjadi bahan tertawaan long bersaudara.


" Penguasa jangan khawatir kami yakin tidak sampai satu kotak kayu kok habisnya" ucap Long Yu yang tau jika long Tian memiliki jutaan kotak kayu besar berisi tael emas dan koin emas


" Sudah lah, jika Tuan Li masih ada gudang lain berikan saja kepada mereka bertiga" Ucap Long Tian yang di sambut wajah senang dari mereka bertiga.


" Penguasa maaf, tapi kami hanya memiliki 50 gudang dan itu semua adalah semua stok barang kami, setelah Permaisuri membeli semuanya kami sepertinya akan menutup toko satu atau dua tahun" ucap Tuan Li yang membuat mereka bertiga cemberut semua dan giliran Long Tian yang tertawa lepas.


"Nasib oh nasib" ucap mereka bertiga kompak.


Mereka semua terus berbincang bincang di sana dan 3 jam kemudian terlihat Hao Linh memasuki ruangan Tuan Li di ikuti seorang pelayan yang memberikan daftar belanjaan Hao Ling.


"Gege maaf membuat gege menunggu" ucap Hao Ling dan langsung duduk di samping Long Tian.


" Ling-er apa senang belanja disini" ucap Long Tian.


" Ling-er suka sama tempat ini, biasanya di tempat lain tidak boleh liat gudang tapi disini boleh" Jawab Hao Ling sambil tersenyum mesra penuh kemenangan.


Tuan li memberikan catatan Belanja Hao Ling kepada Long Tian, yang membuat long Tian menggelengkan kepala nya.


"Tuan Li maaf jika sampai begini, jadi berapa total semuanya"  ucap Long Tian yang melihat sangat banyak nya belanjaan Hao ling.


" Penguasa maaf dengan kepemilikan medali anda dan diskon khusus dari saya maka  semuanya hanya 300 juta koin emas saja untuk belanjaan Permaisuri dan 50 juta untuk Para Pemimpin jadi totalnya 350 juta koin emas." Ucap Tuan li dan mereka berempat berpura pura sibuk sendiri. 


Long Tian kemudian memberikan 360 juta koin emas dalam sebuah kantong ruang yang sudah dia perbaiki jadi berdiameter 500 meter persegi.


"Tuan tolong berikan sebagian untuk karyawan disini" ucap Long Tian. 


Tuan Li yang melihat isi kantong penyimpanan tersebut tersenyum sangat puas.


"Terima kasih Penguasa" ucap Tuan Li.


Mereka semua berpamitan dan terlihat senyuman puas mereka mengosongkan paviliun Teratai.


Mereka kemudian terbang kembali ke istana dunia Dewa Naga untuk beristirahat dan Long Tian mengajak Hao Ling untuk langsung ke kediaman mereka.


Di kediaman Long Tian, Dunia Dewa Naga.


Long Tian dan Hao Ling duduk di kursi di kamar mereka dan bersantai sambil meminum Teh herbal.


"Ling-er begitu banyak yang kau beli untuk apa?" Tanya Long Tian.


"Gege, sebagian kecil untuk kita, sisa nya mau Ling-er bagikan ke para pelayan kita, Gege tau sendiri pelayan kita sangat banyak" Ucap Hao Ling


" Berikanlah jika Ling-er ingin memberikan" Ucap Long Tian.


" Gege ini apa?" Ucap Hao Ling sambil memperlihatkan sebuah bola giok sebesar kepalan tangannya.


"Ling-er sangat beruntung, di dalam giok ini ada sebuah cincin tapi bukan cincin dimensi, cincin ini merupakan sebuah dunia kecil seperti milik Gege" ucap long Tian.


" Bisakah Gege mengambil cincin itu, Ling-er takut rusak jika Ling-er yang menghancurkan gioknya" ucap Hao Ling.


Long Tian menghancurkan giok tersebut dengan cara meremasnya menjadi debu, dan saat dia membuka tangannya terlihat cincin giok putih yang berukir bunga dan Bulan.


Long Tian melihat isi dunia di dalam cincin Giok itu dengan mata emasnya dan ternyata Dunia kecil itu kosong tidak ada makhluk bernyawa hanya berisi sebuah istana Giok yang sangat indah.


"Ling-er teteskan darah mu, biar cincin ini mengenalmu" ucap Long Tian sambil memberikan cincin tersebut.


Hao Ling langsung menggigit ujung jari nya dan meneteskan darahnya ke cincin tersebut. 


Cincin Giok tersebut bersinar putih terang selama beberapa detik dan melayang sendiri ke arah tangan kanan Hao Ling dan masuk ke jari tengah Hao Ling, cincin itu menyesuaikan ukuran nya dengan jari tengah tangan kanan Hao Ling.


"Cincin yang indah" ucap Hao Ling sambil tersenyum melihat jari tengah tangan kanannya yang terpasang cincin tersebut.


Long Tian hanya tersenyum mendengarnya.


"Gege bagaimana caraku memasuki dunia kecil ku" tanya Hao Ling dengan pandangan masih ke cincin nya.


"Ling-er fokuskan pikiranmu, anggap bahwa Ling-er ada didalam dunia itu" ucap Long Tian


Hao Ling langsung mengikuti perkataan suaminya dan beberapa saat kemudian dia menghilang dari pandangan Long Tian.


Hao Ling saat ini ada di sebuah taman yang sangat indah dengan banyak sekali bunga mawar putih disana, dan dia melihat bahwa dia ada di Sebuah taman istana.


Istana yang terbuat seluruhnya dari Giok putih yang sangat kuat dan menimbulkan hawa dingin namun menyejukkan.


Long Tian yang melihat Hao Ling masuk ke dunia kecil kemudian berteleportasi ke dunia kecil tersebut dan muncul di sebelah Hao Ling.


"Gege kok bisa ada disini" ucap Hao Ling yang melihat suaminya tiba tiba ada di sebelahnya.


Hao Ling sudah mulai terbiasa dengan suaminya yang suka menghilang dan muncul semaunya itu.


"Ling-er tidak ada tempat yang tidak dapat Gege masuki selama Gege bisa melihatnya atau ada di semesta yang Gege kuasai" jawab Long Tian yang langsung terbang melayang di atas dunia kecil tersebut.


Long Tian kemudian mulai menggunakan mata emasnya dan dia melihat semua yang ada di dunia itu dan hanya mereka berdua yang bernyawa disana.


Pandangan Long Tian kemudian mengarah ke istana Giok dan melihat semua yang ada di istana tersebut, dan dia tidak menemukan satu bahaya pun disana. 


Long Tian melihat sebuah ruangan yang tersegel di bawah Istana Gion dan dia kali ini tidak dapat melihat akibat segel tersebut. 


Long Tian langsung turun kembali ke samping Hao Ling, dan mengajak Hao Ling ke ruang bawah tanah tersebut.


Mereka berjalan memasuki istana dan terlihat jelas bahwa istana tersebut adalah milik seorang penguasa perempuan karena arsitektur istana tersebut cenderung kesana.


Mereka terus berjalan dan mulai menuruni anak tangga yang menuju ruang bawah tanah dan berhenti di sebuah pintu giok yang tersegel oleh tulisan tulisan kuno bercahaya putih.


"Gege, segel ini terasa sangat akrab dengan ku, begitu juga istana ini, seakan akan ini adalah rumahku, tapi aku tidak pernah kesini dan melihat tulisan kuno seperti ini" Ucap Hao Ling dengan rasa penasaran.