MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
MAKAN MALAM BERSAMA


"Ayo kita pulang.." ajak Ken kepada Rey.


"Baiklah ayo, aku akan ikut ke rumahmu." ucap Rey.


"Ha? Yaelah Rey sampe segitunya banget ngikutin sampe rumah?" Tanya Ken.


"Dih pede banget, siapa juga yang mau ngikutin kamu! Keluargaku di undang mami Khansa untuk makan malam bersama di rumahmu." Ucap Rey.


"Ha? Di undang makan malam? Jadi makan malam bersamanya bukan keluarga inti aja tapi keluarga besar?"


"Ya mungkin orang tuamu ingin memperkenalkan Andini kepada yang lain."


"Mungkin saja, memang belum ada yang mengetahui tentang hal ini."


"Aku juga tidak memberitahu papaku, aku akan di bilang penghianat oleh papaku." ucap Rey sambil menepuk jidatnya.


Ken yang mendengarnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah ayo kita pulang."


Akhirnya Ken dan Rey keluar dari kantor untuk pulang ke rumah papi Kalandra menggunakan mobil mereka masing-masing.


Sedangkan di rumah, mami Khansa menghampiri kamar Andini.


"Hai mami.." sapa Key yang ada di dalam kamar Ken sambil melambaikan tangannya.


"Kalian berdua ada di sini? Baguslah jadi mami tidak perlu mendatangi kalian satu per satu." ucap mami Khansa.


"Ada apa mami?"


"Nanti kita akan makan malam bersama keluarga besar, kalian bertiga segera bersiap dan dandani Andini karena mami akan memperkenalkan Andini kepada yang lain." ucap mami Khansa.


"Key, berikan pakaian kepada Lana dan Andini ya,, dan sebelum itu kamu harus ikut mami sebentar." Lanjut mami Khansa.


Mendengar ucapan maminya, Key segera menyusul maminya keluar dari kamar Ken.


"Ada apa mi?" Tanya Key.


Mami Khansa menarik tangan anaknya menjauh dari kamar Ken.


"Sayang, mami yakin kalau Lana sudah mengetahui kebenaran tentang Andini bukan? Mama harap jangan ada yang membicarakan tentang kejadian itu kepada yang lainnya." ucap mami Khansa.


"Kenapa mi? Mami malu karena hal itu?" Tanya Key.


"Bukan sayang, mami hanya tidak ingin membuka luka Andini kembali apalagi kalau menceritakan kejadian itu di hadapan seluruh keluarga, mungkin Andini tersenyum tapi mami yakin hatinya sakit setiap kita menceritakan tentang hal itu kepada yang lain." jelas mami Khansa.


"Baiklah mi, Key tidak akan membicarakan tentang Andini dan Ken kepada yang lain, Key juga akan membicarakan hal ini kepada Lana." ucap Key.


"Terimakasih sayang, bagaimanapun juga pihak wanita akan di pandang sebelah mata oleh orang lain, apalagi keluarga kita tidak akan percaya jika Ken melakukan hal itu, mereka akan berfikiran kalau Andini yang menggoda Ken lebih dulu, mami tidak ingin sampai Andini mendengar hal yang membuatnya sakit hati."


"Key beruntung lahir dari rahim perempuan yang sangat baik hati seperti mami." puji Key.


"Apaan sih Key, kenapa kamu malah jadi memuji mami! Sudah sana bersiaplah."


"Siap bos! Aku akan membuat calon menantu mami wanita paling cantik malam ini!" Ucap Key lalu pergi kembali ke kamar Ken.


Sedangkan mami Khansa hanya tersenyum sambil melihat kepergian anak perempuannya.


Di dalam kamar Ken, Key menyuruh Andini dan Lana untuk mandi secara bergantian, saat Andini sedang di dalam kamar mandi, Key memberitahu kepada Lana tentang permintaan maminya.


"Tenang aja Key aku tidak akan membicarakan hal ini kepada siapapun, mami Khansa benar itu adalah hal yang paling menyakitkan bagi seorang perempuan." ucap Lana.


"Kalau begitu kamu tunggu di sini ya, aku mau ambil beberapa pakaian untuk kalian." ucap Key yang di balas anggukan oleh Lana.


Key pergi ke kamarnya untuk mengambil beberapa pakaian miliknya yang masih baru.


Setelah mengambil beberapa gaun, Key kembali ke kamar Ken dan melihat Andini sudah selesai mandi.


"Kamu udah selesai, nih pakai baju ini kamu akan terlihat cantik memakai pakaian ini." ucap Key.


"Terimakasih Key." ucap Andini sambil beranjak ke walk in closet milik Ken untuk mengganti pakaiannya.


