Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 58 part 5


Satu jam sudah Long Tian berjalan dan kini dia sudah di samping tembok kediaman bangsawan yang sempat dia lihat dari atas awan.


"Aura nya semakin jelas saja" ucap Long Tian sambil memegang tembok kediaman bangsawan itu.


Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman keluar dari telapak tangannya dan langsung menyebar membentuk kubah cahaya berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang merupakan segel penghapus jiwa dan segel kutukan darah.


"Kita lihat apakah yang akan kalian lakukan jika tidak bisa keluar dari kediaman kalian ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melangkah ke arah pintu gerbang kediaman bangsawan itu.


"Pas sekali kedai ini untuk mengawasi kediaman ini" ucap Long Tian yang melihat ada sebuah kedai makan persis di seberang gerbang kediaman bangsawan itu.


Long Tian langsung memasuki kedai makan itu dan duduk di kursi yang ada di teras kedai dengan menghadap ke arah gerbang kediaman bangsawan itu.


"Tuan, apakah anda ingin memesan makanan atau hanya ingin menikmati teh kami, karena disini kami tidak memiliki anggur atau pun tuak" ucap seorang pria sepuh dengan ramah yang mendatangi Long Tian.


"Tuan bisakah saya mencoba makanan dan minuman terbaik anda" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tunggulah sebentar saya akan menyiapkan pesanan anda" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Mereka mulai panik karena segep buatanku kita lihat apa mereka mencoba keluar" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat jika yang di dalam kediaman itu kini mulai menyadari ada segel yang menutupi kediaman itu.


Puluhan orang terlihat berbincang dan bahkan ada satu orang yang mencoba menyerang segel buatan long Tian dengan pedang mereka namun segel itu yang bukan merupakan segel penyerangan dengan mudah membuat orang itu terjatuh dan melewati segel tersebut lalu menjadi abu setelah sebelumnya mengeluarkan ratusan bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman.


Sontak semuanya menjadi semakin panik bahkan mereka memanggil yang lainnya ke halaman depan kediaman bangsawan itu.


Tidak ada lagi yang berani menyentuh segel buatan Long Tian yang menutupi kediaman mereka itu.


"Tuan silahkan dinikmati masakan sederhana saya ini" ucap pria sepuh itu yang sudah kembali dan menyajikan hidangan pesanan Long Tian beserta satu poci teh kecil dan satu gelasnya.


"Tuan terima kasih, maaf itu kediaman siapa, apakah selalu ramai seperti itu" ucap Long Tian sambil melihat ke arah depannya.


"Anak muda anda salah, itu bukan kediaman bangsawan melainkan sekte beladiri yang baru berdiri dua tahun ini, jika tidak salah mereka menamakan diri sebagai sekte belati hitam, karena master sektenya seorang ahli belati" ucap pria sepuh pemilik kedai makan itu.


"Maaf saya baru di kota ini jadi tidak mengetahui nya" ucap Long Tian dengan tertawa ringan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sudahlah kau makanlah dulu mumpung masih hangat, nanti jika sudah kita berbincang lagi, toh kedai ku juga masih sepi" ucap pria sepuh itu sambil melangkah memasuki bagian dalam kedainya.


Long Tian hanya tersenyum dan mulai menikmati makanan yang ada di depannya itu dengan tetap mengawasi ke arah gerbang sekte belati hitam itu.


Sepuluh menit berlalu dan satu ekor ayam bakar dari atas meja itu kini sudah berpindah ke perut Long Tian.


Long Tian kemudian menuang poci teh itu ke gelas yang ada dan mulai menikmati teh buatan kedai itu dengan sangat santai sekaligus mengawasi seberangnya.


"Anak muda bagaimana masakanku apakah cocok untuk lidah mu" ucap pria sepuh itu yang datang kembali dan mengambil piring piring kosong yang ada di atas meja.


Pria sepuh itu langsung masuk kembali ke dalam kedainya dengan membawa piring piring kosong itu lalu tidak lama kemudian dia duduk di kursi yang ada di meja samping kanan Long Tian dengan melihat kearah sekte belati hitam.


"Anak muda, sepertinya tujuan kedatangan mu bukan berjalan jalan" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan dan sepertinya anda juga bukan hanya ingin berdagang disini, dengan tingkat kultivasi pencipta surgawi tahap akhir sangat mustahil jika anda hanya berniat berdagang" ucap Long Tian dengan santai sambil menikmati Teh buatan pria sepuh itu.


Pria sepuh itu menarik nafas panjang dan terlihat jika dia sangat jeli melihat semua pergerakan di halaman sekte itu.


"Tuan muda kau bisa melihat tingkat kultivasi ku dan aku bahkan tidak bisa melihat tingkat kultivasi mu, sudah jelas jika anda di atas saja jauh, jika boleh pria sepuh ini tahu kenapa anda menyegel sekte itu" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil tetap mengawasi seberangnya.


"Saya akan menjawabnya jika anda menjawab pertanyaan saya dahulu, bukan kah tidak baik jika membalas pertanyaan dengan pertanyaan" ucap Long Tian dengan ramah sambil tetap menikmati teh hitamnya.


"Tuan muda, saya yakin anda orang baik" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum dan memberikan satu medali bergambar kekaisaran dan tertulis disitu Jenderal hukio dibagian bawahnya.


Long Tian melihat medali itu lalu menyerahkannya kembali.


"Jadi anda bertugas mengawasi sekte ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Kaisar sangat membenci sekte aliran hitam ataupun ras iblis darah, jadi semua sekte dalam pengawasannya, ditambah lagi ada informasi jika sekte baru ini terlibat banyak perampokan" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum dan tetap mengawasi ke arah seberangnya.


"Segel buatanku itu hanya berpengaruh ke orang yang berhati jahat saja, dan saya memang ingin menghapus keberadaan mereka" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda saya masih mencari bukti untuk menggerakkan pasukan saya jadi itulah alasannya kenapa sudah satu tahun ini saya membuka kedai makan disini" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Apakah anda tahu jika ada tingkat pencipta setengah abadi tahap menengah didalam sana" ucap Long Tian sambil melihat pria sepuh itu.


"Perkara itu saya bahkan tidak mengetahuinya karena orang orang sekte itu tidak pernah keluar, mereka beberapa kali keluar hanya untuk membeli persediaan makanan mereka saja itupun hanya beberapa orang di tingkat dao surgawi tahap awal saja" ucap pria sepuh itu sambil melihat ke arah Long Tian.


"Baiklah jika demikian, jadi berapa saya harus membayar makanan dan minuman ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Seratus keping koin perak saja sudah cukup" ucap pria sepuh itu.


Long Tian kemudian berdiri dan memberikan satu keping koin emas ke pria sepuh itu dengan ramah dan dia juga memberikan satu Pil Penyembuh tingkat dewa untuk pria sepuh itu.


"Tuan sisanya tidak perlu dikembalikan dan pil penyembuh tingkat dewa ini bisa mengobati luka lama anda" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melangkah menuju sekte itu.


"Tuan muda terima kasih" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum dan menelan pil penyembuh tingkat dewa itu namun Long Tian sudah keluar dari kedai makan sederhana itu.


"Tuan muda ini benar benar percaya diri, kau Panggil pasukan segera kita bantu Tuan muda itu" ucap pria sepuh itu ke satu satunya pemuda yang duduk di bagian dalam kedai itu.