MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
DIJODOHKAN


Percayalah bahwa kejujuran, kesetiaan dan tanggung jawab adalah elemen penting dalam sebuah cinta untuk terus bertumbuh.



Kalandra, Khansa dan Kenan sudah berada di bandara Jepang, mereka sedang menunggu Ryan dan Rose untuk menjemput mereka di bandara.



“Mami, kenapa papa Ryan lama sekali?” tanya Kenan yang sebenarnya masih mengantuk.



“Sebentar ya sayang, nanti mami suruh papi buat nelfon papa Ryan.” Ucap Khansa menenangkan putranya.



Khansa melihat ke arah suaminya dengan ekspresi bertanya. Kalandra hanya menaikkan kedua bahunya menandakan tidak tau.



Mereka bertiga sudah menunggu sekitar 30 menit di bandara namun Ryan dan Rose belum terlihat sama sekali.



Tidak lama kemudian terlihat Ryan dan Rose berlari dari pintu masuk.



“Hm, itu mereka mas.” Ucap Khansa yang melihat Ryan dan Rose yang berlari menghampiri mereka.



“KAKAK!!” teriak Rose lalu memeluk Khansa dengan sangat erat.



“Kamu lama amat sih yan, masih ngapain!?” tanya Kalandra kepada Ryan.



“Ah nanti saja aku ceritakan. Ayo kita segera ke hotel.” Ucap Ryan yang sedikit ngos-ngosan karena berlari.



“Maafin papa Ryan ya sayang, kamu capek ya nunggu papa.” Ryan berjongkok untuk berbicara dengan Kenan.



“Kenan ga capek papa, tapi Kenan ngantuk. Papa lama banget sih.” Protes Kenan.



Ryan dan Rose membawa barang-barang yang di bawa oleh Kalandra dan Khansa ke mobil. Sebelum ke hotel, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu karena Khansa dan Kenan sudah kelaparan.



Di restoran mereka berbincang bincang mengenai banyak hal, Kalandra bertanya mengenai pekerjaan yang di handle oleh Ryan.



Khansa yang merasa bosan dengan pembicaraan pekerjaan antara suaminya dan Ryan akhirnya mengajak Rose untuk berpindah tempat.



“Mas, aku sama Rose mau pindah aja disana.” Ucap Khansa sambil menunjuk meja yang berada tidak jauh dari mereka.



“Baiklah, jangan terlalu jauh ya sayang.” Ucap Kalandra yang mengijinkan istrinya untuk pindah tempat.



Kalandra sangat tau jika istrinya merasa bosan dengan pembicaraannya tentang bisnis.



“Sayang, kamu mau di sini aja apa ikut mami?” tanya Khansa kepada Kenan.



“Kenan di sini aja mi cowok-cowok.” Ucap Kenan.



Khansa hanya tersenyum sambil mengelus rambut Kenan dengan sangat lembut lalu meninggalkan mereka.



“Bagaimana keadaanmu Ndra? Apakah sudah baik-baik saja?” tanya Ryan kepada Kalandra.



“Aku baik-baik saja, lalu bagaimana denganmu? Apakah ada kemajuan untuk mencari mama untuk Kenan?” ejek Kalandra.



Ryan melirik ke arah Kenan dan membesarkan matanya ke arah Kalandra.



“Papa udah dapet mama baru?” tanya Kenan dengan antusias.



“Nanti ya sayang, papa masih berusaha mencari mama yang baik untukmu.” Ucap Ryan.



Ryan tersenyum melihat ke arah Rose yang sedang duduk di dekatnya bersama Khansa.


Kalandra yang melihat Ryan sedang memperhatikan Rose hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1605513640646.jpg)



“Jangan di liatin aja, ntar diambil orang baru tau rasa kamu yan.” Ucap Kalandra berbisik kepada Ryan.



“Apaan sih Ndra, sabarlah tunggu sebentar lagi setelah kita pulang ke Indonesia.” Ujar Ryan masih menatap Rose.



Di meja Khansa dan Rose, mereka berbincang mengenai berbagai macam hal, dan sesekali mereka tertawa terbahak-bahak. Khansa melirik ke arah Ryan yang dari tadi melihat mereka.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1605513640650.jpg)



“Rose bagaimana perkembangan hubunganmu dengan kak Ryan?” tanya Khansa.



“Ya begitu kak, kak Ryan sering banget bikin aku salah tingkah. Tadi aja kita telat jemput kakak ya karena kak Ryan godain aku mulu.” Protes Rose.




“Apa sih kak jangan ngeledekin aku terus dong.” Rengek Rose.



“Jangan kelamaan jual mahalnya, nanti keburu diembat cewe lain loh.” Ejek Khansa.



Rose hanya memanyunkan bibirnya dan menatap Khansa dengan tatapan mengintimidasi.



“Ada apa? Aku mendukungmu karena aku tau kamu adalah wanita baik-baik dan aku ingin kamu menjadi mama untuk Kenan.” ucap Khansa dengan tulus.



“Ih kak sasa, aku jadi terharu kan.. terimakasih banyak karena kakak udah percaya sama aku.”