"Benarkan warna putih memang cocok untukmu, kemarilah aku akan mendandani kamu dan juga memakaikan kalung untukmu." ucap Key.


Andini hanya menuruti ucapan Key dan duduk di depan meja rias yang ada di kamar Ken.


"Aku baru tau Ken memiliki meja rias juga." ucap Andini.


"Dia itu selalu memperhatikan penampilannya, lihatlah ada banyak sekali minyak rambut, parfum dan lainnya."


"Ini adalah kalung yang aku desain sendiri, aku berencana untuk memproduksi accessories sendiri nanti." Ucap Key sambil memakaikan kalung kepada Andini.



"Kalungku terlihat semakin indah jika kamu yang memakainya." Balas Key.


Tidak lama kemudian, Lana keluar dari kamar mandi dan melihat ke arah Andini yang sudah siap.


"Wah kamu cantik sekali! Kamu sama persis dengan mami Khansa sangat anggun." puji Lana.


"Tentu saja! Dia adalah anak mami juga!" ucap Key.


"Ini pakaian untukmu, cepat gantilah setelah itu aku juga akan berganti pakaian." ucap Key sambil memberikan pakaian kepada Lana.


Semua telah selesai, Lana keluar untuk memeriksa keadaan di bawah.


"Semua sudah berdatangan, tapi aku belum melihat kehadiran Elsa." ucap Lana.


"Biarkan saja, dia itu pasti akan langsung mencari kita sesampainya di sini." ucap Key.


"Andini, kamu diam dulu di sini ya, saat semua orang sudah berkumpul barulah kamu akan aku jemput." ucap Key yang di balas anggukan oleh Andini.


"Wah kalian berdua cantik sekali!" puji Belinda yang melihat Key dan Lana baru saja menuruni tangga.


"Terimakasih kak! Kakak juga sangat cantik!" Balas mereka.


Tidak lama kemudian Ken dan Rey sampai di rumah, semua orang menyambut kedatangan mereka.


"Hai sayang, kamu mau langsung duduk?" Tanya mami Khansa kepada Ken.


"Tidak mi, Ken mau mandi dulu karena badan Ken sudah lengket semua." Ucap Ken yang di iyakan oleh mami Khansa.


Ken naik ke atas menuju kamarnya, dia lupa kalau Andini masih berada di kamarnya.


"Mi, kemana Ken? Bukannya dia sudah datang bersama Rey?" Tanya Key.


"Iya dia sudah datang katanya mau langsung mandi dulu." ucap mami Khansa.


"Oh.. Mandi,, Apa!?" Ucap Key yang baru sadar kalau Andini masih ada di dalam kamar Ken.


"Aduh kamu ngagetin aja sih Key! Ada apa?" Tanya mami Khansa.


"Andini masih ada di kamar Ken!" Ucap Key.


Mami Khansa yang mendengarnya sangat terkejut, Key ingin menyusul Ken namun mami Khansa melarangnya.


"Biarkan saja, mami yakin tidak akan ada yang terjadi kepada mereka." Ucap mami Khansa.


Akhirnya Key menuruti ucapan maminya untuk tidak menyusul Ken.


Ken yang baru saja sampai di depan kamarnya langsung membuka pintu kamar dengan sangat kelelahan, Andini yang berada di dalam kamar mengira itu adalah Key jadi dia berdiri untuk bersiap turun ke bawah.


Namun betapa terkejutnya Andini melihat Ken yang masuk ke dalam kamar sambil membuka satu per satu kancing kemejanya, Ken masih belum sadar jika Andini ada di dalam kamarnya.


"K-Ken!" teriak Andini.


Ken yang mendengar namanya di panggil segera melihat ke depan dan terkejut karena Andini sudah berdiri di hadapannya.


"A-Andini? Kenapa kamu ada di sini?" Tanya Ken.


"Kamu lupa kalau aku memang beristirahat di sini?" Tanya Andini.


"Aku kira kamu sudah turun ke bawah." ucap Ken.


"A-aku ke kamar Key aja kalau begitu, aku hanya akan membawa pakaian gantiku." Lanjutnya sambil menuju ke walk in closet nya.


Keadaan sangat canggung saat itu, mereka berdua salah tingkah karena tidak tau harus berbicara apa.


Setelah mengambil pakaian gantinya, Ken segera keluar dari kamarnya. Di luar kamar Ken langsung memegang dadanya dan mengatur nafasnya.


"Aish jantungku hampir saja copot! Kenapa dia jadi cantik sekali! Aish aku ini bicara apa!" Gumam Ken sambil memukuli kepalanya.



Foto Key dan Lana nih..



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1619098303939.jpg)