
Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.
Key, Bernard dan yang lain sudah berada di tempat latihan memanah,. Tempat itu adalah tempat di mana Bernard sering latihan memanah, dan ternyata di tempat itu juga Key sering memanah dulu saat masih sering ke Jepang.
“Tempat ini adalah tempat di mana aku sering latihan memanah dan menembak, karena di sini juga menyediakan tempat untuk latihan menembak.” Jelas Bernard.
“*Tidak usah di jelasin juga aku udah tau kali om beruang*..” gumam Key di dalam hatinya sambil melihat ke sekelilng tempat tersebut.
Key melihat sekeliling tempat tersebut bukan karena itu adalah pengalaman pertamanya, namun karena dia sangat merindukan tempat tersebut.
“Ayo masuk.” Ajak Bernard.
Akhirnya Key dan yang lainnya mengikuti Bernard masuk ke dalam tempat itu. Bernard segera menyewa 2 alat memanah untuknya dan Key, sedangkan yang lain menunggu Bernard di tempat duduk yang di sediakan di sana.
Key sangat senang bisa kembali di tempat favoritnya itu, tiba-tiba Bernard berdiri tepat di hadapan Key dan menghalangi penglihatannya.
“Ayo kita mulai.” Ajak Bernard.
“Baiklah ayo.” Ucap Key.
“Semangat Keyla!” teriak Lana dan yang lainnya termasuk Jonathan.
“Jo! Kamu memihak siapa?!” ketus Bernard.
“Tentu saja saya memihak anda tuan Bernard.” Ucap Jonathan dengan senyum yang di paksakan.
Key dan Bernard mengganti baju mereka terlebih dahulu agar mereka bisa memanah dengan nyaman. Sedangkan Jonathan sedang mendapatkan tatapan tajam dari orang tua Bernard dan Lana karena sudah memihak Bernard.
“Om Jojon kenapa tidak memihak Key!?” ketus Lana.
“Maaf tapi saya juga masih mau hidup dan bekerja dengan damai.” Ucap Jonathan.
Bernard yang keluar dari ruang ganti lebih dulu menunggu Key di depan ruang ganti wanita, setelah menunggu beberapa menit Key keluar dari ruang ganti dan Bernard mendekati Key lalu berbicara tepat di telinganya.

“Siap-siap menangguk kekalahan gadis kecil.” Bisik Bernard.
Degg,,degg,,
Jantung Key berdetak dengan kencang, wajahnya memerah karena mendengar suara Bernard yang sangat dekat di telinganya.
“*Ayolah jantung jangan lemah! Masa karena begitu saja aku langsung deg degan sih*.” Gumam Key di dalam hatinya.
Key berusaha mengatur nafasnya agar normal kembali, dia malu jika Bernard menyadari kalau dirinya sedang gugup berada di dekat Bernard. Setelah berhasil mengatur nafasnya, Key kembali membisikkan kata-kata kepada Bernard.
“Kita lihat saja siapa yang akan menang om beruang.” Bisik Key lalu pergi meninggalkan Bernard di depan ruang ganti.
“*Ah sial! Bagaimana bisa aku selalu tergoda olehnya*.” Batin Bernard dengan tersenyum dan menatap Key yang sudah berjalan jauh di depannya.
Orang tua Bernard dan juga Lana menyemangati Key agar dia bisa menang menghadapi Bernard.
“Key, apa kamu pernah memanah sebelumnya?” tanya mama Bernard yang masih bisa di dengar oleh Bernard yang berada di sebelah mereka.
“Pernah beberapa kali tante, memang tidak sebaik om beruang sih, tapi Key percaya pada kemampuan Key.” Ucap Key merendah.
Sedangkan Bernard yang mendengar ucapan Key hanya tersenyum meremehkan Key yang tidak memiliki pengalaman apapun.
Jonathan yang melihat tuannya sedang tersenyum meremehkan Key itu menggelengkan kepalanya.
“Tuan, jangan meremehkan orang terlebih dahulu nanti kualat loh.” ucap Jonathan.
“Apa kamu bilang Jo?!” ucap Bernard dengan nada sedikit meninggi.
“Tidak tuan, maafkan aku.” Ucap Jonathan sambil menundukkan kepalanya.
“Sudah siap?” tanya Bernard kepada Key dan di jawab anggukan oleh Key.
Bernard berhasil memanah tepat di tengah dan mendapatkan nilai Sempurna di awal panahannya dan seterusnya. Orang tua Bernard mulai khawatir saat waktunya Key yang memanah, namun Lana menenangkan dan mengucapkan kalau Key akan menang.
