
Setelah menjelaskan semuanya kepada Belinda.. Kenan, Ken, Rey, Bernard dan Roy segera menuju ke gudang yang di tunjukkan di alat pelacak Elsa.
“Di sini tempatnya.” Ucap Kenan.
“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Roy yang sudah mengetahui kalau gudang itu adalah tempat yang membuat Kenan kembali mengalami trauma.
“Aku baik-baik saja, aku harus menyelamatkan adikku apapun yang terjadi.” Ucap Kenan.
Selama ini semua adik-adik Kenan tau kalau Kenan pernah di culik oleh Robert dan Hani, namun mereka tidak tau di mana tepatnya sang abang di sekap selama beberapa hari.
“Aku dan Rey akan masuk ke dalam lebih dulu, aku yakin itu yang di inginkan oleh Sandy, sedangkan yang lainnya bisa bersiap di luar, aku harap kalian juga sudah menghubungi bantuan karena aku takut dia juga memiliki banyak pengawal di dalam.” Ucap Kenan yang di balas anggukan kepala oleh yang lain.
“Kalian yakin baik-baik saja?” tanya Ken.
“Kami baik-baik saja, kamu sudah siap bukan Rey?” tanya Kenan.
“Tentu saja bang! Aku sudah siap.” Ucap Rey.
Setelah itu Kenan dan Rey keluar dari mobil lebih dulu sedangkan yang lain menunggu di tempat yang sedikit jauh dari gudang tersebut.
Kenan dan Rey menyiapkan pistol di balik pakaiannya untuk berjaga-jaga.
“Ingat! Kalau tidak ada situasi berbahaya jangan pernah gunakan pistol dan jangan menembak!” tegas Kenan yang di balas anggukan oleh Rey.
Mereka berdua masuk ke dalam gudang yang gelap itu, Kenan seketika mengingat kejadian berpuluh-puluh tahun yang lalu.
“Bang, kamu baik-baik saja?” tanya Rey yang mengetahui perubahan Kenan.
“Tidak apa-apa, aku baik-baik saja! Ayo kita cari Elsa segera sebelum hal buruk terjadi padanya.” Ucap Kenan.
Mereka berdua mencari keberadaan Elsa di ruangan gelap itu, namun mereka sama sekali tidak melihat Elsa.
“Els..” panggil Rey dengan suara rendah.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang bertepuk tangan sambil tertawa.
“Hahaha,, jadi kalian kemari untuk menyelamatkan Elsa kalian yang sangat kalian sayangi itu?” ucap Sandy dengan tawa.
“Sandy! Sialan! Aku sudah bilang bukan jangan pernah menyentuh Elsa!” teriak Rey.
“Tonjokanmu waktu itu masih membekas di wajah tampanku ini Rey! Aku tidak akan pernah melupakan kejadian hari itu!” ucap Sandy.
“Ah benar! Datang kemari juga bukan hal yang mudah untukmu bukan tuan Kenan.” lanjutnya.
“Apa maksudmu!” teriak Rey.
“Kamu tidak tau? Gudang ini adalah tempat di mana abangmu itu di culik oleh kedua orang tuamu Rey!”
Rey yang terkejut mendengar ucapan Sandy langsung menoleh melihat ke arah Kenan yang saat itu tidak bisa melakukan apapun.
“Bang! Apa yang dia katakan benar?” tanya Rey.
“Katakan padaku bang! Apa yang di katakan laki-laki brengsek itu benar!?” teriak Rey.
“Iya! Tempat ini adalah tempat di mana aku di culik.” Jawab Kenan.
“Kenapa kamu tidak bilang apa-apa bang! Kalau begitu kenapa kamu masuk ke dalam sini!” teriak Rey.
“Diamlah! Aku tidak mementingkan tentang hal itu, aku hanya mementingkan keselamatan adikku!” teriak Kenan.
“Wah hebat! Aku sudah membuat dua saudara bertengkar hanya dengan ucapanku saja!” teriak Sandy sambil tertawa.
“Dimana kamu menyembunyikan Elsa!?” teriak Kenan.
“Elsa? Kalian ingin tau dimana Elsa? Apa yang akan kalian berikan kepadaku jika aku memberitahu di mana Elsa?” tanya Sandy.
“Brengsek!” teriak Rey.
“Elsa!” teriak Kenan dan Rey secara bersamaan.
“Lepaskan Elsa!” teriak Rey.
Elsa yang mendengar suara yang dia kenali langsung menoleh dan meronta-ronta karena saat itu mulut Elsa di tutupi oleh lakban hitam.