Khansa hanya tersenyum menjawab perkataan Rose. Khansa dan Rose memutuskan untuk menghampiri Kalandra dan Ryan untuk mengajaknya pulang ke hotel.



“Mas, ayo kita pulang. Aku sudah lelah sekali, dan sepertinya Kenan juga sudah mulai mengantuk lagi.” Ucap Khansa kepada Kalandra.



Kalandra mengiyakan ucapan istrinya, Kalandra ingin menggendong Kenan tapi di larang oleh Ryan karena dia yang akan menggendongnya.



“Sudahlah Ndra, biarkan aku yang menggendong Kenan. Kamu pasti udah capek banget dari tadi.” ucap Ryan yang mulai mengangkat Kenan dengan kedua tangannya.



Ryan menggendong Kenan dengan tangan kananya dan tangan kirinya memberanikan diri menggandeng tangan Rose yang berjalan di sebelahnya.



Rose terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu secara tiba-tiba oleh Ryan, lalu Rose menoleh ke belakang melihat Khansa. Khansa yang melihat adegan tersebuh tanya tersenyum dan mengangguk kepada Rose.



Sedangkan Kalandra merangkul pinggang istrinya dan berjalan mengikuti Ryan dan Rose dari belakang.



“Sepertinya sebentar lagi kita akan di undang ke pesta pernikahan.” Bisik Khansa kepada Kalandra.



“Dua sayang, dua kali kita akan menghadiri pesta pernikahan.” Balas Kalandra.



“Dua?” tanya Khansa heran.



Kalandra hanya menoleh ke arah Khansa dan tersenyum.



“Jangan-jangan, kak Anita dan kak Edo?” tanya Khansa antusias yang dijawab anggukan oleh Kalandra.



Sesampainya di hotel, mereka semua masuk ke kamar masing-masing, Kenan masuk ke dalam kamar Ryan dan tidur dengannya.


Di dalam kamar, Kenan tidak jadi tertidur dan malah mengajak Ryan untuk bermain game yang sudah ia bawa dari Indonesia.


“Kenan, papa mau ngomong boleh?” tanya Ryan.


“Boleh dong pa, masa Kenan ga bolehin papa ngomong sih.”


“Kenan emang beneran mau punya mama baru?” tanya Ryan memastikan.


Kenan yang tadinya fokus pada gamenya tiba-tiba menoleh ke arah papanya dan menganggukkan kepalanya dengan antusias.



“Papa udah nemu mama baru buat Kenan?” tanya Kenan.


“Papa punya pilihan tapi belum yakin, papa takut Kenan ga suka sama orangnya.”


“Emang siapa pa?”


“Kalo kak Rose gimana? Menurut Kenan kak Rose orangnya gimana?” tanya Ryan sedikit ragu.


“Baik kok pa, kak Rose itu baik terus cantik juga pa.”


“Benarkah?” tanya Ryan yang dibalas anggukan oleh Kenan.


“Benar pa, Kenan mau kok kalo kak Rose jadi mama Kenan.” ucap Kenan.


Ryan sangat senang karena respon anaknya terhadap Rose cukup baik.


“Kenan senang kalo melihat papa senang.” Ucap Kenan yang melihat papanya tersenyum mendengar jawaban darinya.


“Terimakasih sayang, papa janji akan menjaga Kenan dengan baik. Papa tidak akan meninggalkan Kenan seperti dulu lagi.” Ucap Ryan sambil mencium kening anak semata wayangnya itu.


“Papa akan segera menjadikan kak Rose sebagai mama kamu sayang.” Batin Ryan.


Di kamar Rose


Rose sedang bersantai tiduran di tempat tidurnya sambil memainkan hpnya tiba-tiba saja ada telfon dari orang tuanya.


“Halo bu..” ucap Rose.


“Halo Rose, bagaimana kabarmu disana?” tanya ibu Rose dari sebrang telfon.


“Alhamdulillah baik-baik saja bu.”


“Kapan kamu akan pulang?”


“Entahlah bu, mungkin seminggu lagi. Ada apa?”


“Ibu ingin memperkenalkanmu dengan anak teman bapak Rose, saat kamu pulang nanti keluarga mereka akan datang ke rumah.” Ucap ibu Rose.


“Ha? maksudnya bu? Ibu mau jodohin Rose?” tanya Rose dengan nada sedikit gugup.


“Iya sayang, toh kamu juga belum memiliki pasangan. Anak teman bapak sangat tampan loh nak.”


“Rose sudah memiliki pasangan bu.” Ucap Rose berbohong.


“Jangan membohongi ibu Rose, ibu tidak percaya jika kamu sudah memiliki kekasih. Jika memang benar kamu memiliki kekasih masa segeralah bawa dia menemui ibu dan bapak.” Tegas ibu Rose lalu mematikan telfonnya tanpa mendengar jawaban dari Rose.


“Halo bu,, halo…”


Rose segera melempar hpnya di atas kasur dan menutup wajahnya dengan selimut.


“Bagaimana ini, masa iya aku akan berakhir di jodohkan.” Batin Rose.