Key sedang memulai ancang-ancang untuk memanah, Bernard, Jonathan dan papa Bernard yang memang mengetahui tentang memanah terkejut melihat postur tubuh Key yang sangat sempurna untuk memanah.

Sedangkan Key masih fokus membidik sasarannya sebelum melepaskan panahnya, setelah memastikan sasarannya dia melepaskan panahnya dan tepat mengenai titik tengah sebanyak 10 kali dan membuat semua orang yang melihatnya terkejut.
“*Kamu memang sulit untuk di tebak Key*.” Gumam Bernard di dalam hati.
Kedudukan Key dan Bernard seri karena mereka bisa mengenai tepat sasaran sebanyak 10 kali.
“Kamu pasti berbohong kan? Kamu benar-benar tidak pernah memanah?” tanya Bernard kepada Key.
“Aku memang jarang berlatih memanah, karena aku selalu mengikuti olimpiade memanah di Paris sampai tidak sempat berlatih memanah.” Ucap Key dengan tersenyum mengejek.
“Kamu curang!” protes Bernard.
“Kenapa aku curang om beruang? Aku kan bermain sesuai dengan peraturan yang ada, lagi pula om beruang adalah pencetak rekor terbaik di tempat ini bukan?” tanya Key.
Bernard yang kesal langsung berbalik badan berniat untuk meninggalkan semua orang yang berada di sana.
“Eitss! Mau kemana om beruang?” tanya Key yang melihat gerak gerik Bernard yang mau kabur.
“Apa lagi!?” ketus Bernard.
“Sesuai perjanjian dong, masa om beruang mau meningkari janji.” Ucap Key.
Akhirnya Bernard kembali menghampiri di mana papanya sedang duduk.
“Maaf.” Ucap Bernard dengan berbisik sehingga semua orang yang berada di sana tidak mendengar ucapan Bernard.
“Om beruang ini ngomong apa sih!? Yang jelas dong, yang kenceng, orang minta maaf itu harus tulus biar di maafin.” Ucap Key.
Bernard yang mendengar ucapan Key hanya bisa menghela nafas panjang dan kembali mengulangi perkataannya tadi.
“Maafin Bernard pa.” ucap Bernard.
Papa Bernard tersenyum bahagia mendengar ucapan maaf dari mulut anaknya itu. Papa Bernard beranjak dari tempat duduknya dan memeluk Bernard dengan erat.
“Maafkan papa juga, papa sudah menuduh Tiara seperti itu.” Ucap papa Bernard.
“Tidak pa papa tidak salah, Bernard lah yang salah karena tidak mempercayai ucapan papa dan tidak mau menerima kenyataan yang ada.” Ucap Bernard.
“*Alhamdulillah, akhirnya mereka kembali bersatu seperti dulu. Ini semua berkat Key, setelah kedatangan Key di rumah kami, semuanya menjadi lebih baik. Dia harus menjadi menantuku*.” Gumam mama Bernard di dalam hati.
“*Syukurlah mereka sudah berbaikan kembali*.” Gumam Key di dalam hati.
Mama Bernard menghapiri Key dan menggenggam kedua tangan Key dengan sangat erat, Key yang tangannya di genggam secara tiba-tiba menjadi terkejut dan heran kenapa mama Bernard memegang tangannya.
“Terimakasih Key, terimakasih karena sudah menyatukan mereka kembali.. tante benar-benar bersyukur karena Allah sudah membawamu ke dalam kehidupan kamu.” Ucap mama Bernard dengan air mata yang turun di pipinya.
“Yaampun tante, tante kenapa menangis?” tanya Key sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi mama Bernard.
“Tante sangat berhutang budi kepadamu Key.”
“Tidak tante, mereka berbaikan kembali adalah takdir yang sudah di rencanakan oleh Allah. Key hanya sebagai perantara saja, dan Key senang karena bisa membuat om beruang dan papanya berbaikan.” Ucap Key sambil tersenyum.
Di tengah-tengah kebahagiaan mereka, datang seorang perempuan yang menjadi sumber pertengkaran antara anak dan papanya. Tiara datang dengan pipi yang sudah basah karena air matanya dan tiba-tiba saja dia berlutut di hadapan keluarga Bernard membuat semua orang terkejut.
“Key, siapa dia?” tanya Lana yang tidak mengetahui apapun.
“Dia mantannya om beruang yang aku ceritakan Lana, namanya Tiara.” Ucap Key.
“Kau! Untuk apa kamu muncul di hadapanku lagi! Apa kamu belum puas mengganggu kehidupan anakku!” teriak mama Bernard yang sudah emosi melihat kedatangan Tiara.