“Sebenarnya apa yang kamu inginkan Sandy!? Kenapa kamu sedendam ini kepada Elsa!” tanya Kenan.
“Kamu tidak tau tuan Kenan! Adikmu sudah pernah menolakku dua kali! Saat SMA dan sekarang!”
“SMA? Kapan kalian pernah bertemu saat SMA!?”
“Aku sekolah di SMA yang sama dengan kalian! Elsa adalah salah satu anak yang populer karena dia adalah pindahan dari luar negeri dan juga memiliki latar belakang keluarga yang bagus!”
“Aku mendekatinya, dia tertawa saat berada di dekatku, tapi dia menolakku karena aku gendut! Dia lebih menyukai laki-laki dingin sepertimu! Dari hari itu aku bertekat untuk menurunkan berat badanku dan berusaha untuk mendapatkan Elsa!”
“Namun siapa sangka saat aku mulai mendapatkannya, hatinya tetap bukan milikku!”
Sandy bercerita panjang lebar untuk memberi tau kepada mereka alasan dirinya memperlakukan Elsa seperti sekarang.
“Aku mohon, maafkan kesalahan adikku jika memang dia telah membuatmu merasa tersakiti, tapi ini tidak benar Rey, kamu hanya terobsesi untuk mendapatkannya tapi tidak untuk mencintainya!” ucap Kenan dengan nada yang merendah.
“Sudah terlambat! Lagipula aku tidak menginginkan maaf darimu, tapi dari adikmu yang sok cantik itu!” teriak Sandy.
Sedangkan Rey yang sudah sangat emosi mendengar Sandy berbicara omong kosong itu langsung mengeluarkan pistol yang ada di dalam pakaiannya dan langsung di tembakkan tepat di lengan Sandy.
“Rey!” teriak Kenan.
“Hahahaha! Lihatah, dia terlalu bersemangat untuk membunuhku! Untung saja hanya lenganku yang kamu tembak!” ucap Sandy sambil menahan rasa sakit yang dia rasakan.
Sandy langsung memerintahkan seseorang yang berada di dekat Elsa untuk menjatuhkannya ke dalam air dalam kondisi kaki dan tangan yang terikat, sedangkan penutup mulutnya di buka.
Byurr!! Seketika Elsa terjatuh ke dalam air hingga membuat Kenan dan Rey terkejut melihat hal itu.
“Elsa!"
“Tenang Rey, jangan terbawa emosi agar suasana tidak semakin panas! Aku sudah meminta semua orang berjaga di luar dan mereka sudah mengepung gudang ini.” bisik Kenan.
“Sandy terlalu bodoh karena dia tidak melakukan persiapan apapun! Jangan mengkhawatirkan Elsa, dia juga pandai berenang setidaknya dia bisa menahan nafasnya selama beberapa menit.” lanjutnya.
Walaupun begitu Rey tetap memikirkan tentang kondisi Elsa saat itu, bagaimanapun juga kejadian seperti ini bisa membuat orang lupa akan keahliannya.
“Fokus Rey!” teriak Kenan yang mengetahui kalau Rey sedang berfokus ke arah Elsa yang meminta pertolongan.
“Bang, bisakah abang mengurus Sandy? Aku akan menyelamatkan Elsa bagaimanapun caranya!” ucap Rey yang langsung berlari ke arah Elsa tanpa ia tahu kalau Sandy sudah mengarahkan pistol ke arahnya.
Kenan yang melihat hal itu langsung menembakkan peluru ke tangan Sandy hingga dia menjatuhkan pistolnya.
Karena situasi yang sudah lebih memanas, akhirnya Kenan menyuruh semua orang untuk masuk ke dalam gudang tersebut dan mengepung Sandy.
Sandy tidak menyangka kalau ternyata dirinya sudah terkepung oleh banyak orang.
“Sial!” gumam Sandy.
“Kamu terlalu bodoh Sandy! Jika kamu tidak bisa menculik seseorang maka jangan sok-sokan berani!” teriak Ken yang sudah masuk ke dalam gudang.
“Kau! Kenapa kamu berada di sini!”
“Aku tidak menyangka kamu bisa melakukan hal seperti ini! Kamu sudah membuat aku dan Key kecewa padamu!” ucap Ken yang tidak di gubris oleh Sandy.
Sedangkan Rey yang sudah masuk ke dalam air langsung membuka ikatan di tangan dan kaki Elsa, setelah itu dia membawa Elsa ke atas.
Elsa saat itu sudah lemah, banyak memar di tubuhnya untuk bicarapun Elsa sudah tidak mampu karena tubuhnya yang lemah.